Rich Girl With System

Rich Girl With System
siapa?


“nona anda sangat lembut, itu bagus aku juga senang jika anda senang” sahut SP yang membuat warti tersenyum dalam tangisnya “iya, jadi besok bisa lunasi hutang hutang ku..” kata warti yang membuat SP menganggukkan kepalanya “iya nona, sekarang anda tidur lah lagi istirahat. Kita masih lumayan jauh” pinta SP yang langsung di turuti oleh tuannya itu, sehingga tidak butuh waktu lama warti kembali terlelap karena memang tubuhnya belum pulih sepenuhnya.


Sesampainya mereka di rumah SP sengaja tidak membangunkan warti dan ia memilih untuk tetap membiarkan tubuh tuannya itu di mobil supaya tetap tidur dengan tenang dan saat SP masuk kedalam rumah, ia pun bertemu dengan nurul adik kandung warti. “kau sudah pulang? Tapi mbak mana?” Tanya nurul “nona masih di mobil, biarkan saja dia tertidur aku tidak mau membangunkannya karena dia sangat lelah” jawab SP yang membuat nurul manggut manggut “begitu, ya sudah tolong jaga mbak war ya. Aku mau kembali ke rumah sakit” pinta nurul yang langsung membuat kepala SP mengangguk.


“eh lupa, nona punya uang tidak kan harus beli makan lapar..” Tanya SP yang membuat nurul tersenyum “aku masih punya kok tenang saja” jawab nurul ramah “nona kalo kurang uangnya ambil aja di kartu atm ibu anda karena aku sudah mengirimkan uang 10 juta ke rekening ibu” kata SP yang membuat nurul terkejut namun beruntung ia sanggup menyamarkannya di balik wajahnya yang terlihat tenang itu “benarkah? Terimakasih banyak SP..” sahut nurul tampak senang sehingga SP tersenyum canggung “nona war yang dapat uangnya nona, karena dia berhasil menyelesaikan misi 9” jelas SP sehingga nurul kali ini terlihat sangat terkejut namun tiba tiba ia tersenyum senang “alhamdulilah kalo begitu, mbak war memang keren banget” sanjung nurul sehingga SP ikut tersenyum sambil manggut manggut kepalanya dan setelah obrolan itu nurul pun pergi dari rumah ini menuju rumah sakit dengan hati yang bergembira.


Kini SP kembali masuk kedalam mobil setelah hampir 2 jam meninggalkan warti, "kenapa nona belum bangun? apakah ini efek obatnya?" tanya SP di dalam benaknya saat melihat wajah warti terlihat pucat dan sangat terlihat jelas tuannya ini terlihat lelah "jadilah robot" pinta SP sehingga mobilnya ini seketika berubah bentuk menjadi robot besar.


"bawa tuan kita kedalam rumah" lalu dengan instruksi SP sang robot pun langsung membawa warti masuk ke rumah dan kini tubuhnya sudah di baringkan ke tempat tidur dan sang robot pun kembali ke halaman rumah dan berubah menjadi mobil kembali. SP yang melihat baju lengan kanan warti yang robek langsung mendekatinya "robek kannya sangat besar.." pikir SP lalu ia pun membuka baju tuannya itu.


dan betapa terkejutnya SP saat melihat bahu kanan warti membiru lebam meski luka gigitannya sudah menghilang "pantas saja nona tidak bangun bangun, ternyata anda terluka sangat parah" kata SP lalu ia pun segera membuat robot berukuran sedang untuk membantu melepas pakaian yang warti kenakan lalu membersihkan tubuh warti dan segera mengenakan pakaian baju tidur.


"dengan begini anda sudah lebih nyaman beristirahat" setelah mengatakan itu SP kembali merubah tubuhnya kembali menjadi ponsel pintar. sedang di sisi lain dari kota ini, tepatnya di dalam rumah sakit terlihat nurul dan ibunya sedang berbincang di luar ruangan sang ayah dirawat.


"jadi tadi ada sms transfer 500 jt?" tanya sang adik setelah melihat sang ibu terkejut saat membaca pesan yang tadi baru ia terima dari ponselnya "benar, embak mu tapi baik baik aja kan ndok? ibu takut dia kenapa napa?" tanya balik sang ibu yang membuat nurul tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.


"ibu embak mah jago jadi jangan kuatir dan tadi kata SP mbak war lagi istirahat karena kelelahan. tapi uang itu berarti bisa buat bayar hutang di bank bu?" tanya nurul setelah men jelaskan keadaan sang kakak "iya nodk, 100 jt untuk bayar karena sudah jatuh tempo. kita berarti pulang kampung dulu ya besok?" kata sang ibu namun kepala nurul langsung menggeleng.


"ya sudah nginep di hotel aja bu, udah agak malam ini jarak rumah embak juga cukup jauh" jawab nurul karena ia teringat pesan sang kakak untuk jangan keluyuran di malam hari saat masih di desa dulu dan akhirnya mereka pun langsung pergi ke hotel tersebut dan kini sudah berada di dalam kamar hotel.


"mahal banget ya bu, masa nginep se malam 250 ribu per orang?" keluh nurul.


"ya namanya juga di kota ndok, apa apa mahal. udah jangan ngomel terus segeralah tidur kau juga butuh istirahat" ujar sang ibu.


"baik lah selamat tidur ibu" kata nurul lalu tersenyum sehingga sang ibu membalas senyuman nya dan tidak berselang lama mereka pun terlelap. "tap tap tap" suara langkah kaki seorang yang tiba tiba masuk kedalam kamar warti, cahaya biru dari sorot matanya yang tajam menatap hangat wajah warti yang terlihat pucat itu.


"sepertinya kau sangat kesakitan.." kata hati seorang pria bermata biru itu, meski di matanya warti terlihat tertidur namun ia tahu sebenarnya warti hanya tidak bisa berbuat apa-apa untuk menahan rasa sakit lukanya itu, keringat yang keluar dari pori pori kulitnya adalah tanda tubuhnya tidak baik baik saja.


"untuk beberapa hari kau tidak akan bisa terbangun, nikmati saja rasa sakitnya biarkan kali ini tubuhmu terbiasa dengan luka. dengan begitu kau akan bertambah kuat" pria ini seolah tahu sesuatu namun ia masih merahasiakannya. warti yang merasa seseorang sedang menyentuh keningnya perlahan mulai membuka kedua matanya karena tangan itu begitu dingin layaknya sebuah bongkahan es.


"deg" namun warti langsung di buat terperanjat saat ia tidak bisa melihat apapun bahkan tubuhnya juga lumpuh total "jangan panik gadis kecil ku, kau hanya sedang terkena efek dari obat yang kau minum setelah obat itu selesai membersihkan racun dan menyembuhkan luka mu kau akan kembali sehat dan beraktivitas lagi" kata pria tu dengan suara yang lembut dan tenang dan entah mengapa hal itu membuat warti merasa lebih tenang dan ia tidak merasa waspada lagi.