Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Jalan-jalan


Mark dan Annisa turun menuju ke lantai dasar untuk melakukan sarapan pada pagi itu, walau terlambat.


Keduanya turun dengan senyum yang mengembang di bibir mereka masing-masing.


"Kakak, kenapa baru turun sekarang?" Ucap Maira saat melihat kakaknya baru saja turun.


"Kakak tidak kekantor hari ini." Ucap Maira bertanya lagi.


"Tidak." Jawab Mark dengan lembut.


Pasti kakak ingin jalan-jalan, aku harus ikut bersama mereka. Gumam Maira dalam hatinya.


"Kakak ingin pergi kemana? Aku ikut ya?" Ucap Maira memohon.


Di liriknya Annisa, dan istrinya itu hanya diam tak menanggapi apapun, wajahnya datar tanpa ekspresi.


Cih wajahnya datar tanpa ekspresi, tapi kenapa itu membuat bulu kuduk ku merinding ya? ah apa ini? mengapa lebih menyeramkan dari pada menghadapi musuh. Gumam Mark dalam hatinya.


"Maira, kakak hanya ingin menghabiskan waktu berdua dengan kakak ipar. Lain kali saja kau boleh ikut." Ucap Mark memberi pengertian.


Nampaknya aku harus memohon pada kakak ipar, agar aku bisa ikut bersamanya, pasti dia tak tega meninggalkan aku sendirian. Gumam Maira menatap Annisa dengan tatapan amat memohon.


"Kakak ipar, ayolah aku ingin ikut. apa kau tega meninggalkan ku sendiri di rumah ini." Ucap Maira memohon pada Annisa.


Ya, ini merupakan strategi terakhir yang Maira lakukan agar ia bisa ikut dengan kedua kakaknya.


"Maira, seorang wanita yang sudah menikah, harus mematuhi perkataan suaminya. Jika suamiku tidak ingin kau ikut? lantas apa yang bisa aku perbuat? aku tak ingin menjadi istri yang durhaka." Ucap Annisa lembut, tegas namun begitu menohok.


Maira menelan ludah nya kasar, "Sial! baiklah aku akan membiarkan kamu berdua dengan kakak ku hari ini saja! tapi tidak untuk esok." Gumam Maira dalam hatinya.


"Kau pintar sekali sayang menolaknya, sungguh istriku memang cerdik." Gumam Mark tersenyum dalam hatinya.


Entah mengapa hari ini ia tidak ingin di ganggu oleh adiknya. ia ingin sekali menghabiskan waktu bersama istrinya.


"Tuan mobil anda sudah siap." Ucap Asisten Hito yang tiba-tiba saja muncul di antara ketiga orang tersebut.


"Kau handle semua urusan di kantor hari ini, aku ingin mengajak istriku jalan- jalan." Ucap Mark.


"Dan kau Maira, bantu Hito menghandle semua pekerjaan kantor hari ini." Ucap Mark tegas pada Maira.


"Sayang, ku rasa kita harus segera pergi." Ucap Mark merangkul posesif pinggang istrinya.


"Baiklah." Ucap Annisa tersenyum pada sang suami.


"Ah kenapa kau begitu menggemaskan, aku tak ingin mengunci mu seharian dikamar bersamaku." Ucap Mark tersenyum setan lirih dalam telinga Annisa.


"apa!" Ucap Annisa tajam.


"Hahaha... baiklah nyonya Mark kita pergi sekarang ayo." Ucap Mark berjalan menuju ke depan dengan istrinya.


Hito juga mengikuti langkah tuan nya di belakang bersama Nona Maira.


Sungguh Maira berdecak kesal melihat keromantisan mereka pada hari ini.


Keduanya masuk di salah satu mobil, dan Mark mengemudikan sendiri mobilnya hari ini.


Disisi lain, Maira dan Hito berada dalam satu mobil.


Mobil melaju dengan kecepatan standar, sampai akhirnya mobil berhenti di salah satu pantai.


"Ayo." Ucap Mark menggandeng tangan Annisa dengan mesra.


"Ingin makan terlebih dahulu?" Ucap Mark bertanya, dan Annisa mengangguk sebagai jawaban.


"Oke, Baiklah."


Hanya ada suasana romantis pada siang hari itu. Mark dan Annisa tengah terduduk disalah satu restoran bambu, berbagai menu sederhana aneka laut sudah tersaji di depan mereka.


Annisa menatap lezat semua menu, tanpa berfikir lebih lama lagi, Annisa segera mencicipi semua makanan yang ada.


🌈🌈🌈


Happy Reading ya guys💙


Jangan lupa like, komen dan Vote.


Author sayang kalian pembaca setia ku💙