
James mengusap pipinya yang merah akibat tamparan Fay dan tersenyum jahat.
Lalu James menarik pinggang Fay dan mencium bibirnya dengan paksa. Kemudian James merobek pakaian Fay. Karena berbahan tipis, pakaian Fay langsung robek hanya dengan satu tarikan kuat dari James.
"James...jangan lakukan ini!", Fay berteriak dan memberontak.
James gelap mata. Rasa marah, benci dan rindu menjadi satu didalam hatinya.
James mengangkat Fay dan membantingnya di ranjang. Lalu dia mengangkat tangan Fay keatas dan membuka semua pakaian Fay tanpa tersisa sehelai benangpun.
"James..please", Fay menangis karena perlakuan kasar James padanya.
James tak menggubris tangisan Fay. Dia membuka pakaiannya sendiri dan mengunci tubuh Fay agar berhenti memberontak.
James memasukkan kejantanannya dan menghentakkannya dengan cepat dan kasar. Dia mencium kasar seluruh tubuh Fay sampai badan Fay memerah.
Fay kini hanya pasrah. Tenaganya tidak sebanding dengan tenaga James yang sangat kuat.
Tubuhnya remuk karena James melakukannya dengan kasar dan bahkan terlihat seperti memperkosanya.
James akhirnya selesai menuntaskan kegiatan panasnya pada Fay lalu meninggalkannya begitu saja.
Fay menangis. Dia tahu dirinya bersalah tetapi dia tidak menyangka James akan semurka ini padanya. Dia tidak tahu apa yang akan James lakukan setelah ini padanya.
James mengunci kamar hotel dari luar agar Fay tidak bisa lari darinya.
James pergi ke bar yang ada di hotel itu dan minum wine untuk menenangkan emosinya.
James tampak merenung. Dan satu jam kemudian dia kembali ke kamar.
"James..wait..", teriak Laura yang sudah ada dibelakangnya.
"James..please jangan tinggalkan aku", Laura memeluk James dari belakang.
James merasa bersalah atas apa yang dilakukannya pada Laura. James sama sekali tidak memiliki perasaan apapun pada Laura.
"Maaf..aku tidak akan pernah bisa mencintaimu", kata James akhirnya dan membuka kaitan tangan Laura yang mendekap perutnya.
"Apa karena wanita itu?bagaimana bisa kau memilih pelacur itu dibanding aku?", teriak Laura tidak terima.
James tak mengindahkan kata kata Laura dan tetap berjalan menuju kamarnya.
James membuka pintu kamarnya dan tak melihat Fay diranjang. James duduk di sofa dan mengangkat satu kakinya menunggu Fay keluar dari kamar mandi.
Tak lama kemudian, Fay keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang melilit ditubuhnya.
James menghampirinya dan membuka handuk itu. Sekali lagi, James memperkosa Fay dengan kasar. James benar benar dibutakan oleh rasa bencinya pada Fay. Dia tidak peduli dengan apa yang Fay rasakan saat ini.
James benar benar memperlakukan Fay seperti seorang pelacur.
"Kau jangan khawatir...kau akan mendapatkan uang yang banyak karena telah melayaniku", kata James mengejek setelah melakukan hal itu pada Fay.
Fay hanya bisa menangis. Dia tahu James sangat membencinya dan akan melakukan apapun untuk membalas perbuatannya dulu.
"Oh ya..dimana kakakmu?apa dia menjadi mucikari sekarang?", James menyalakan rokoknya dan membuka jendela balkon kamarnya.
Fay tak menjawab pertanyaan James karena memang Fay dan kakaknya sudah tidak pernah bertemu lagi sejak 5 tahun yang lalu.
Fay akhirnya tertidur karena kelelahan melayani perlakuan kasar James. Rasa rindunya pada James menjadi rasa sakit hati yang sangat mendalam.
Fay terbangun di pagi harinya. Dia tak melihat James di kamar. Fay menuju kamar mandi sambil memegangi area sensitifnya yang agak perih karena James melakukannya berulang kali dalam semalam.
Fay berendam air hangat untuk memulihkan tubuhnya yang remuk.