
“bagaimana bisa inyo menangkis serangan aden” elbi di buat terkejut juga kebingungan karena golok warti sanggup menghancurkan anak panahnya “mati kau” teriak warti saat tiba tiba ia sudah di hadapan elbi lalu menusuk dada elbi yang membuat sang pangeran itu langsung terduduk bersimpuh di hadapan warti yang juga banyak mendapat luka saat bertarung dengan albi tadi dan tiba tiba tubuh elbi pun menghilang.
Yang membuat berakhirnya pertarungan sengit ini dan saat warti menoleh kearah sang putri “untung lah anda tidak apa apa..” saat warti mengatakan itu tiba tiba tubuhnya mulai kehilangan keseimbangan dan saat akan terjatuh dengan sigap sang putri langsung memeluknya “tarimo kasih” kata sang putri namun warti tidak bisa meresponnya karena warti benar benar kehilangan kesadarannya sehingga SP langsung menghampiri mereka.
“putri tolong berikan ubek iko kepada tuan den” pinta SP saat ia memberikas sebotol kecil cairan berwarna biru sehingga putri langsung membuka paksa mulut warti dan di teteskannya cairan obat itu kelumut warti. Saat sudah habis perlahan namun pasti luka sayatan pedang yang warti derita mulai beregenerasi dan sembuh total karena itu lah juga mata warti perlahan terbuka.
“awak hidup kumbali” kata sang putri tampak senang.
“ah iya terimakasih” sahut warti tampak kikuk yang membuat SP dan putri tersenyum.
“tuan putri anda di panggia rajo” tiba tiba ada segerombol prajurit datang lalu berkata begitu yang membuat putri berdiri sehingga warti mengikutinya “anda akan di angkek menjadi ratu, salamaik putri” kata SP saat ia sudah berdiri di bahu warti “tarimo kasih” sahut sang putri, sehingga matinya kedua pangeran saudaranya membuat sang putri raja dita purma pun di angkat menjadi ratu penguasan dystopia 7 sehingga berakhirnya misi yang berhasil di selesaikan ini.
Kini mobil sudah melaju di jalanan menuju rumah, “sekarang masih jam 7 malam, gimana kalo kita langsung pergi ke misi 8?” Tanya warti yang tentu membuat SP terkejut “pintu portal game nya hanya terbuka 1 kali sehari nona” jawab SP jujur, yang membuat warti terdiam lalu menganggukan kepala pelan “di atm ku sudah ada 700 jt, berarti kurang 800 jt lagi” kata hati warti, ya warti harus siap untuk besok. Entah apa lagi yang akan di hadapinya di misi 8 warti tidak akan menyerah karena ia bertaruh nyawa demi lancarnya operasi sang ayah supaya tetap sembuh.
“nona..” panggil SP lirih yang membuat warti langsung menatapnya “iya ada apa?” Tanya warti “anda tidak lapar?” mendengar pertanyaan itu warti hanya tersenyum “lapar lah, tapi makannya dirumah aja deh” jawab warti sehingga SP langsung menambah kecepatan mobilnya supaya tuannya ini tidak terlalu lama lagi menahan lapar “halo ibu..” kata warti saat menelepon ibunya “kamu kemana aja toh, kok belum pulang?” Tanya sang ibu kuatir “hehehe tadi ada urusan penting banget bu tapi sekarang aku udah hampir sama rumah kok, ibu dan adik udah pulang kan?” kata warti menjelaskan secara singkat.
“iya kami sudah pulang tapi ibu bentar lagi akan kembali ke rumah sakit, karena udah selesai berkemas ini” sahut sang ibu “nona kita sudah sampai” kata SP yang membuat warti langsung keluar dari mobil dan mengetuk pintu rumahnya “ibu aku sudah di depan nih” kata warti ia sengaja tidak mematikan teleponnya sehingga tidak berselang lama sang adik pun membukakan pintu lalu warti masuk kedalam.
“sudah jangan banyak Tanya mbak, ini makan lah dulu biar kamu gak sakit maag” pinta sang adik yang sudah menghampirinya dengan membawa sepiring nasi yang di kecapi “terimakasih” warti menurut setelah mengatakan itu ia langsung melahapnya sedang sang ibu dan adiknya hanya memperhatikannya dan saat sudah selesai makan warti berbalik menatap mereka secara bergantian.
“katakan dengan jujur, sebenarnya kau ini dapat uang dari mana?” Tanya sang ibu, nada suaranya datar membuat warti terdiam sesaat menatapnya lalu tiba tiba warti berdiri “tunggu sebentar” selesai mengatakan itu warti langsung berlari dan kembali masuk ke mobil “loh nona ada apa..” warti tidak menggubris pertanyaan SP, ia langsung membawa ponsel ajaibnya itu masuk kedalam rumah lalu di perlihatkannya kepada ibu dan adiknya.
“kau bahkan punya robot kecil yang imut?” kata sang adik heran.
“ah benar kah aku imut?” SP yang di sanjung tampak kegirangan membuat warti menatapnya sadis “eh maaf nona, halo ibu, adik aku adalah SP sistem pemandu kekayaan. Dan nona wartiyah ini adalah tuan ku jadi di dalam diriku ini ada misi yang jika terselesaikan misinya nona warti akan dapat hadiah uang jadi itulah sumber penghasilan nona warti” jelas SP tentang dirinya sekaligus memperkenalkan dirinya kepada keluarga tuannya ini.
“apa maksudnya ini war?” Tanya sang ibu tampak marah karena nada suaranya tinggi “ya dia adalah patner ku bu, bermain game yang sangat seru dan menantang jika berhasil menang menyelesaikan misi dapat uang. Karena itulah tadi aku pergi untuk menyelesaikan misi dan sekarang aku sudah berhasil mendapatkan uangnya” jawab warti tetap tenang karena ia pun memaklumi bagaimana perasaan sang ibu yang sama dengan dirinya di awal bertemu SP, tidak percaya namun itulah kenyataannya sehingga warti menerimanya sekarang.
“yang di katakan nona benar ibu, karena aku memang sistem secanggih itu dan pencipta ku adalah salah satu orang terkaya di dunia” sahut SP yang tidak hanya membuat sang ibu dan adik terkejut namun juga warti “siapa yang menciptakan kamu?” Tanya sang ibu “aku tidak boleh memberitahu anda ibu bahkan nona pun tidak aku beritahu, aku hanya di gunakan untuk membantu seorang yang tulus dan baik hati seperti nona ku ini” jawab SP lalu menunjuk kearah warti.
"ya aku gak sebaik itu. Bu aku sudah jelaskan kepada ibu sekarang ibu sudah percaya kan dan tidak kuatir lagi?" tanya Warti hati hati "tapi uang nya halal kan dan kamu tidak terluka kan?" tanya balik sang ibu yang membuat Warti sumringah "lihat aku baik baik saja Bu, dan memang aku agak kurusan sih hehehe" jawab Warti santai lalu tertawa renyah yang mengundang senyum di bibir ibu dan adiknya.