
''APa rencana anda nona?'' tanya SP penasaran ''Gimana kalo kita giring para zombie ini ke tempat anti virus itu lalu biar teralihkan perhatiannya sehingga bisa menembakan banyak peluru untuk menghancurkannya'' Jawab Warti sehingga kepala SP mengangguk ''Mari kita coba ide anda nona'' kata SP lalu dengan cepat ia pun terbang lebih dekat kearah para Zombie itu sehingga para zombie itu berlari cepat mengejar mereka.
''Cus.. Cus'' Warti di buat terkejut bukan main saat mendapati banyak serangan sehingga mereka menghindari serangan itu ''Ini masih saja tidak berhasil'' keluh Warti di dalam hatinya SP yang sedang terbang di sampingnya hanya terdiam dan ia pun seperti tidak perduli dengan situasi sulit ini karena hal itu membuat Warti kecewa.
''Nona Awas'' Warti tersentak kaget saat mendengar suara teriakan SP barusan sungguh karena ia tadi sempat melamun sehingga tidak bisa fokus dan terlambat menghindari serangan yang dadakan itu ''Duaar'' tubuh Warti langsung melayang bebas di udara saat ia terjatuh dari seluncurnya itu ''Ah sial'' warti berdecak kesal saat melihat kebawah para zombie sudah menunggunya sehingga warti membidikan senapannya kembali ''Bunuh mereka semua'' Kata hati Warti lalu ia menembakan peluru senapannya kembali.
''Cus'' Saat warti mendarat di tanah para zombie itu sudah bergeletakan di sekitarnya karena efek serangannya yang sangat dahsyat ''Ha ah gak ada habisnya'' kata warti karena baru juga bernapas lega karena berhasil mendarat dengan selamat sudah di hampiri para zombie lagi ''Baik lah akan aku gunakan kekuatan mata ku'' Kata hati Warti lalu saat warti membuka kedua matanya yang indah itu muncul cahaya biru yang sangat terang sehingga mereka semua para zombie yang mengejarnya langsung tersungkur di tanah karena kekuatan mata Warti telah membunuhnya.
''Huh huh huh'' Napas warti mulai tersengal karena ia telah menggunaka kekuatan mata nya ''Eh tumben gak berdarah lagi'' Warti terkejut karena biasanya saat menggunakan kekuatan matanya ini akan berdarah dan terasa perih ''Nona jangan bengong'' kata SP lalu SP berdiri di bahu kanan Warti ''Apa masih ada zombie lagi?" Tanya warti ''Tentu mereka sedang menuju kesini, mungkin sekitar 10 menit lagi'' jawab SP yang membuat kepala Warti mengangguk ''Sp sepertinya aku sudah tahu cara kerja bom racun itu, hmm kalo gak ada tanda tanda serangan bom itu tidak akan menyerang. jadi menurutku...'' belum juga warti selesai berbicara tiba tiba para zombie itu kembali datang yang membuat warti melongo.
''Ah kau bilang 10 menit lagi mereka datang'' kata warti keras seolah sedang memaki SP ''Maaf nona aku bercanda hehehe'' Sahut SP tanpa merasa berdosa sehingga Warti bertambah geram dan ia langsung memegang tubuh SP lalu melemparkannya kearah para zombie yang sedang berlari kearah mereka.
''Nona maaf..'' Warti tidak perduli dengan teriakan SP barusan ''Dasar nyebelin, sekarang bagaimana ini?'' Warti langsung menatap ke atas terlihat cahaya merah itu masih menyala terang namun ia terkejut karena bisa melihat retakan kecil di bongkahan itu ''Ah ternyata gak sia sia serangan tadi'' kata warti lalu ia kembali membidikan senapannya itu keatas ''Cus'' warti kembali menembakan peluru senapannya dan benar saja langsung mengenai bongkahan benda bercahaya itu ''Nona awas..'' teriak SP namun warti tidak bergerak sedikit pun dari tempatnya saat bom racun itu hendak menghujani nya ''Baiklah kita coba adu lagi'' Kata warti lalu ia langsung membidikan senapannya kembali.
''Cus cus.. Duaar'' ledakan itu kembali terdengar saat bom racun itu mengenai peluru senapan warti lalu warti berlari sangat cepat saat ia merasakan para zombie itu mulai mendekat ''Aku coba menembaknya lagi'' kata warti lalu ia langsung menembakan senapannya ke bawah ''Cus'' sehingga karena tolakan itu tubuh warti kini terbang bebas di udara dan saat itu pula warti kembali menembaki bongkahan benda bercahaya itu
''Cus.. Cus..'' Warti langsung menembaki bom racun itu lagi sehingga bom itu meledak di atas udara ''Duar'' suara itu terdengar sangat keras saat mendengarnya warti menatap keatas, ia langsung tersenyum kegirangan karena retakan itu semakin besar sehingga ia tidak sia sia menembaknya.
''Ah.. Bruk'' tubuh warti langsung tersungkur di tanah saat ia merasakan mata kirinya terasa sakit ''Berdarah lagi'' kata Warti saat itu memegangi matanya sehingga darah segar itu mengucur deras mengenai tangannya. ''Coba sekali lagi'' kata warti lalu ia mencoba untuk bangkit saat matanya menatap keatas retakan itu belum mampu menghancurkan bongkahan bercahaya itu.
''Baik lah ini yang terakhir, aku mohon hancur lah'' selesai mengatakan itu warti kembali membidikan senapannya keatas ''Cus'' peluru tembakan senapannya melaju sangat cepat hingga cahaya biru itu berhasil menghancurkan bom racun yang hendak menyerang warti.
''Pyaar'' warti tersenyum kecil saat melihat bongkahan benda bercahaya itu mulai retak dan retakannya menyebar luas hingga cahaya merah yang tersegel itu pun mulai keluar menembusnya ''Duaar''' ledakan itu akhirnya berhasil membebaskan anti virus dari segelnya dan saat warti sedang tersenyum karena ia mengira bahwa pertarungan ini sudah selesai.
Tiba tiba terdengar suara yang bergemuruh keluar dari bawah tanah sehingga tanah ini mulai terbelah dan menelan apa yang ada di atasnya melihat itu warti langsung berlari dan dengan sigap juga SP langsung menangkap tubuh tuannya itu dengan drone nya.
''Lah aku kira kau sudah mati'' Kata Warti yang membuat SP tersenyum ''Aku tidak selemah itu nona'' sahut SP sehingga warti tertawa kecil ''Hehehe apa kita sudah selesai?'' Tanya warti sehingga SP menatapnya terlihat mata kiri tuannya itu sedang tertutup rapat dengan darah masih mengalir dari dalam matanya meski tidak sebanyak tadi.
''Mata anda terlihat sangat sakit'' kata Sp yang membuat kepala warti manggut manggut ''emang sakit tapi masih bisa aku tahan kok'' sahut Warti karena sesakit apapun rasanya harus ia tahan karena ia tidak ingin menjadi lemah ''Nona lihat itu?'' Tunjuk tangan SP kearah depan yang membuat warti ikut menatapnya dan mata warti terbelalak lalu berbinar sehingga membuat bibirnya tersenyum dengan sendirinya.
''Masya allah itu indah banget'' Kata warti ia merasa takjub karena telah melihat pemandangan seindah itu, sebuah pohon beringin rindang berwarna merah yang besar lagi berbuah ''Ayo kita kesana'' Ajak SP lalu seluncur pun terbang mendekati pohon itu.