
James keluar dan Jayden memeluk James.
"Ada apa dengan Mommy , Dad?", Jayden menangis. Jayden belum pernah melihat Fay se histeris itu.
James tetap memeluk Jayden dengan pandangan yang masih menerawang.
James menelepon asistennya untuk membawa Jayden pulang terlebih dahulu karena sudah malam dan James tidak ingin Jayden melihat Fay dalam kondisi seperti itu.
Tak beberapa lama, Dokter keluar dari ruang UGD.
"Bagaimana istriku dokter?", tanya James.
"Maaf..kami harus mengangkat bayinya..dia terlalu banyak mengeluarkan darah karena benturan yang lumayan keras", kata dokter itu pelan.
"Kami akan membiusnya total...karena kandungannya sudah jalan 3 bulan", lanjut dokter.
James bagai disambar petir. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa Fay sedang hamil. Bagaimana bisa Fay tidak memberitahunya tentang kehamilannya.
"Lakukan yang terbaik dokter" , kata James berusaha tenang.
Terlalu banyak pikiran di otak James. Fay menyembunyikan kehamilannya dari James dan James sama sekali tidak peka akan hal itu. Tinggal bersamanya seharusnya membuat James sadar akan sesuatu yang berbeda dari Fay.
James menjambak rambutnya sendiri. Ada rasa bersalah didalam hatinya memperlakukan Fay tidak baik selama ini.
2 jam berlalu. Fay dibawa keruang perawatan. James duduk termenung memandang Fay yang masih belum sadar dari biusnya.
James menggenggam tangan Fay dan menciumnya.
"Maafkan Aku", bisiknya.
"Seharusnya aku lebih menjagamu..maafkan aku", James meletakkan tangan Fay di keningnya.
Penyesalan terbesar yang dirasakan James saat ini membuatnya sedikit terpuruk. Laura penyebab Fay keguguran. Dan itu semakin membuat James merasa bersalah.
Keesokan paginya Fay terbangun. Dia masih mencerna yang terjadi pada dirinya. Fay otomatis memegang perutnya.
"Fay...", kata James pelan dan memegang tangan Fay kembali.
"James..mereka tidak mengambil bayiku kan?", tanya Fay lirih.
James memeluk Fay.
"Maafkan aku..kau harus kuat..", lirih James.
"Apa maksudmu..tidak..tidak mungkin aku kehilangan bayiku..itu tidak mungkin James..dia bayi yang kuat..aku memberinya vitamin dan penguat jadi tidak mungkin aku kehilangan bayiku", suara Fay mulai bergetar.
"Pendarahanmu terlalu banyak.dokter tidak bisa menyelamatkan bayi kita", kata James menangkup rahang Fay.
Fay mengeluarkan air matanya. Ini kehilangan terbesar dalam hidupnya.
"Maafkan aku...maaf..ini salahku", kata James memeluk Fay dan mengusap punggungnya.
"Yaa....ini salahmu James..ini salahmu", kata Fay terisak.
Fay menangis di dalam pelukan James. Tangisan pilu yang membuat hati James terasa sangat sakit.
James kemudian membawa Fay pulang di siang harinya. Jayden ke sekolah diantar oleh asisten James yang menginap di mansionnya semalam.
James menggendong Fay ke kamar. Fay masih diam tak berkata apapun. James tidak ke perusahaan hari ini karena harus menjaga Fay.
Fay tidur sampai sore menjelang.
"Momm", bisik Jayden disamping Fay.
Fay membuka matanya dan tersenyum. Jayden mencium pipi Fay dan memeluknya.
"Are you okey mom?", lirih Jayden.
Fay menangis sambil memeluk Jayden. Hal yang tak pernah dilakukannya. Dia tidak pernah menangis didepan Jayden.Tapi kali ini Fay tidak bisa menyembunyikan kesedihannya karena kehilangan bayinya.
Jayden menghapus air mata Fay dan mencium wajahnya.
"Don't crying mommy..", kata Jayden.
James menghampiri Anak dan istrinya lalu menyuruh Jayden ke kamarnya.
"Pergilah ke kamar J..mommy akan istirahat", kata James.
Jayden mengangguk lalu mencium hidung Fay.
James menggenggam tangan Fay tanpa berkata apapun. Fay membalikkan tubuhnya karena dia masih ingin menangis dan tidak ingin James melihatnya.
James naik ke ranjang dan berbaring memeluknya dari belakang. James membelai kepala dan lengan Fay dengan lembut. Mereka hanya terdiam dan tak ada kata kata yang keluar dari mulut mereka.
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜