
π Flashback On π
Beberapa bulan yang lalu, 3 hari setelah acara pernikahan Annisa dan Mark di langsungkan.
Hanafi memanggil seluruh anggota keluarga nya untuk makan malam di rumah kedua orang tua Annisa.
Hanafi memberitahu bahwa istrinya telah mengandung, mereka pun mengadakan syukuran kecil-kecil an untuk merayakan kehamilan istrinya.
"Selamat ya kakak, semoga kakak dan bayi nya sehat selalu dan selamat sampai melahirkan." Ucap Annisa sambil memeluk Ira kakaknya.
"Selamat juga ya kakak ku sayang. Sebentar lagi bakal jadi ayah nih." Ucap Annisa hendak memeluk kakak Hanafi.
"Aku tidak mengizinkan mu memeluk dia, kamu istriku, kamu milikku." Ucap Mark mencekal pergelangan tangan Annisa dan menarik agar tubuh Annisa berada dalam pelukan nya.
"ayolah adik ipar, kau pelit sekali, aku juga ingin memeluk adik ku." Ucap Hanafi menggoda Mark.
"Tidak." Ucap Mark langsung menyembunyikan tubuh istrinya di belakang.
"Hahaha ...." Tawa Hanafi diikuti dengan cubitan dari sang istri.
"Au sakit sayang." Ucap Hanafi lirih pada sang istri sambil memegang perut nya.
"Kau terlalu jahil sayang!" Ucap Ira.
"Maaf." Ucap Hanafi lirih memohon pada Ira.
"Yasudah, ayo kita makan malam bersama." Ucap Ira mengajak semuanya untuk segera pergi ke meja makan dan menikmati hidangan yang sudah di sajikan.
"Bunda." Ucap Cerry yang tiba-tiba datang saat melihat Annisa.
Ya, semenjak Cerry di adopsi oleh Annisa, dan sementara waktu tinggal bersama kedua orang tuanya. Cerry memanggil Annisa dengan sebutan Bunda, dan Mark dengan Ayah.
Sedangkan Hanafi dan Ira, dipanggil Papa dan Mama.
"Sayangnya bunda." Ucap Annisa yang mensejajarkan tinggi badan nya dengan Cerry dan memeluk nya.
"Celly kangen bunda." Ucap Cerry khas seperti anak kecil.
"Bunda juga kangen sama Cerry. Bagaimana Cerry bahagia tinggal bersama Papa Mama dan opa disini?" Ucap Annisa bertanya.
"Celly bahagia, Papa Mama baik sekali sama Celly, Opa dan Oma juga begitu."
"Alhamdulillah." Ucap Annisa memeluk dan mencium Cerry.
"Ayo, kita makan." Ucap Annisa mengajak Cerry, saat hendak ingin menggendongnya,
"Biar aku saja." Ucap Mark meraih tubuh Cerry dan menggendongnya.
Jika ada waktu luang Annisa selalu mengunjungi Cerry dan mengajaknya bermain saat akhir pekan tiba.
π Flashback Off π
π Back to Annisa dan Markπ
Seusai menyantap hidangan pada siang hari itu, Mark mengajak Annisa untuk berjalan menikmati keindahan pantai yang ada.
Mereka berjalan beriringan, "Sayang tunggu di sini sebentar." Ucap Mark berlalu pergi meninggalkan Annisa.
Beberapa menit kemudian Mark datang dengan membawa sebuah topi pantai.
"Sempurna." Ucap Mark yang sudah memakaikan topi pantau itu untuk Annisa.
"Terimakasih bee." Ucap Annisa tersenyum.
"Apa kau ingin naik itu?" Ucap Mark pada Annisa dengan menunjuk jet sky yang ada di bibir pantai.
"Hem, boleh." Ucap Annisa, "Ayo." Ucap Mark menggandeng tangan istrinya.
"Pakai ini dengan benar." Ucap Mark memakaikan pelampung dan semua alat yang di perlukan.
"kau sudah siap sayang." Ucap Mark saat mereka berdua sudah berada di atas jet sky.
"Tentu." Ucap Annisa.
"Pegang yang erat." Perintah Mark dan Annisa pun menuruti keinginan suaminya itu.
Mereka berdua menghabiskan waktu bersama, bersenang-senang di pantai hingga senja menghampiri.
πΉπΉπΉ
Happy Reading ya guys,
Jangan lupa like, komen dan Vote.
Semoga kalian suka dengan alur cerita nya ya. ππ€
Oke, hari ini aku bakal Crazy up ya.
Tungguin aja. Maaf kalau masih ada yang typo dalam penulisan katanya.
β€β€β€β€β€