Other Side Of Me

Other Side Of Me
18. 'nasi goreng seafood


Gaby turun dari motor besar kenzi, keduanya kini berada di restoran seafood untuk makan, Gaby sebenarnya tidak lapar dan ingin cepat-cepat berbaring di kasurnya. Tapi kenzi bilang bahwa dirinya lapar, meski Gaby tahu bahwa pemuda itu tengah berbohong.


"Ayo?" Ajak Kenzi.


Gaby mengekor di belakang Kenzi. Ngomong-ngomong mereka hanya berdua, ke-empat teman Kenzi tadi langsung menuju markas Aligros.


"Mau makan apa? Tanya Kenzi. "oke, nasi goreng Seafood". Jawab Kenzi sendiri.


Gaby hanya menghela napas menghadapi si ketua Aligros ini.


Saat pesanan di antar gadis itu mengernyit heran karena hanya terdapat satu porsi nasi goreng seafood beserta satu 'americano caffe dan jus alpukat.


Tentang '𝘯𝘢𝘴𝘪 𝘨𝘰𝘳𝘦𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘢𝘧𝘰𝘰𝘥 gadis itu teringat soal Albian. Ia pernah membuatkan itu untuknya. Tapi alih-alih mengharginya justru makanan itu berakhir berhamburan. Mengingat itu membuat nya terasa sesak. Gadis itu menggelengkan kepala, dirinya sudah bertekad untuk membuang jauh-jauh perasaan itu.


"Dimakan." Ucap Kenzi membuat Gaby tersadar dari lamunannya.


"Lo gak makan?" Tanya Gaby, karena Kenzi menyodorkan nasi goreng itu ke hadapan nya.


"Lo aja yang makan, gue tiba-tiba kenyang." Ujar pemuda itu.


"Tapi ini porsinya banyak," keluh nya. Tapi tangannya menyuap makanan tersebut.


"Yaudah tunggu bentar." Kenzi beranjak dan Gaby melihat cowok itu tengah mengatakan sesuatu pada pramusaji.


Tak lama pemuda itu kembali dengan satu sendok dan garpu.


Gaby melotot sempurna, saat cowok di hadapannya ini menyendok nasi di piring yang sama dengannya dan melahapnya dengan santai.


"Gue tahu gue ganteng. Tapi lo gak akan kenyang dengan cuma lihatin gue." Ucap Kenzi sambil mencubit pelan pipi Gaby yang menggembung.


"S-siapa juga yang lihatin lo"


Gaby buru-buru menelan makanannya. Entah kenapa jantungnya berdegup lebih kencang dari biasanya.


Gaby buru-buru menyelesaikan makannya. Melihat hal tersebut membuat Kenzi terkekeh.


"Ck, gak usah ketawa." Gaby menggerutu.


Gadis itu bangkit berdiri, Kenzi buru-buru membayar dan segera menyusul Gaby. Saat didepan pintu Gaby berhenti secara mendadak saat Kenzi tiba-tiba berlutut dihadapannya.


Saat hendak melayangkan protes atas tindakan pemuda tersebut.


"Tali sepatu lo. Bisa jatuh kalau gak di ikat" Ucapnya tanpa melihat ke arah Gaby.


Hal tersebut tidak hanya semakin mempercepat kinerja jantungnya, tapi juga pada kedua pipinya yang terasa panas.


Tangan Ariella mengepal di kedua sisi tubuhnya.


Kenzi yang menyadari hal tersebut tersenyum miring di balik 𝘩𝘦𝘭𝘮 𝘧𝘶𝘭𝘭 𝘧𝘢𝘤𝘦 nya.


* * * * *


Brakk,


Brukkk,


"ARGHHHH"


Prangg.


Tania - Leoni bergidik ngeri melihat gadis tempramen itu mengamuk.


PYAARRR.


Gadis itu membanting vas bunga di atas nakas, membuat Tania yang baru saja berniat memberanikan diri dengan mendekat, buru-buru menghindar takut terkena lemparan. Dan sekarang gadis berambut sebahu itu berpindah tempat sembunyi 'di bawah kolong tempat tidur. Dengan posisi tengkurap disana.


"BANGSAT" Umpat Ariella.


Leoni menggigit gorden yang dipegang nya semakin kuat. Tubuhnya meringsut ke arah lemari. Hendak bersembunyi disana.


PYARRR.


Kaca rias menjadi sasaran nya juga, membuat pecahan kaca berhamburan, buku tebal yang dibuat untuk melempar jatuh didekat Leoni. Membuat nya mengelus dada. 'Untung saja tidak mengenainya.


Dada Ariella naik turun, matanya memerah, menandakan berapa emosinya gadis itu saat ini.


Dia tidak menyangka jika Gaby akan kembali. Padahal menurut orang suruhannya, mereka menemukan adanya jejak kaki dan darah di sekitar pembatas jembatan.


Ditambah, mengingat kedekatan Gaby dengan 𝘴𝘪 𝘬𝘦𝘵𝘶𝘢 𝘢𝘭𝘪𝘨𝘳𝘰𝘴. Membuat emosinya semakin memuncak.


PLAKKK.


"DENGAN LO NGACAK-NGACAK KAMAR LO, APA AKAN NGERUBAH KENYATAAN? ENGGAK KAN?!.


Usai mengatakan hal tersebut Deluna beranjak pergi dari kamar Ariella.


Ariella mematung mendengar bentakan Deluna.