Pembalasan Demi Sang Ibu

Pembalasan Demi Sang Ibu
perempuan itu


(Al, hari ini kamu ada kegiatan tidak?) Tanya Rendi lewat aplikasi chat WhatsApp.


(Seperti nya kosong ren. Memang nya kenapa?) Balas Alfi yang sedang mengikuti pembelajaran di kelas.


(Sepulang kuliah kita jalan ke luar yuk. Gue bosan di kosan terus. Sekali-kali cari angin segar.) Ajak Rendi.


(Boleh, tapi si ratna gimana? Dia boleh ikut nggak?) Balas Alfi.


(Lah kan dia sudah besar Al. Nggak apa-apa dong di tinggal sendiri) balas Rendi.


Sebenarnya Rendi ingin mengahabis waktu berduaan dengan Alfi. Ada sesuatu yang ingin Rendi sampai kan.


(Iya deh. Nanti gue cari alasan biar dia nggak ikut) balas Alfi lagi sambil tersenyum.


"Ngapain kamu Al senyam senyum dari tadi?" Tanya Lia yang duduk bersebelahan dengan Alfi.


"Nggak kok rat. Gue nggak senyam senyum kok. Aneh lu ya" ujar Alfi grogi.


"Aku hantu al, jadi nggak usah kamu tipu-tipu. Pasti yang chat barusan Rendi kan?" Bisik Lia.


"Hehe Kok lu kepo banget sama urusan pribadi gue?" jawab Alfi tak enak hati.


"Bukanya kepo Al, tapi aku aku cuma menebak saja. Kalau kamu nggak mau jujur ya udah" jawab Lia dengan bibir manyun.


"Wkwkwk, jangan ngambek dong. Gue kan cuma bercanda."Alfi menoel bahu Lia.


"Ratna, alfi kalian kalau mau ribut silahkan keluar dari kelas saya" Miss Dola memberikan mereka ulti.


Alfi dan Ratna langsung terdiam dan tersenyum kecut. Semua mahasiswa yang lain melirik ke arah mereka.


"Mampus lu Al, haha" bisik Lia.


"Awas lu ya Lia. Nanti gue benyek-benyek lu" bisik Alfi.


Sore hari di kosan Alfi.


"Lia, lu gue tinggal bentar nggak apa-apa kan soalnya gue ada bisnis sama Rendi." Ucap Alfi Kepada Lia.


"Bisnis atau biesnis? Tanya Lia sinis.


"Bilang saja kalian mau pacaran kan? Kamu tenang saja Al, aku sudah paham kok" ujar Lia tersenyum.


"Tapi kamu harus ingat Al. Jangan pernah termakan rayuan maut laki-laki. Jangan sampai kamu bernasib seperti ku Al" Lia pengingat kan Alfi.


"Ya sudah noh di luar Rendi sudah menunggu. Nanti bawa in aku sate mentah ya. Udah lama soalnya nggak makan sate. Satu lagi beliin aku ayam satu ekor yang masih hidup ya Al. Aku haus pengen minum darah lagi" titip Lia.


"Sate mentah pala lu peak Lia. Yang ada orang-orang pada curiga lagi sama gue. Kalau lu mau ntar gue belikan yang Mateng. Kalau nggak mau ya sudah." ujar Alfi sambil keluar dari kosan nya.


"Eh satu lagi. Lu minta ayam kan. Noh di sebelah sana ada orang beternak ayam lu makan saja ayam itu. Tapi minta izin dulu sama yang punya. Dia ustadz di komplek ini" saran Alfi sambil melanjutkan langkahnya.


"Nggak ada akhlak kamu Al. Bisa-bisa nya kamu suruh aku maling ayam pak ustadz. Yang ada aku di buang lagi ke hutan belantara dan tidak bisa lagi kembali ke sini" protes Lia.


Alfi berjalan menghampiri Rendi dan rendi yang menunggu langsung menoleh kan kepalanya melihat Alfi.


Walaupun penampilan Alfi tidak ada feminim sedikit pun. Tapi Alfi sangat sempurna dengan wajah baby face dan bola mata nya yang besar. Rendi yang melihat Alfi pun meneguk Saliva nya.


"Ayok, mau kemana kita?" Tanya Alfi yang duduk di jok belakang Rendi.


"Lu mau kemana? Makan atau ketaman?" Tanya Rendi grogi.


"Ketaman juga boleh. Sore begini lebih enak menikmati es krim" ucap Alfi santai.


"Boleh juga. Udah lama gue tidak menikmati es krim" sahut Rendi yang sedang mengendarai Mogenya.


Dikosan, Lia sedang keluar dari tubuh Ratna. Lia membaringkan tubuh itu di tempat tidur. Dan Lia menghilang entah pergi kemana.


"Duduk di sana yok" Rendi menarik tangan Alfi menuju salah satu kursi yang masih kosong.


"Lu tunggu di sini Al. Gue beli es krim dulu" Rendi berlalu meninggalkan Alfi.


Alfi duduk dan mengedarkan pandangannya ke segala arah untuk melihat pemandangan taman yang begitu asri. Pengunjung nya tidak terlalu ramai, jadi suasana nya sedikit lebih tenang. Ada beberapa anak-anak yang berlarian kesana kesini di dampingi oleh orang tua mereka masing-masing.


"Alfiiii" tegur Lia yang sudah Nongkong di samping Alfi.


"Buset lu Lia. Ngapain sih nyamperin gue kesini? Tubuh lu mana?" Bisik Alfi.


"Tubuh Ratna lagi istirahat di kamar. Aku kesini karna ada misi yang harus aku jalani" alasan Lia.


"Alah bilang saja lu buntutin gue. Nggak usah cari-cari alasan segala" tebak Alfi.


"Kok kamu sewot banget Al. Tenang aku tidak akan menggangu acara kamu sama Rendi kok. Aku benar-benar ada bisnis di tempat ini" ujar Lia meyakinkan.


"Kamu lihat tidak Al, perempuan yang ada di sana?" Tanya Lia menunjuk seseorang perempuan yang duduk membelakangi Alfi.


"Siapa dia?" Tanya Alfi.