Other Side Of Me

Other Side Of Me
25. Ada hubungan apa?


Kenzi melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Mengabaikan teguran dari pengendara lain. Saat ini, ada yang lebih penting dari ocehan para pengendara itu.


"****" Umpat nya saat melihat lampu merah.


Beruntung karena berada di baris depan, Kenzi melewati lampu merah begitu saja.


Tiba di depan gerbang Cendrawasih, Kenzi menaikkan kaca helm nya.


"Pak, bukain gerbang nya." Ucap Kenzi sedikit berteriak.


Penjaga itu terlihat bingung mendapati siswa dari sekolah lain di cendrawasih.


"Pak buruan!!" Desak nya.


"Kamu bukan dari sekolah sini kan?" Tanya penjaga itu.


"Basa-basinya nanti aja. Buruan ini 'urgent"


"Belum waktunya pulang, jadi gerbang gak bisa dibuka."


Kenzi berdecak. Kemudian mengeluarkan sesuatu.


"Berapa gaji bapak sebulan?" Kenzi malah bertanya.


"Empat juta mas. Kenapa? Mau nyogok saya? Gak mempan." Tapi matanya melirik penuh minat lembaran-lembaran merah di tangan Kenzi.


"Saya orang yang jujur dan bertanggung.. " Ucapan nya berhenti. Melihat Kenzi mengeluarkan lagi dari saku celananya.


"Penting banget ya 'mas?" Tanya si penjaga sekolah.


"Kalau gak penting gak bakal saya datang ke kandang musuh sendiri" Ucap Kenzi.


Rasa-rasanya Kenzi ingin mendobrak gerbang hitam dihadapan nya ini.


"Ini D-P nya, sisanya nanti saya transfer."


"Tapi jangan bawa-bawa nama saya ya nanti kalau ketahuan." Penjaga sekolah itu mulai membuka gerbang.


Kenzi berlalu setelah mengucapkan terimakasih. Mempercepat langkahnya.


"Anj**g!! Dimana lagi UKS nya?" Kenapa dia tadi tidak bertanya pada penjaga sekolah, letak UKS nya.


Karena terburu-buru dan tidak memperhatikan sekitar, tubuhnya menabrak seseorang.


Kenzi mengatup kan bibir saat melihat Ariella. Niat meminta maaf nya menguap begitu saja.


"Heii, lo Kenzi kan?" Tanya gadis itu. Namun Kenzi memilih abai dan pergi.


Ponselnya,- ah ponsel Bryan berdering. Kenzi meringis, terlalu panik membuat nya lupa mengembalikan ponsel Bryan.


"Kenzi sialan emang!! Kalau pacar ke sebelas gue telpon gimana? Mana baru jadian pagi tadi."


Oke abaikan.


Kenzi membuka kasar pintu UKS, langsung menghampiri Gaby yang tengah berbaring. Gadis itu sudah sadar, namun tatapannya kosong.


Petugas UKS itu keluar, saat melihat mereka butuh ruang.


"Hei, you oke?" Tanya nya lembut. Berbeda dengan tangannya yang terkepal.


Gaby menoleh, menatap Kenzi dengan tatapan parau nya, sedetik kemudian air mata nya mengalir tanpa lagi bisa ditahan.


Kenzi menggenggam tangan Gaby yang bergetar.


"Kita pulang" Putus Kenzi.


Gaby tidak menolak saat tubuhnya diangkat oleh Kenzi. Menyembunyikan wajahnya dalam dada bidang Kenzi.


"Thanks" Ujar Kenzi saat berpapasan dengan seseorang di depan pintu UKS.


Perbuatan Kenzi membuat satu sekolah heboh. Pasalnya, sekalipun mantannya dimana-mana Kenzi tidak pernah melakukan 𝘴𝘬𝘪𝘯 𝘴𝘩𝘪𝘱.


Ya tahu lah ya kenapa.


Tak terkecuali Albian yang kini juga tengah memperhatikan 'si pusat perhatian, 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘵𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘶𝘭𝘪𝘵 𝘥𝘪 𝘢𝘳𝘵𝘪𝘬𝘢𝘯?.


"Ada hubungan apa ya mereka?" Tanya Bima yang dibalas gedikan bahu oleh Tian.


Kenzi langsung memasuki mobil sepupunya-Naresh, yang sudah terparkir di depan gerbang, dengan Gaby dalam gendongannya.


Mobil itu melaju pergi. Meninggalkan Ariella dan Deluna yang memperhatikan sejak awal.


"Apapun itu, ini semua kesalahan lo." Ucap Ariella pada Deluna.


"Rumah" Ucap Kenzi singkat.


Kenzi mengelus surai kecoklatan Gaby. Gadis itu sepertinya terlelap, terbukti dari nafasnya yang yang berderu dengan teratur.


Kenzi menatap Naresh dari pantulan kaca di dashboard.


"Gak ada yang tahu." Jelas Naresh singkat.


Bersusah-payah dirinya beserta orang-orang yang peduli pada Gaby, membuat gadis itu bangkit. Tidak akan dia buat perjuangan nya itu sia-sia karena gangguan para hama.


Kenzi mengusap lembut bekas jahitan di pergelangan tangan Gaby, yang tertutup jas almamater.