Pembalasan Demi Sang Ibu

Pembalasan Demi Sang Ibu
teka teki desa jurang dalam


"Lia?" panggil Alfi ketika matanya sudah terbuka sempurna.


Namun kenyataannya Lia sedang tidak ada di gubuk itu. Alfi bangkit dan meraba bagian kepalanya.


"lengket, apa ini?" tanya Alfi sembari menarik kembali tangannya.


"haa? darah? kenapa kepala gue berdarah? apa jangan-jangan ada yang terluka di bagian kepala?" Alfi bertanya-tanya.


Alfi kembali meraba kepalanya, dan menelusuri setiap inci bagian kulit kepala nya. dia mencari luka yang menyebabkan kepalanya berdarah.


"tidak ada yang luka ataupun yang sakit," gumam Alfi mendongak kan kepala ke arah langit2 gubuk.


"aaaarrrgggggg" Alfi berteriak kencang.


pasalnya satu sosok makhluk halus sedang menyeringai menatap Alfi dengan mata yang melotot, di tambah lagi dari mulutnya meneteskan cairan kental berwarna merah kehitaman.


Alfi yang ketakutan spontan berlari ke luar gubuk, nafasnya berderu tak beraturan. setelah cukup jauh berlari akhirnya Alfi berhenti untuk mengatur nafas nya.


"demit macam apa itu?" gumam Alfi dengan wajah pucat pasi.


"huekkk" seketika cairan dari mulut Alfi keluar.


mengingat wujud hantu itu membuat Alfi merasa jijik sekaligus merasa takut.


"dimana ini?" akhirnya Alfi menyadari kalau dia sudah terlalu jauh berlari, dan sekarang dia tidak tahu sedang berada dimana.


sedangkan Lia yang tengah mencari makanan di hutan merasakan firasat yang tak enak terhadap Alfi. dia segera kembali ke gubuk dan mendapati Alfi sudah tidak ada di sana.


"Al?" seru Lia.


"kamu dimana sih Al?


"jangan main petak umpet dong, ini aku bawain buah-buahan untuk pengganjal perut" ujar Lia mencari Alfi di sekitar gubuk. tapi nyatanya Alfi memang sudah tidak ada di sana.


"gawat, seperti nya Alfi pergi dari tempat ini. nyawa dia dalam bahaya, aku harus segera mungkin menemukan nya" gumam Lia.


"sial, sebentar lagi malam. Al kamu dimana sih? ayo lah Al" ujar Lia terus berharap bisa menemukan Alfi.


sore pun telah berlalu, sekarang malam pun telah tiba, Alfi masih mondar mandir di tempat yang sama, berharap Lia bisa menemukan nya. di saat Alfi sudah putus asa dia mendengar beberapa suara orang bercengkrama dengan lembut.


seketika bibir Alfi terangkat, tersenyum, dia berfikir ada seseorang yang bisa membantunya. dia lupa kalau saat ini masih berada di kawasan jurang dalam yang sangat angker.


Dengan langkah perlahan Alfi mencari tau arah dari sumber suara itu, dan benar saja dalam jarak beberapa meter Alfi bisa menemukan tiga orang perempuan sedang duduk di atas batu sambil bercerita-cerita. Penampilan wanita itu sangat terlihat kuno sekali. Mereka menggunakan kebaya dan kain jarik yang melilit pinggang mereka. Di tambah lagi rambut mereka di tata seperti sanggul zaman dahulu.


Alfi segera melangkah mendekati mereka, tapi ketika jarak sudah dekat, tangan Alfi di sambar oleh seseorang dan menarik Alfi dengan sangat kasar. Alfi sontak kaget dan syok melihat wanita tua yang menyeramkan itu kembali dan menyeret tangannya.


"tolonggggg" teriak Alfi sambil melawan tarikan demit itu.


ketiga wanita itu menoleh ke arah Alfi, tatapan mereka membuat nyali Alfi menciut dan Alfi ketika terdiam. Alfi di buat serba salah, di sisi nya ada wanita tua dengan kepala putus di tangan nya, sedangkan di sisi lain ada tiga wanita yang menatapnya dengan tatapan kelaparan.


"berikan dia kepada kami!" perintah salah satu wanita dengan kebaya coklat.


wanita tua itu tertawa "dia adalah milik ku dan sampai kapan pun akan tetap menjadi milik ku"


"jangan paksa kami untuk mengambil nya secara kasar, dia adalah makanan kami" ujar wanita berkebaya coklat lagi.


"hihihihihihi, kalian tidak akan bisa mendapatkan nya" tubuh Alfi di seret sangat cepat oleh wanita tua. dalam sekejap mata Alfi kembali berada di gubuk tempat pertama kali dia berada. wanita tua itu langsung menghilang setelah membawa Alfi kembali ke gubuk.


bertepatan dengan itu Lia muncul di hadapan Alfi "Al? kamu dari mana Al? aku dari tadi nyariin kamu tau. kamu nggak apa-apa kan?" tanya Lia memperhatikan setiap inci tubuh sahabat nya itu.


"lu yang kemana saja Lia, gue di seret demit tadi. tapi gue nggak tau kenapa dia membawa gue kembali ke gubuk ini? gubuk ini nggak aman Lia. Disini ada setan nya" Alfi membeku di tempat karna mengingat kembali apa yang barusan dia alami.


"Al coba ceritakan apa yang telah terjadi sebelum nya, kenapa kamu bisa pergi dari gubuk ini?" pinta Lia hati-hati.


"Tadi pas gue masih tidur tiba-tiba kepala gue terasa hangat dan basah. Pas gue lihat ternyata kepala gue berdarah, dan lu tau darah apa?" tanya Alfi kepada Lia. Lia menggelengkan kepalanya.


"gue melihat ke atas langit-langit gubuk ini, seorang wanita tua dengan kepala di tangan nya dan tangan nya yang satu lagi hampir terputus, di menyeringai dari atas sehingga keluar darah dari mulutnya. Seperti nya darah itu yang mengenai kepala gue Lia.Dia sangat menyeramkan, gue mau pulang, gue bisa mati lama-lama berada di tempat ini" pinta Alfi.


'wanita tua? apa jangan-jangan dia wanita yang pernah aku kenal sebelumnya?' batin Lia menebak sosok yang dikatakan Alfi.