
“cih kenapa mereka bisa takut kepadaku?” Tanya warti.
“itu wajar karena jubbah anda adalah jubbah yang di gunakan kesatria pemberani yang bernama bella dan bella terbunuh saat bertarung di medan perang dan sekarang anda muncul, jadi wajar mereka ketakutan..” jawab SP sehingga warti menatapnya “begitu, jangan aja mereka mengira aku adalah hantu bella” SP langsung tertawa kecil saat mendengar perkataan warti barusan. “hehehe Tapi kenyataannya begitu nona” sahut SP yang membuat mata warti langsung melotot “is ngeselin banget” gerutu warti.
“nona semangat ya, aku akan mendukung anda dan mengawasi anda dari sini” pinta SP yang membuat warti kembali menatapnya lalu tersenyum “terimakasih” setelah mengatakan itu warti langsung melepas pakaian yang menutupi jubahnya dan segera keluar dari ruangan itu tepatnya ia kembali masuk kedalam gladiator yang sebenarnya sehingga penonton yang tadi bersorak ria langsung terdiam dengan tatapan mata tidak percaya dengan apa yang telah mereka lihat.
“Isabella swan?” kata mereka berbisik namun karena terlalu banyak yang berkata warti mendengarnya “aku bukan Isabella swan, tapi robela seorang yang berhasil mendapatkan jubbah ini kembali. Dan sekarang aku ingin menantang para binatang buas itu, maka dari itu serahkan mereka kepadaku” jawab warti dengan lantang tanpa merasa takut sedikitpun.
Raja yang melihat sosok warti yang memakai jubbah kesatria nya langsung berdiri “lepaskan langsung ke tiga binatang buas itu, jika benar ya ia katakan pastilah ia akan menang melawan nya” pinta sang raja yang membuat prajuritnya patuh dan segera melaksanakan perintahnya “hah langsung tiga, gila jangan..” hati warti berteriak sehingga suara itu menggema di kepalanya namun warti tidak berkata sepatah pun karena ia takut jika merasa terpojok gagal lah misi 9 kali ini.
“Auu..” warti langsung terperanjat saat mendengar lolongan serigala itu sehingga ia reflek langsung melemparkan tombaknya kearah sumber suara itu “jleb” tidak hanya para penonton dan raja yang terkejut melihat serigala itu tertusuk tombak warti namun juga warti sendiri “mati.. dia langsung mati?” warti tidak percaya karena itu ia berkata begitu namun belum juga selesai dengan rasa terkejutnya tiba tiba terdengar suara gemuruh langkah kaki yang sangat besar hingga getaran di tanah mulai terasa “banteng…” teriak warti di dalam kepalanya sehingga tubuhnya langsung menghindar saat banteng itu hendak menyerangnya.
“ah alhamdulilah gak keseruduk” kata warti lirih merasa lega namun tiba tiba dari belakang ada se ekor singa jantan yang sangat besar menerkam warti “deg” jantung warti langsung berdebar kencang saat ia merasakan bahu kanannya terkoyak karena gigitan singa yang buas itu “ah sakit tahu” warti kesal karena itu ia berteriak hal itu kepada sang singa yang belum melepas gigitannya itu, karena merasa terpojok warti memanggil tombaknya sehingga kini tombaknya terbang kearahnya dan saat sudah di pegang tangan kiri warti langsung menusukan tombak itu ke kepala singa.
“mati kau..” teriak warti saat melihat singa itu akhirnya melepas gigitannya dan kini sekarat, terkapar di tanah yang gersang ini “bruk” warti tiba tiba langsung terduduk di tanah saat merasakan bahunya terasa nyeri dan perih. Meski sudah menggunakan jubbah tetap saja warti terluka “sial..” warti kesal harusnya ia jangan sakit dulu karena masih ada banteng yang belum mati dan alhasil pun yang ia takutkan terjadi.
Banteng yang melihatnya sekarat langsung berlari kencang ingin menyerangnya kembali dan bersamaan dengan itu warti kembali memanggil tombaknya “aku mohon tolong lah, jadi lah kuat seperti tadi..” ya itulah kelimat yang warti ucapkan didalam hatinya lalu dengan cepat warti segera berdiri dan melemparkan tombaknya itu kembali “cuss..” mata SP juga seluruh penonton yang menyaksikan itu terbelalak saat melihat tombak itu bercahaya biru dan langsung menambah kecepatannya sehingga tepat mengenai kepala banteng.
“pok.. pok..” mereka semua langsung tersadar saat mendengar suara tepuk tangan sang raja “para rakyat ku, berilah apresiasi kepada robela karena ia telah memberikan pertunjukan yang sangat bagus” pinta sang raja sehingga mereka semua bertepuk tangan dengan meriah sambil bersorak ria memanggil nama robela namun sayang warti yang sudah pingsan tidak akan pernah mendengar apresiasi sebagus itu dalam hidupnya.
Dan tidak berselang lama, raja dan para rakyatnya pun mulai menghilang yang bertandakan misi 9 ini telah selesai sehingga SP pun terbang menghampiri tuannya itu “nona..” panggil SP lirih namun warti tidak meresponnya dan setelah SP melepas pelindung kepala warti jubbah nya pun ikut terlepas dari tubuhnya yang membuat SP bisa melihat luka gigitan singa tadi “obat regenerasi” setelah SP mengatakan itu muncul cairan biru di botol kecil setelah membuka tutupnya SP langsung meneteskannya kedalam mulut warti.
Dan sisanya ia teteskan ke bahu warti yang terluka sehingga perlahan namun pasti darah yang masih mengucur desar itu mulai berhenti mengalir dan kulitnya mulai beregenerasi “nona selamat anda telah menyelesaikan misi di dystopia 9 ini” kata SP, meski ia tahu warti tidak mendengarnya namun SP tetap ingin mengucapkannya karena SP merasa senang karena tuannya berhasil menyelesaikan misi yang tidak sulit namun juga tidak mudah ini.
“lest go home!” kata SP dengan gembira lalu membawa warti yang sudah di naikan ke roket kembali ke realita, “hmm cuacanya masih buruk” kata SP karena laut teluk masih di terjang badai angin bercampur hujan beruntung mobilnya masih aman di tempatnya dan saat sudah masuk kedalamnya warti perlahan mulai membuka kedua matanya “SP.. lah ini dimana?” kata warti yang tampak terkejut saat terbangun “nona misi 9 udah selesai, selamat ya?” sahut SP yang membuat warti terperanjat.
“serius?” Tanya warti tidak percaya.
“iya nona, Cuma anda tepar beruntung tidak terlalu parah lukanya karena menggunakan jubbah” jawab SP yang membuat mata warti berbinar lalu dengan cepat ia langsung memeluk tubuh SP “alhamdulilah, makasih banyak SP..” kata warti ia senang sekali karena dikira hanya bercanda ponsel ajaibnya ini namun ternyata kenyataan “ah iya nona sama sama, tolong lepas gak bisa napas ini?” kata SP ia mulai pengap saat warti terlalu kuat memeluknya.
“hehehe maaf, habis aku senang sekali” kata warti lalu ia melepas SP dan meletakan kembali di sampingnya sehingga SP terkejut “nona menangis? Kenapa..” Tanya SP saat melihat bulir krystal bening itu berjatuhan dari kedua mata warti yang besar itu “iya, habis kalo terlalu bahagia. Aku gak bisa tertawa tapi malah nangis, terharu senang.. alhamdulilah pokoknya!” jawab warti dengan suara yang parau bahkan ia sampai senggukan.