Other Side Of Me

Other Side Of Me
22. Gavin vs Kenzi


Mercedes AMG hitam baru saja tiba di sirkuit, Gavin turun dari sana, yang langsung disambut teman-teman nya.


"Vin, lo turun?" Tanya Arga memastikan.


"Hmm." Gavin mengangguk pasti.


"Lawan lo kali ini anak Aligros."


Gavin menaikkan sebelah alisnya, heran.


"Aligros?" Tanya Gavin, mencoba meyakinkan pendengaran nya.


Karena yang ia tahu Aligros hanya ikut balap motor saja. Sedangkan Gavin mengikuti balap mobil. Meski di tempat yang sama, namun dalam sesi yang berbeda.


"Ketuanya yang turun langsung." Ucap Arga.


"Kenzi Alexis?" Tanya Gavin memastikan.


Siapa yang tidak mengenal 'Sang Raja jalanan' tersebut. Ketua Aligros itu tidak hanya dikenal karena parasnya yang tampan, tapi juga karena hebatnya skill yang dimilikinya saat berada di sirkuit.


* * * * * *


Kenzi tengah bersiap disana.


"Tumben bos lo turun?" Tanya Arsen.


"Pengen aja." Cuek nya.


"Mau caper kan? Makanya lo bawa Gaby." Tuduh Bryan.


"Dih sotoy lo." Ucap Kenzi.


"Gaby, lo tahu gak persamaan antara 'lo dan bulan?" Arfan si kadal Alaska mulai mengeluarkan jurus 'meng-gombalnya.


Gaby menggeleng untuk merespon.


"Dih jangan mau Gab, disama-samain sama bulan." Celetuk Azka.


"Apa sih lo monyet, nyambar aja." Kesal Arfan.


"Gak ada persamaannya." Sahut Kenzi.


"Soalnya bulan itu bolong-bolong," Jelasnya. Emang muka lo bolong-bolong?" Tanya Kenzi pada Gaby.


"Hah?" Respon Arsen. "Gak so sweet ih si bos." Lanjutnya. "Aturan nya tuh bilang 'kalo bulan menerangi malam, kalo kamu menerangi suramnya hidupku'. Gitu harusnya." Ucap Arsen.


"Hidup lo aja kali yang suram." Sahut Azka.


"Kata nenek, gak boleh ngomong gitu, ucapan adalah doa." Protes Arsen.


"Kata nenek, mending lo diem deh." Arfan menyumpal mulut Arsen.


"Gih, lawan lo udah siap."


Kenzi bersyukur, setidaknya ia masih memiliki teman yang waras seperti Naresh.


𝘈𝘶𝘥𝘪 𝘙8 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘩 sudah berada di samping mobilnya. Yang menandakan bahwa pertandingan akan dimulai.


Sejenak Gavin mengerutkan keningnya saat melihat mobil sport disamping nya, yang nampak tidak asing?.


Lamunan nya buyar saat seorang gadis berpakaian mini berdiri di antara kedua mobil tersebut.


𝘖𝘯𝘦.,


Keduanya mulai meng-gas mobil masing-masing.


𝘛𝘸𝘰.,


𝘛𝘩𝘳𝘦𝘦.. 𝘎𝘖!!


Dan setelahnya kain yang dipegangnya dilempar ke udara.


Kedua mobil tersebut melesat kedepan dengan begitu kencangnya.


Gaby yang memperhatikan, mulai mengerti maksud Kenzi yang mengatakan 'memiliki kejutan untuknya.


"Kok si bos ngalah sih?" Ucap Arsen saat melihat pergerakan Kenzi yang melambat.


"Kayak gak kenal Kenzi aja." Ucap si triplek Naresh.


Gavin tersenyum miring saat melihat mobil Kenzi tertinggal cukup jauh.


Ketika melihat adanya kesempatan, Kenzi segera melakukan **𝘭𝘢𝘵𝘦 𝘣𝘳𝘢𝘬𝘪𝘯𝘨. Kenzi menyeringai, saat kini dirinya lah yang memimpin. Dapat dirinya duga bahwa kini Gavin tengah mengumpatinya.


Gaby yang menyaksikan apa yang dilakukan Kenzi, jantungnya serasa akan jatuh kepermukaan.


Menurunkan kaca mobilnya, Kenzi mengacungkan jari tengah nya ke arah Gavin.


Kenzi tiba lebih dulu di garis finish. Disusul teman-temannya setelahnya, juga - - Gaby.


"Wuiihh, bos gue keren emang." Ujar Bryan sambil bertepuk tangan heboh.


"Bener kata Naresh, skill lo gak perlu diragukan." Ujar Azka yang disetujui mereka semua.


"Kenapa? Lo khawatirin gue?" Tanya Kenzi saat melihat wajah pucat Gaby.


Gaby melihat nya sinis. Kenzi menepuk pelan ujung kepalanya, membuat jantung Gaby berdegup kencang kembali, bukan merasa was-was seperti tadi, melainkan perasaan yang 𝘯𝘺𝘢𝘮𝘢𝘯?.


Gavin memperhatikan seorang gadis yang kini menghampiri Kenzi. Selama dirinya memperhatikan Aligros, tidak pernah melihat seorang gadis di tengah-tengah mereka. 'Apa kekasih Kenzi?. Jika dilihat dari bagaimana Kenzi menepuk pelan puncak kepalanya, kemungkinan iya. Sesaat mata keduanya bertemu, entah kenapa Gavin merasa familiar dan asing secara bersamaan dengan mata hazel yang kini menatap nya dingin.


**𝙡𝙖𝙩𝙚 𝙗𝙧𝙖𝙠𝙞𝙣𝙜 : 𝘮𝘢𝘯𝘶𝘷𝘦𝘳 𝘱𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘢𝘱 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘭𝘪𝘱 𝘭𝘢𝘸𝘢𝘯.