Rich Girl With System

Rich Girl With System
Ini adalah kejujuran


Warti terdiam ketika mendengar penjelasan sang ibu namun tiba tiba bibirnya tersenyum "ibu.. terimakasih banyak karena ibu sangat menyayangi aku. tapi ibu aku tidak bisa memenuhi permintaan ibu tolong maafkan aku, karena aku ingin bertemu seseorang yang telah membuat kita terbantu.." kata warti dengan lembut sehingga sang ibu menatapnya heran "siapa ndok, kenapa sampai segitunya hingga engkau berani membantah ibu mu ini?" tanya sang ibu tersirat di raut wajahnya ia kecewa kepada anak pertamanya ini.


"namanya justin ibu, dialah orang yang memberikan SP kepadaku dan sekarang aku tidak pernah bertemu dengannya lagi karena itu saat aku berhasil menyelesaikan misi yang ke 100 aku ingin bertemu dengannya kembali itu lah permintaan ku" setelah mengatakan itu warti langsung menatap SP yang membuat SP terkejut karena tatapan itu sangat tajam hingga mampu membuatnya merasa takut.


"saran ku ibu biarkan saja mbak war, karena dia udah gedek dan saatnya mencari apa yang dia inginkan.." kali ini nurul berani berbicara yang membuat warti menatapnya lalu tersenyum senang "iya benar kata adik bu, ibu gak usah kuatir aku akan baik baik saja insyaallah" kata warti penuh semangat yang membuat sang ibu menatap tajam matanya sehingga warti langsung kicep.


"kau ini udah di bilangin masih aja ngeyel" kata sang ibu nada suaranya kini lebih tinggi yang membuat warti kelabakan "eh ehe bukan gitu maksud aku ibu.." warti baru juga ingin menjelaskan namun kepala sang ibu langsung menggeleng yang membuat warti terdiam "ya sudah kalo kamu masih kekeh pada pendirian mu ibu tidak akan memaafkan mu" setelah mengatakan itu tiba tiba sang ibu langsung berdiri yang membuat warti langsung kelabakan begitu pun dengan sang adik.


"eh ibu jangan pergi, mbak war belum selesai berbicara" kata nurul menahan sang ibu yang hendak melangkah kan kakinya "benar, ibu dengarkan aku dulu" kini giliran warti yang berbicara namun sang ibu tetap tidak mau menatapnya "terserah kepadamu ndok, pilih ibumu ini atau ego mu?" seolah ada jarum yang menusuk hati warti hingga terasa nyeri saat mendengar perkataan ibunya "eh bu tunggu.. mbak jangan baper oke itu ibu ngomong begituan karena dia sebenarnya kuatir kepadamu. aku susul dulu ya" setelah nurul mengatakan itu ia pun langsung keluar dari kamar kakaknya ini untuk menyusul ibunya.


sedang warti yang di tinggal, langsung terkulai lesu sehingga SP yang melihatnya tampak bersedih karena terlihat jelas wajah sang tuannya ini tampak murung "nona.." panggil SP lirih namun warti masih tidak bergeming "nona anda tidak apa apa?" tanya SP karena ia semakin panik jika di diamkan saja "aku ingin menemui justin untuk berterimakasih kepadanya dan supaya aku bisa bertanya apa kah kau bisa terus menjadi milikku selamanya?" tentu SP sangat terkejut, bahkan matanya langsung membelalak saat mendengar perkataan warti barusan.


karena tidak ada respon dari SP, warti pun menatap nya lalu tiba tiba ia tersenyum "kenapa wajahmu seperti itu? apa kau tidak ingin tinggal selamanya bersama ku?" tanya warti yang membuat lamunan SP seketika langsung buyar "ah bukan seperti itu nona, hanya saja aku tidak percaya anda akan berkata begitu. itu sangat membuatku terharu.." jelas SP lalu ia tersenyum malu saat warti menatapnya.


"aku kira kau tidak suka kepadaku.." kata warti.


"mungkin anda akan sembuh 2 atau 3 hari kemudian, karena obat yang anda minum punya efek samping nya kibat luka gigitan singa itu andai anda tidak meminumnya tubuh anda akan lumpuh total atau bahkan meninggal karena singa itu terkena virus rabies" mendengar penjelasan SP barusan berhasil membuat warti tersentak kaget "rabies? tapi bukannya aku sudah kebal karena dulu di gigit anjing gak papa?" tanya warti bingung "itu benar, tapi setiap virus juga berevolusi nona jadi semakin kuat tubuh inangnya maka ia juga akan bertambah kuat pula" jawab SP yang membuat warti langsung mengerti sekarang.


"jadi tubuh ku ini ibaratnya masih beradaptasi dengan vaksinya?" kepala SP langsung mengangguk untuk menjawab pertanyaan warti "benar nona, jadi bersabarlah sebentar" pinta SP yang membuat warti terdiam karena ia sedang memikirkan sesuatu.


sedang di dapur sang ibu masih saja di bujuk oleh nurul "diam lah, kau memang tidak melihat betapa parahnya luka embak mu ndok?" tanya sang ibu nada suaranya mulai meninggi yang membuat nurul langsung kicep "iya sih bu, tapi kan nanti sembuh bu?" tanya nurul hati hati yang langsung mendapat tatapan tajam mata sang ibu yang membuatnya terperanjat.


"kau tidak akan pernah mengerti ndok, tentang kekuatirannya seorang ibu.." saat sang ibu berkata begitu nurul menatapnya tersirat di wajahnya yang keriput itu ekspresi kesedihan "ibu aku mengerti apa yang ibu rasakan, sungguh aku pun juga kuatir. tapi embak sudah memutuskan keinginannya jadi apa kita berhak mengelaknya sedang embak sangat menginginkan hal itu bu? bukan kah embak juga punya perasaan?" kata nurul hati hati ia berusaha untu membuka pemikiran sang ibu.


sedang sang ibu masih terdiam setelah mendengarnya "embak loh udah jadi anak yang baik bu, dia sangat penurut dan menghargai keputusan ibu dan bapak meski kadang dia sering mengalah dan mengesampingkan keinginannya" kata nurul lagi yang membuat ibunya kembali menatap tajam matanya.


"eh ibu tolong jangan menatapku seperti itu, sangat menakutkan hehehe.." pinta nurul mulai ketar ketir hatinya takut di omeli oleh ibunya ini "kau ini ya, sama aja kaya embak mu ngeyel" betak ibu yang membuat nurul kelabakan "ah ibu bukan begitu, aku hanya ingin ibu merelakan mbak war melakukan apa pun yang ia mau. itu aja bukan pingin di omeli huhuhu" keluh nurul yang membuat sang ibu dongkol ingin menampol kepala anaknya ini supaya berhenti meminta hal yang kini mustahil ia penuhi.


"pergi sana, atau ibu tampol nih?" usir sang ibu sudah tidak tahan lagi emosinya yang membuat nurul langsung lari sprint dari pada kepalanya mendapat tampolan tangan sang ibu "dasar gak embak, adeknya sama aja. padahal aku hanya kuatir kepadanya.." gerutu sang ibu saat memikirkan nasib akan pertamanya itu "dan luka separah itu akan lama sembuhnya" kini hati sang ibu yang berbicara saat ia teringat betapa besarnya luka yang di derita tubuh warti "ya allah tolong lah lindungi anak anakku dari berbagai macam bahaya yang akan menghampiri mereka, aamiin" ya akhirnya karena tidak tahu harus melakuka apa lagi, sang ibu pun berdoa kepada tuhan karena hanya itulah yang ia dapat lakukan juga membuat hatinya merasa tenang.