
‘’Hehehe bercanda loh gitu aja udah emosi, tapi makasih loh kau sudah datang coba kalo gak ramuan itu gak akan sempurna tanpa darah serigala mu’’ Pria bermata biru itu langsung tersenyum ramah dan tatapan matanya hangat namun sang gadis tampak acuh ‘’Hanya 1 tetes, itu tidak berarti apa apa, ya sudah aku pergi. Aku juga harus mengurus peliharaan ku..’’ Selesai mengatakan itu gadis cantik itu pun menghilang begitu saja membuat pria bermata biru itu tersenyum tipis.
‘’Ada empat mata terkuat di odd eye, dan yang kedua adalah mata ku ini tapi kau juga bukan lah musuh yang mudah di kalahkan serigala ku’’ kata si pria bermata biru itu saat memikirkan kekuatan yang di miliki oleh si gadis cantik patner sekaligus rivalnya itu.
Malam telah tiba, namun Warti masih tetap terjaga ia pun memutuskan untuk keluar dari rumahnya. Kini ia sedang duduk di kursi taman belakang rumah “Aku tidak tahu apa lagi yang akan terjadi setelah ini?’’ kalimat itu menggema di kepalanya, sungguh bukan tidak senang Warti mendapat uang banyak dan ia baru juga dapat 1 milyar untuk hadiah kemenangan misi 10 namun Warti takut ia akan kehilangan jati dirinya.
Karena kekuatan mata yang ia miliki sangat mematikan dan ia yakin suatu saat kekuatan itu akan meledak juga meski Warti ingin menahannya. ‘’Nona kenapa anda belum tidur?’’ suara SP menggema di telinga Warti karena ponsel ajaibnya itu sedang berubah menjadi robot dan kini sedang duduk di samping Warti ‘’Aku ingin menelepon ibu besok pagi, lalu menjenguk ayahku’’ Kata Warti yang membuat SP menganggukkan kepalanya ‘’Ya sudah yuk tidur?’’ Ajak SP namun kepala Warti segera menggeleng.
‘’Sana kau istirahat, aku masih ingin di sini jangan ganggu aku!’’ Nada bicara Warti memang rendah namun ia sedang mengusir SP secara halus ‘’Baik lah aku akan tidur, anda jangan terlalu lama begadangnya’’ Selesai mengatakan itu SP langsung terbang dan meninggalkan Warti yang masih tertelan oleh kesepian yang mendalam, kesunyian ini benar benar mengingatkannya tentang masa dimana ia selalu sendiri di masa dulu.
‘’Ya allah, sungguh aku takut. Tapi aku tidak ingin berhenti sampai misi ini selesai tetap jaga aku jangan ada masalah yang memberatkan hati dan diri ku ya allah aku mohon Kabul kan lah doaku. Aamiin..’’ Warti tersenyum selesai berdoa, ia memang selalu merasa takut namun seketika ia akan menjadi lebih tenang saat ia teringat kepada tuhannya dan kematian pasti akan datang meski tidak tahu kapan itu namun Warti yakin semua ini akan berakhir.
Warti akhirnya memutuskan kembali ke rumahnya sehingga seorang pria yang sedari tadi mengawasinya tersenyum kecil ‘’Pikiran mu terhubung kepada ku, jangan kuatir setelah ini akan banyak hal yang membuat mu lebih kuat dan sedikit terluka bukan masalah kan. Karena sekarang takdirmu adalah menjadi warrior’’ Selesai mengatakan itu, pria bermata biru itu menghilang begitu saja seolah ia adalah dedaunan kering yang di terpa angin sehingga ia melayang bebas di angkasa dan mendarat di tempat yang entah itu dimana? Yang pasti dia akan selalu ada dan di dekat warti karena gadis pemberani itu sudah menjadi bagian dirinya.
‘’Nona bangun..’’ Suara SP samar samar terdengar mengusik kesadaran Warti sehingga Warti mulai membuka kedua matanya ‘’Nanti 1 jam lagi, lagian aku kan lagi M’’ Kata Warti dengan suara serak karena ia masih sangat mengantuk sekarang ‘’Ih tapi nona ini sudah jam 9 pagi’’ Mata Warti langsung melotot bahkan ia langsung terduduk mendengar perkataan SP barusan ‘’Serius udah jam 9?’’ Tanya Warti yang membuat SP tersenyum ‘’Bercanda hehehe, ini udah jam 11 siang!’’ Jawab SP yang membuat Warti tercengang bahkan sampai ia tidak bisa berkata apa apa lagi ‘’Ah serius dulu, kenapa selama itu aku tertidur aku harus mandi. Siapkan sarapan’’ Warti langsung berlari kearah kamar mandi setelah berkata itu sehingga SP tertawa kecil melihat tingkah lucu tuannya itu.
‘’Hehehe dasar nona kikuk, hmm makan nasi urap sepertinya sehat. Aku pe.. Eh tapi inikan sudah jam 11, ya udah aku pesankan nasi padang aja deh’’ setelah selesai berpikir SP pun segera memesan makanan itu di gofood lalu tidak lama kemudian Warti pun sudah selesai mandi dan berpakaian sehingga kini mereka berkumpul di dapur ‘’Aku ingin nelpon ibu ku’’ Kata warti sambil sesekali ia melahap nasi padang itu sehingga SP menelepon adik warti melalui ponsel tuannya ini.
‘’Waalaikum salam, dek gimana kabarmu dan kabar ibu?’’ Tanya warti senang.
‘’Baik mbak, Cuma ya itu kita belum bisa pulang karena masih banyak urusan’’ Jawab nurul.
‘’Emang urusan apa sih kok lama banget?’’ Tanya warti lagi.
‘’Banyak keluarga kita yang hajatan, nikah lah sunatan lah jadi rewang terus kita’’ Jawab nurul yang membuat Warti tersenyum ‘’Oalah begitu, iya udah deh. Itu tadi di rekening ibu udah aku kirim uang 100jt ya, bilang ibu hati hati menjaga kartu atm nya dan kau juga jangan sungkan minta uang ke ibu tapi jangan boros. Salam buat ibu jaga kesehatan dan cepat pulang kalian berdua aku kangen’’ Kata Warti panjang karena memang ia ingin berbicara tentang hal itu ‘’Iya ndok terimakasih, kau juga hati hati ya di sana jaga kesehatan mu’’ tiba tiba suara sang ibu terdengar di ponsel warti yang membuat nya tersenyum kegirangan karena akhirnya bisa mendengar suara ibunya tercinta.
‘’Iya ibu siap deh aku akan semangat menjaga kesehatan ku hehehe’’ Jawab Warti ceria yang membuat adik dan ibunya tersenyum di sebrang sana ‘’Ya udah ndok ibu matikan ya, ini mau rewang lagi?’’ Tanya sang ibu ‘’Oke ibu’’ setelah mengatakan itu terputus lah panggilan mereka yang membuat warti saling bertatapan dengan SP.
‘’Katakan misi kita selanjutnya apa?’’ Tanya warti yang membuat SP terkejut ‘’Eh bukan kah anda ingin menjenguk ayah anda dulu?’’ Tanya balik SP ‘’Jelaskan dulu apa misi kita hari ini?’’ Kata Warti sehingga kepala Sp mengangguk samar ‘’Misi kita itu tergabung nona, tidak terpisah lagi seperti misi 1 sampai misi 10 yang terpisah. Misi 11 hingga misi 20 kini di satu tempat, tepatnya di sebuah kota yang di kuasai oleh zombie!’’ Jawab SP yang membuat warti mengangguk mengerti.
‘’Lalu misinya gimana?’’ Tanya warti lagi ia meminta penjelasan lebih ‘’Jadi di misi tersebut kita harus menemukan anti virus yang posisinya di sembunyikan. Ada 10 kota yang di kepung dan salah satu kota itu ada tempat anti virus itu kita harus mencarinya baru setelah ketemu kita harus menghancurkan wadah anti virus itu di permukaan tanah yang luas supaya bisa menyebar dan zombie pun akhirnya mati semua’’ Jawab SP yang membuat kepala Warti mengangguk lagi karena ia mengerti sekarang ‘’Terus senjata kita apa?’’ Tanya warti lagi yang membuat SP langsung berkata ''Bukan senjata’’ lalu muncul lah sebuah gambar senapan yang panjang berwarna biru.