Other Side Of Me

Other Side Of Me
07. Arena balap


Kepalanya tertoleh saat mendengar suara Bi Inah.


"Den Gavin itu lukanya di obati dulu, Aden juga belum makan.." teriak Bi Inah saat melihat Gavin menuruni tangga,dengan jaket kulit hitam yang tersampir di bahunya.


Gaby menyelesaikan acara makannya dan segera menyusul Kakaknya, mengabaikan panggilan Bi Inah yang kini juga memanggil namanya.


* * * * * *


Mata bulat itu menatap mawas pada kerumunan di depannya saat ini. Dia memutuskan mengikuti Gavin dengan 𝘰𝘫𝘦𝘬 𝘰𝘯𝘭𝘪𝘯𝘦, merasa sedikit beruntung dengan kebiasaannya yang sering menyelipkan uang di balik casing ponselnya.


Gaby masih khawatir dengan keadaan Gavin, terlebih ketika ia ingat wajah penuh lebam kakaknya itu.


Dia tahu jika kakaknya itu hobi balap liar, tapi dia tidak pernah tahu jika tempatnya akan se-bising ini, suara knalpot mobil dan motor yang saling beradu. Dan jangan lupakan wajah-wajah beringas para pembalap yang sebagian dengan kepulan asap yang keluar dari sela bibir mereka.


Matanya berbinar kala netranya menangkap posisi mobil Gavin, tapi tak lama keningnya berkerut kala melihat seorang gadis berdiri disamping mobil kakaknya dan tampak mengetuk jendela mobil nya dengan sedikit brutal. Tanpa berpikir lagi ia mendekat kearah nya.


"Kakak temannya abang?" Tanya Gaby sopan sambil menatap gadis yang sepertinya seusia kakaknya, dengan tinggi yang hampir sama dengan nya. Karena memang sebenarnya proporsi tubuh Gaby cukup ideal dengan tinggi 163 hanya tubuh nya sedikit berisi dengan berat badan 56 kg.


Dengan sedikit ragu gadis tersebut mengangguk. Gaby menganggukkan kepalanya dan menggenggam pergelangan tangan gadis itu dan mendorong nya masuk ke dalam setelah ia membukanya, dia pun duduk dibelakang kemudi.


Tak lama setelahnya Gavin masuk ke dalam mobil dan tampak terkejut mendapati 𝘔𝘦𝘭𝘰𝘥𝘺 - 𝘵𝘦𝘮𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢, duduk disamping kemudi. Dan lebih terkejut lagi saat melihat Gaby-adik yang tidak pernah dianggapnya duduk dibelakang kursi yang didudukinya.


"Mel, lo ngapain? Turun gak?!!" pertanyaan sekaligus perintah Gavin.


"Gak!!" Jawab Melody ketus, dan justru memasang seatbelt.


Gavin hendak keluar untuk menurunkan paksa dua penumpang nya, tapi urung karena gadis berpakaian 𝘮𝘪𝘯𝘪 yang memegang kain 𝘩𝘪𝘵𝘢𝘮-𝘱𝘶𝘵𝘪𝘩 itu telah berdiri di tengah arena. Tak lama setelahnya gadis itu meniup peluit dan menerbangkan kain 𝘩𝘪𝘵𝘢𝘮-𝘱𝘶𝘵𝘪𝘩 ke udara.


Tidak ada waktu, Gavin segera melesatkan mobil 𝘔𝘦𝘳𝘤𝘦𝘥𝘦𝘴-𝘈𝘔𝘎 hitamnya, saling mendahului dengan mobil-mobil lainnya.


Gavin meningkatkan kelajuan mobilnya saat melihat garis finish, ia memang sering menjadi juara di arena balap, tapi kali ini ia menyelesaikan nya dengan lebih cepat. Akibat rasa kesal yang tidak lagi bisa ia tahan.


Gavin turun sebagai pemenang, teman-teman nya mendatangi nya. Melody - Gaby pun keluar dari dalam mobil. Kepala Gaby rasanya berputar, perutnya serasa di aduk, ia menoleh ke arah kanan dan kiri mencari toilet. Dengan sisa rasa peningnya ia sedikit berlari ke arah toilet, tidak menyadari sepasang mata yang menatapnya.


Ia tersentak kala sebuah tangan memegang pundaknya.


"Hai kucing manis, mau bobok ya.." ucap orang tersebut dengan suara seraknya, membuat tubuh Gaby sedikit bergetar ketakutan. Gaby lupa bahwa ia memakai piyama tidur.


Tubuhnya semakin bergetar ketika tangan itu menarik paksa tangan Gaby. Gaby berusaha melepaskan tangannya dari cekalan orang tersebut. Satu tangannya yang bebas ia buat untuk mendorong dada orang itu. Tapi jelas kekuatannya kalah, tubuhnya dibenturkan ke dinding.


"Akhh.., lepas!!" punggungnya rasanya ngilu saat ini.


"Ayo kucing manis, menurut saja." laki-laki dengan tindik di bibirnya itu mencengkram dagu Gaby. Membuat Gaby semakin memberontak, kakinya berusaha menendang laki-laki bertindik tersebut, yang justru membuat orang itu semakin menyudutkan nya ke dinding.


Gaby memalingkan wajahnya ke samping kala laki-laki itu hendak menciumnya paksa, air mata nya sudah lolos membanjiri pipinya.


"Tolooong.." Teriak Gaby.


PLAKKK


Karena geram laki-laki itu menampar nya.


"Tadinya gue udah bersikap baik sama lo." Desis orang itu. Bau alkohol tercium dari mulut orang tersebut.


Gaby memejamkan mata berharap ada yang akan menolongnya dari laki-laki mabuk itu.


BUGHHH