Rich Girl With System

Rich Girl With System
Lest go


Setelah selesai beribadah, warti pun keluar dari kamar langsung menuju ke dapur “wah masak apa nih?” warti tampak senang saat melihat banyak makanan yang terlihat lezat tersaji di atas meja “ndok duduk lah, makan lah yang banyak karena kau kurusan” sang adik langsung tertawa saat mendengar perkataan sang ibu sedang warti langsung cemberut “ais di gendut kan salah, kurus dikit salah. Sebel…” gerutu warti lirih namun hal itu di dengar oleh adik dan ibunya “ya ibu gak mau kamu kurusan karena kurang makan, jadi ibu memasak bahan makanan yang ada di kulkas mu” sahut sang ibu yang membuat warti menghela napas dengan berat.


“ha ah iya lah, gimana tidur ibu dan adik nyeyak gak?” Tanya warti lalu melahap nasi dan lauk dari sendoknya “kita kepanasan..” jawab sang adik terlalu jujur yang membuat warti melongo “ah iya lupa, kipasnya kan ada di kamar ku. Maaf kan aku…” kata warti merasa menyesal padahal kipas di kamarnya tidak di pakai karena ia sudah terbiasa dengan udara panas di kota penghasil kopi ini.


“iya lah tak apa apa, santai aja ya kan bu?” sahut sang adik.


“iya benar, ndok setelah ini kamu mau ngapain?” Tanya sang ibu yang membuat warti menatapnya lalu ia tersenyum “udah pasti akan menyelesaikan misi lah, biar dapat uang lagi” jawab warti dengan jujur sehingga kepala sang ibu dan adik mengangguk “hati hati ya” pinta sang ibu yang membuat kedua tangan warti langsung mengacungkan jempolnya sambil kepalanya manggut manggut karena mulutnya masih penuh makanan.


“ibu benar, kau tetap harus hati hati mbak. Aku doakan yang terbaik jadi semoga allah melindungimu” kini giliran sang adik yang berkata “aamiin..” jawab warti dan ibunya bersamaan. Dan selesai mereka sarapan pagi dan bersiap siap, warti pun mengantarkan mereka berdua ke rumah sakit sebelum warti pergi ke portal game di buka “kemana kita pergi nih?” jawab warti tampak antusias meski di dalam hatinya ia masih was was karena level 9 lebih sulit lagi, ya karena manusia biasa warti tetap mempunyai rasa takut yang besar. Itu wajar namun warti juga punya semangat dan tekad yang tinggi juga besar jadi mampu mengalahkan rasa takutnya itu.


“laut teluk..” jawab SP singkat yang membuat warti menatapnya “yang ombaknya tinggi itu?” Tanya warti lagi sehingga SP mengangguk samar “benar nona, dan berhubung hari ini cuaca sedang buruk jadi poetalnya terbuka di sana karena sepi pengunjung” jawab SP lagi sehingga warti mengerti “oke gas lah” pinta warti sehingga SP langsung menambah kecepatan mobilnya supaya segera sampai ke tujuan “ya allah tolong lah, bantu aku untuk bisa menyelesaikan misi kali ini supaya aku bisa melunasi hutang hutang ku. Aamiin” warti berdoa di dalam hatinya dan karena yakin warti lebih tenang sekarang karena doa sudah ia panjatkan dan sekarang waktunya untuk menjalan kan misinya.


“misi kita ngapain?” Tanya warti.


“bertarung melawan singa” jawab SP sehingga warti langsung melongo “singa? Kenapa harus singa?” Tanya warti heran “nona takut singa?” Tanya SP terdengar aneh namun kepala warti langsung mengangguk “ya kau gila, sebagai manusia biasa aku juga takut sama binatang buas..” jawab warti lalu tangannya menyentil kepala SP karena kesal “nona jangan lakukan itu lagi sakit tahu” warti tuba tiba langsung tertawa kecil saat mendengar keluhan SP barusan “hehehe, aku kira kau Cuma besi ternyata kau selemah itu hmm bisa merasakan sakit” tentu SP langsung cemberut saat warti mengatakan hal itu.


“anda menghina ku?” Tanya SP tidak suka.


“ya nona berhenti, atau aku batalkan misi ini?” namun sepertinya perkataan SP kali ini sangat salah karena perubahan ekspresi wajah warti menjadi menyeramkan saat selesai mendengar perkataan itu “kau berani melakukannya aku banting kau hingga hancur jadi debu” rasanya telinga SP seperti baru saja di sambar petir sehingga membuatnya tersentak kaget karena perkataan warti yang mengerikan itu “eh jangan lah nona, kan anda sayang sama saya..” pinta SP ia mulai panic sendiri karena warti belum juga merubah ekspresi wajahnya yang sangar itu.


“ayo lah nona jangan menatapku begitu, itu sangat menakutkan..” keluh SP sehingga warti langsung tertawa lepas saat melihat ekspresi takut ponsel ajaibnya itu “hahaha bercanda loh SP ku, aku gak mungkin akan melakukan itu karena kau adalah keluarga ku” setelah mengatakan itu warti langsung memeluk tubuh SP sehingga ponsel ajaibnya itu merasa lega karena warti hanya berpura pura marah kepadanya.


“terimakasih banyak nona” kata SP lalu tiba tiba warti berhenti memeluknya dan di tatapnya dalam dalam mata SP yang bercahaya biru itu “singa nya banyak enggak dan pasti sangat kuat” Tanya warti karena ia sebenarnya masih memikirkan misi 9 kali ini “singa nya Cuma ada 1 nona, tapi anda mungkin sebelumnya sudah pernah dengar tentang gladiator yang ada di Negara italia di mana pada zaman dahulu ada sebuah pertunjukan antaran pertarungan manusia dengan binatang buas?” jelas SP yang membuat warti menganggukkan kepalanya.


“ya aku pernah mendengarnya..” sahut warti, beruntung ia dulu adalah penggemar anime saint seiya sehingga warti tahu banyak tentang situs dunia meski di sajikan dalam sebuah film “nah nanti nona akan menjadi petarungnya, ada 3 binatang yang harus anda kalahkan. Serigala, banteng dan yang terakhir adalah singa jika anda berhasil mengalahkan mereka maka selesai lah misi 9 ini” jelas SP lagi namun kali ini warti langsung tampak terkejut tetapi tiba tiba ia tersenyum “ya allah tolong bantu aku menyelesaikan misi 9 ini, aamiin” setelah hatinya mengatakan doa itu.


“baik aku mengerti, tapi apa nih senjata kita?” Tanya warti lagi karena ia merasa butuh senjata terbaik untuk bisa menyelesaikan misi ini “buka senjata” setelah mengatakan itu muncul di hadapan mereka berdua sebuah gambar tombak runcing bermata 2 berwarna silver “tombak? Hanya tombak?” Tanya warti ia tampak kurang senang sehingga SP menatapnya heran “nona ragu sama senjata kita?” Tanya balik SP sehingga warti langsung tersenyum canggung “aku gak pernah menggunakan tombak jadi aku gak tahu cara mengendalikannya” jawab warti sehingga kepala SP manggut manggut.


“nona tenang saja, tombak ini sangat ringan dan tajam. Seperti biasa anda hanya perlu tenaga dalam untuk mengendalikannya..” kata SP memberitahu kelebihan senjatanya kali ini.


“apa energy ku akan cepat habis, seperti sebelumnya?” Tanya warti penasaran.