
“Nona berhati hati lah, serangan yang lainnya akan semakin banyak’’ Pinta Sp yang juga tampak waspada sedang warti tampak sedang menatap tajam kearah depan “Aku bisa melihat nya, Mari kita turun SP sebentar lagi serangan dadakan itu datang” setelah Warti mengatakan itu ia langsung melompat dari atas seluncur dan kini mendatar di tanah yang gersang “Aauuu…” suara lolongan serigala, ya monster itu sangatlah besar.
Berbadan singa, berkepala serigala dan memiliki tanduk banteng di atas telinganya, ekornya adalah ekor monyet yang sangat panjang dan di ujungnya ada yang menyala terang yang ternyata adalah sebuah bara api yang menempel di bulunya. “Nona punya rencana?” Tanya SP yang membuat warti tersenyum, lalu ia melirik SP yang sedang berdiri di atas bahunya “Dia besar jadi gak akan bisa melihat kita yang kecil” Kata Warti yang membuat SP terheran karena ia belum bisa mencerna perkataan tuannya itu.
“Kita lihat ini..” Selesai mengatakan itu Warti baru juga ingin mengangkat tombaknya, tiba tiba semburan Api biru dari mulut serigala hamper menghanguskan mereka berdua beruntung SP sigap langsung membuat perisai dari drone nya “Nona tidak apa apa?” Tanya SP yang membuat warti menggelengkan kepalanya lalu ia menatap lagi monster itu “Dia sangat besar, selain bisa menggunakan tombak dari napasnya yang panas, ia juga punya semburan api yang sangat besar dan ekornya itu punya bara api juga” Warti sedang berpikir dan juga mengamati kekuatan tubuh monster ini.
“SP buat lah drone sebanyak yang kau bisa, aku akan coba menggunakan jurus terlarang tombak ini” Kata Warti yang membuat SP terkejut namun ia tidak menolak dan segera membuat drone yang sangat banyak sehingga membuat monster itu teralihkan perhatiannya sehingga Warti dengan cepat mengayunkan tombaknya itu ke belakang menggunakan tangan kanannya ”Seribu tombak langit” Saat warti berteriak kencang saat itu juga ia melesatkan tombaknya itu kearah langit sehingga tombak itu meluncur dengan sangat cepat dan kini tombak itu telah di selimuti cahaya biru yang di telan oleh langit “Ah..’’ sekita saat itu juga mata kiri warti serasa di colok besi panas sehingga terasa sangat perih ‘’Nona anda tidak apa apa?’’ Tanya SP tampak panic, saat tangan kiri Warti menutupi mata kirinya tiba tiba keluar darah dari sela jari jarinya.
‘’Nona..’’ Panggil SP panic ‘’Jangan kuatir SP aku masih punya mata kanan ku’’ selesai mengatakan itu Warti langsung tersenyum lalu ia mengalihkan tangannya sehingga SP bisa melihat darah segar itu mengalir dari mata kiri warti “Wus..’’ tiba tiba angin begitu kencang berasal dari atas langit yang cerah itu dan dari pusar angin itu terbelah lah langit di sana muncul lah ratusan tombak yang meluncur deras bagai senapan yang menghujani monster itu.
‘’Nona berlindung’’ SP langsung mengerahkan seluruh drone nya untuk membuat perisai untuk melindungi tuannya ini dan setelah serangan besar itu berakhir barulah drone SP menyebar kembali sehingga Warti bisa melihat hasil serangannya ‘’Deg’’ jantung Warti langsung berdebar kencang bahkan matanya membelalak saat menatap monster itu tidak terluka sedikit pun ‘’Apa serangan itu tidak berfungsi?’’ Tanya warti namun SP terdiam karena ia sudah tahu hal ini akan terjadi.
‘’Jawab aku kenapa diam saja?’’ Teriak Warti yang membuat hal itu mengundang perhatian sang monster ‘’Aauu..’’ lagi lagi sang monster itu melolong keras yang membuat Warti berdecak kesal karena SP diam saja ‘’Ah sial aku terlalu percaya kepadamu’’ Guma Warti namun masih tetap di dengar oleh SP sehingga SP tersenyum kecil melihat ekspresi kecewa di wajah tuannya itu ‘’Maaf nona’’ Kata SP sama lirihnya membuat Warti berdecak kesal ‘’Aku akan coba yang terakhir..’’ Selesai mengatakan itu Warti tiba tiba berlari kencang, ia berusaha menghindari serangan tombak api dari monster itu.
‘’Nona menghindar’’ Teriak SP tiba tiba yang membuat Warti tersentak kaget saat ia menatap ke depan ada semburan api biru kembali yang membuat mata warti terbelalak, ia ingin bergerak namun kakinya terasa mati rasa karena terlalu cepatnya serangan itu ‘’Wus’’ SP yang juga terlambat langsung terperangah saat api biru itu terbelah dan telihat tombak sedang meluncur deras kearah mulut monster itu.
‘’Ah itu percuma jika tidak muncul cahaya biru dari dua Kristal itu’’ Kata SP, ia menyayangkan serangan Warti karena sama sekali tidak bertenaga ‘’Jleb’’ Namun mata SP langsung terbelalak dengan hebatnya karena begitu terkejutnya ia melihat tombak itu menusuk dengan cepatdari mulut monster itu hingga tembus ke tulang tengkoraknya ‘’Apa itu tadi?’’ SP tidak mengerti apa yang sudah terjadi karena semua di luar perkiraannya.
‘’Bruaakk..’’ Suara gemuruh yang sangat keras karena monster itu akhirnya tersungkur di tanah dan benar benar sudah mati dan saat SP menatap Warti ia kembali tersentak kaget melihat kedua mata tuannya itu berdarah ‘’Nona..’’ SP yang tampak sangat kuatir langsung terbang cepat menghampiri Warti yang sedang terduduk sambil kedua tangannya memegangi matanya yang berdarah itu.
‘’SP aku berhasil membunuhnya kan?’’ Tanya warti yang membuat kepala SP manggut manggut ‘’Nona sudah membunuhnya tapi mata anda? Pasti sangat sakit’’ Kata SP yang membuat Warti tersenyum lalu kedua tangannya pun berhenti menutupi matanya sehingga saat warti membuka kedua matanya SP langsung merasa lega karena mata Warti masih berwarna biru cerah ‘’Sakit sekali seperti di colok jarum panas, aku bahkan hamper pingsan tadi namun tiba tiba aku bisa menggunakan kekuatan mata ini’’ Sahut warti ia pun bingung bagaimana bisa matanya langsung memberikan ilusi yang indah saat ia menyerang monster tadi dengan tombaknya.
‘’itu wajar nona, lihat tanda lahir anda masih bercahaya biru artinya kekuatan itu melindungi anda’’ Kata SP menjelaskan lalu tersenyum senang berbeda dengan Warti yang tampak terkejut sehingga ia menatap bahu kanannya dan benar saja tanda lahir kutukan itu masih bercahaya namun mulai memudar kembali seperti semula ‘’Iya kau be.. Bruukk’’ tubuh warti tiba tiba tergeletak saat cahaya biru itu menghilang sehingga SP tersenyum.