Rich Girl With System

Rich Girl With System
Misi 7 siap


“aku tahu ibu banyak pikiran, karena itu nanti di sana kalo ibu cape bisa istirahat di rumah ku. Aku sudah menyewa rumah di Bandar lampung” pinta warti berusaha menenangkan hati ibunya yang meradang ini karena memikirkan jalan keluar dari masalah yang sedang di hadapi “ibu kalo gak mau pulang nanti suruh adik aja ya yang mengemasi barang, ibu jaga bapak di sini gak papa. Cuma aku mau pergi dulu ada urusan penting yang harus segera aku selesaikan” kata warti saat sang ibu sudah merasa lebih tenang.


“iya, tapi kamu hati hati ya?” sahut sang ibu akhirnya merelakan yang membuat warti merasa lega “oke siap ibu ku” setelah mengatakan itu warti benar benar pergi dan ia segera masuk kedalam mobilnya lalu mengambil SP “berubah lah sekarang, aku sedang butuh bantuan mu” pinta warti sehingga ponsel ajaib yang di pegang nya itu kini berubah menjadi robot kecil yang imut.


“nona anda menangis, ada apa?” SP terkejut saat melihat bulir Kristal itu berjatuhan di pipi tirus tuannya “ceritanya panjang, nanti aja. Sekarang aku butuh uang apa kamu bisa buka kan portal gamenya supaya hari ini menyelesaikan misi 7?” Tanya warti tampak gelisah “iya aku bisa nona” jawab SP yang membuat warti tersenyum lega “oke kemana kita harus berangkat?” Tanya warti lalu meletakan SP di bahunya “kita butuh waktu 30 menit menuju jalanan yang sepi nona” jawab SP, kini mobil sudah melaju dengan kecepatan sedang karena jalanan sedang di padati kendaraan beroda dua.


“misi kita apa tapi?” Tanya warti penasaran.


“hmm, membantu putri raja menjadi ratu penguasa” jawab SP.


“Hah, gimana itu maksudnya?” Tanya warti masih belum paham sehingga munculah di hadapan mereka sebuah singgah sana yang terbuat dari perak di hiasi permata dan mutiara “wah indahnya masya allah” kata hati warti karena tempat singgah sana itu tampak megah dan indah “ada dua pangeran saudaranya putri raja, tapi mereka jahat misi kita adalah menyingkirkan mereka saat penobatan sang putri karena jika ada mereka berdua putri akan gagal menjadi ratu dan itu akan berdampak sangat buruk bagi kerajaan dystopia 7 dan misi akan gagal total” jelas SP yang membuat warti mengerti.


“baik lah, lalu apa kelebihan kedua pangeran itu?” Tanya warti.


“pangeran albi memiliki kekuatan bela diri yang mumpuni jadi dia lihai bertarung jarak dekat sedang pangeran elbi punya kemampuan menggunakan panah jadi dia adalah petarung jarak jauh. Sedang putri raja dita purma punya kemampuan menyembuhkan luka tapi dia juga piawai menggunakan pedang” jawab SP panjang lebar ia menjelaskan kepada tuannya ini “lalu senjata kita apa?” Tanya warti “buka senjata” setelah SP mengatakan itu muncul di hadapan mereka sebuah golok berwarna silver “kenapa harus golok hmm..” guma warti sehingga SP menatapnya “anda jangan kecewa dulu nona, golok ini punya kemampuan menghancurkan senjata lawan anda” kata SP yang membuat warti melongo.


“karena anda adalah menggunanya maka golok ini sangat ringan tapi.. anda sudah tahu kan bertambahnya kuat senjata anda maka energy yang anda gunakan semakin banyak” jawab SP.


“iya aku tahu itu, tapi aku gak boleh mati di level ini. Aku harus tetap hidup, aku butuh uang 2 milyar lebih untuk membayar biaya pengobatan bapak ku” sahut warti akhirnya memberitahu SP tentang keadaan sulit yang menimpanya “ayah anda separah itu sakitnya?” Tanya SP hati hati yang membuat kepala warti mengangguk samar “bapak ku sudah komplikasi, tapi karena dia perokok akut jadi terkena kangker paru paru. Besok akan di rujuk ke rumah sakit abdul muluk jadi hari ini kita harus selesai misinya biar besok mengantar ibu dan adikku, mereka akan tinggal di rumah kita” jawab warti yang membuat SP mengerti.


“iya tidak apa apa nona, semangat ya? Aku akan selalu membantu anda” pinta SP yang membuat warti tersenyum “terimakasih banyak” kata warti dengan tulus. Dan tidak lama kemudian mobil pun berhenti di pinggir jalanan yang sepi karena hanya ada pohon kopi di pinggir kanan dan kirinya sisi jalan “open” setelah SP mengatakan itu terbuka lah portal pintu dimensi sehingga mereka segera masuk kedalam dunia pararel itu “wah, kenapa ya setiap temanya negeri kerajaan pasti sekeren ini hmm. Masya allah..” guma warti, ia lagi lagi terpesona dengan ke indahan kerajaan dystopia 7 ini begitu asri dan di tengah tengah kota di situlah bangunan istana yang megah hingga terlihat di puncak bukit yang kini sedang warti pijaki.


“rencana mu gimana?” Tanya warti karena ia bingung.


“kita ganti pakaian dulu nona” setelah mengatakan itu tiba tiba jubbah putih terpasang di tubuh warti sedang SP berdiri di bahunya “udah ganti nih, sekarang apa?” Tanya warti lagi lalu ia duduk di tanah sedang SP berdiri di hadapannya “nanti akan ada pertemuan besar di istana, raja dan para perdana menterinya akan berkumpul di ruang rapat yang ada di istana. Kita harus menyamar jadi saudagar kaya yang akan ikut di undang dalam acara tersebut, karena itu sekarang kita ke pasar dulu untuk beli baju bagus dan lihat kondisi kota” jawab SP menjelaskan rencananya yang membuat kepala warti manggut manggut “oke lah gas ken” akhirnya mereka berdua pun turun ke kota menggunakan kuda berwarna putih susu yang SP ciptakan.


Sesampainya di pusat kota, mereka langsung menuju ke toko baju “baju apa ini yang mau di beli?” kata warti lirih, ia bingung karena pakaian yang di per jual belikan adalah pakaian khas minang, berarti jika ini adalah dunia nyata lokasi mereka sekarang ada di kota padang. Karena keasikan memilih baju warti tidak sengaja menabrak seorang pria dari belakang “eh maafkan saya” warti gugup langsung berkata begitu yang membuat pria itu terkejut “apo maksudnya iko?” warti langsung melongo mendengar penuturan kata sang pria itu.


“lah kok bahasa padang mana ngerti aku?” warti kebingungan sendiri karena itu ia berkata begitu dalam hatinya, dan karena panic warti hendak berlari namun sang pria itu tidak tinggal diam “tunggu, jan pai adang adang” kata pria itu namun warti tidak menggubrisnya, ia terus berlari dan “bruk” ia kembali menabrak seorang pria yang tiba tiba muncul di hadapannya “ah sial banget” keluh warti ia langsung berdiri dengan cepat lalu berlari lagi “SP senjata ku” pinta warti sambil berlari “tangkap gadih tu..” teriak dua pria itu namun saat bersamaan golok warti langsung muncul dan ia ambil “ah tapi mustahil juga jika aku melawan mereka di keramaian begini” warti kembali berkata dalam hatinya.