Rich Girl With System

Rich Girl With System
misi 6 selesai


“dia sudah mati nona” kata SP saat melihat warti membeku, menatap kosong wajah andini yang tersiksa itu dan tiba tiba perlahan namun pasti tubuh andini mulai menghilang “kua bilang dia akan sembuh jika berendam di telaga ini?” Tanya warti ia terdengar sangat marah sekarang “itu benar, namun saat rasa sakit itu membuat nya menyerah untuk melawannya air ini tidak berfungsi sama sekali” jawab SP tenang karena memang begitu keyataannya membuat warti langsung terdiam, lalu ia merasakan sesuatu mulai mendekatinya sehingga dengan cepat warti mengambil celuritnya dari sarungnya yang terpasang di punggungnya.


“tring” warti berhasil menangkis pisau yang tersambung oleh rantai itu lalu warti berlari menuju daratan “mereka ada disini nona” kata SP yang mendapat anggukan kepala warti “waktunya mencoba kekuatan senjata ini” warti langsung memengang kedua celuritnya saat melihat sang raja bersama prajuritnya “raja dewangga aku me…” belum juga warti selesai berbicara, sang raja sudah berdiri tepat di belakangnya sehingga membuatnya tersentak kaget.


“jadi kau yang sudah merusak senjataku” suara besar itu begitu terdengar jelas di telinga warti sehingga warti langsung membalikan badan dan menyerangnya namun sayang sang raja sudah menghilang.


Karena merasa terpojok warti langsung memegang tubuh SP lalu ia berlari menuju pepohonan “nona apa yang anda lakukan?” Tanya SP tidak mengerti “SP kau benar dia sangat kuat, sekarang buatkan aku roket biar kita bisa terbang” pinta warti, meski SP merasa keheranan namun ia langsung melaksanakannya “bagus, sekarang saatnya eksekusi ide gila ini” setelah mengatakan itu warti langsung terbang bersama SP sehingga sang raja langsung melemparkan pisau nya itu yang langsung di babat oleh celurit warti lalu warti melemparkan celurit yang di pegang tangannya itu.


“jadi lah boomerang, saat dia mendekatiku” kata hati warti saat celurit itu terlepas dari tangan kanannya dan benar saja raja dewa langsung menghilang sehingga warti langsung mendarat tepat di hadapan para prajurit lalu celurit yang di pegang tangan kirinya langsung ia angkat “bunuh mereka semua” kata warti sehingga saat celurit itu ia lemparakan menjadi pusaran api biru yang menyala dan apapun yang celurit itu kenai maka akan terbakar sehingga para prajurit pun terbunuh.


“huh huh huh” napas warti mulai tersengal saat ia kehilangan banyak tenaga “kau lancang sekali, dasar bajingan kecil” suara sang raja terdengar jelas sehingga warti tersenyum tipis saat ia membalikan tubuhnya “jleb” SP tersentak kaget saat tuannya itu dadanya tertusuk pisau sang raja “mati kau raja brengsek” tentu sang raja yang tadinya senang karena berhasil melukai warti kini tampak terkejut karena perkataan warti barusan “sring..” warti tersenyum kalu saat celuritnya kembali dari belakang tubuh sang raja dan dengan cepat tanpa sang raja sadari sudah menyayat tubuh sang raja sehingga tubuh sang raja meleleh karena terbakar api biru celurit warti.


“bruk” namun bersamaan dengan itu tubuh warti pun ikut terjatuh ketanah karena ia juga mendapat luka yang sama sakitnya “nona..” SP buru buru terbang kearah tuannya itu lalu mencabut pisau dari dada warti “ah..” seketika warti langsung memuntahkan darah segar dari mulutnya yang membuat SP semakin panic “obat penawar rasa sakit” setelah SP mengatakan itu muncul sebotol kecil cairan obat yang langsung SP ambil lalu membuka tutupnya “nona buka mulut anda, ayo minum obat ini..” pinta SP sehingga warti segera melaksanakannya dan di teguk lah obat itu yang membuat SP merasa lega sedikit.


“kamu lebay banget sih” tentu SP langsung melongo saat mendengar suara warti barusan “eh nona sudah tidak sakit lagi?” Tanya SP iya memperhatikan tubuh warti yang kini sudah bisa berdiri tegak “udah dong..” jawab warti lalu ia mengintip sedikit tengah dadanya yang tadi tertusuk sudah tidak ada bekas luka sama sekali “hore..” tentu warti terkejut saat SP yang tampak bersuka ria itu langsung memeluknya “selamat anda berhasil lagi nona” kata SP di dalam pelukannya yang membuat warti tersenyum lalu membalas pelukan ponsel ajaibnya itu.


“iya alhamdulilah, makasih banyak sudah membantuku SP” sahut warti lalu mereka berhenti berpelukan dan saling menatap “hahaha” tiba tiba mereka tertawa bersama karena merasa senang lalu mereka pun menepi dan kini sedang duduk di bawah pohon yang rindang “SP kok bisa sih ada telaga gituan yang bisa menyembuhkan luka?” Tanya warti setelah ia mengenakan jaket yang di buat oleh SP “setiap level yang ujungnya angka 6 akan ada sebuah telaga yang berfungsi untuk meregenerasi tubuh seperti yang anda alami dan ada yang mendetok racun dalam tubuh. Nanti di level 16 akan ada telaga macam beginian nona” jawab SP yang membuat kepala warti manggut manggut.


“eh aku mau Tanya lagi, emang waktu di dunia pararel ini sama kayak di realita?” Tanya warti penasaran.


“sama nona, jadi sekarang mungkin sudah malam karena kita hampir 5 jam lebih di dystopia 6 ini” jawab SP “oh gitu. SP aku beneran dapat uang 600 jt?” Tanya warti lagi yang membuat SP menatapnya lalu tersenyum “ya beneran lah nona, bahkan uangnya sudah aku transfer kerekening anda” jawab SP yang membuat mata warti berbinar lalu ia tersenyum “berarti kalo berhasil menyelesaikan misi lagi dapat 700 jt ya, wah bisa kaya beneran ini aku” kata warti sudah mulai membayangkan betapa banyaknya uang yang ia dapatkan.


“itu benar nona, tapi di sistem pemandu hanya ada level 1 hingga 100. Setiap berhasil menyelesaikan level 10, 20, 30 hingga 100 maka anda akan dapat 1 milyar dan jika berhasil menyelesaikan level 11 sampai 99 maka uangnya akan di tambah 100 jt. Contonhnya kalo anda berhasil nanti menyelesaikan level 11 berarti anda mendapat 200 jt namun di level yang ujung 9 anda hanya akan mendapat 900 jt karena untuk membayar telaga biru sebagai obat penyembuh tubuh anda di pertengahan antara dystopia. Jadi intinya jika anda semakin naik level nya semakin banyak dapat uangnya” jelas SP panjang lebar kali tinggi yang tidak sia sia karena warti sang tuan mampu memahaminya dengan baik.