Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Kacau (S2)


Hahahaha.....


Hahahaha....


Tawa kemenangan memenuhi ruangan apartemen miliknya, Sangat senang bahkan bahagia, tanpa susah dirinya berusaha Kirana sudah mengetahui bahkan seluruh keluarga Rama mengetahui bahwa dirinya adalah istri kedua dari putra sulung mereka.


Dan yang lebih membuatnya merasa senang, kala ia mendapat kan informasi bahwa Kirana telah pergi meninggalkan Rama.


Brak!


Pintu di buka dan di tutup dengan kasar!


"Aku sudah memperingatkan mu Nadia! Tapi kau terlalu lancang bahkan bertindak di luar akal sehatmu! Kau mengelabui semua orang-orang ku yang mengawasi mu!" Ucap Chris dengan nada dingin.


"Sudah ku katakan! Kau bukan tandingan ku Chris! Dan aku sudah memiliki semuanya! Rama sudah menjadi milikku!"


"Aku kecewa telah mencintai mu dan berharap kau menjadi ibu dari anak-anakku!" Lirihnya sedih!


"Aku tak peduli perasaan mu! Sudah ku katakan aku mencintai Rama bukan dirimu Chris!" Umpat Nadia dengan senyum licik.


"Baiklah! Jika ada masalah kedepan nya, ku harap kau bisa menyelesaikan nya sendiri, untuk Rama aku tak akan lagi membuatnya berjanji untuk tak melukaimu!"


"Kau.... "


"Kau yang sudah melampaui batas mu!" Ucapnya berlalu pergi.


Hatinya sangat kecewa dengan perempuan itu, kenapa ia tak bisa menerima kenyataan bahwa Rama tak bisa menjadi miliknya, kenapa wanita itu tidak membiarkan Rama bahagia dengan orang yang di cintainya. Apa begitu susah berusaha melupakan Rama dalam hidupnya dan belajar mencintai Chris yang setia menunggu nya.


🎶


Melangkah gontai masuk kedalam kamar miliknya, Sunyi.


Bagaimana dulu Kirana dengan sabar tidur di sofa, tubuhnya bergerak untuk mencari posisi nyaman di sana, hm... nihil tak ada kata nyaman yang tercipta kala ia berbaring di atas sofa itu, tangisnya pilu kalau mengingat segala kebaikan dan pengabdian istrinya.


Kirana! Kamu dimana! maafkan aku sayang! Aku mencintaimu!


Hingga ekor matanya melirik ke arah kearah kertas kecil yang ada di meja, dengan gerakan cepat ia membuka kertas itu dengan tergesa-gesa.


(Assalamualaikum suamiku!


Maaf, hanya kata itu yang bisa aku tulis di awal kata ini. kau telah berjuang menjadi suami yang baik dan calon Papa yang perhatian pada calon buah hati kita.


Terimakasih telah menyelamatkan aku, dengan mengorbankan dirimu! Kelak jagoan kita pasti akan bangga memiliki papa seperti mu!


Jangan menangis!


Aku akan selalu ada di sudut hati mu terdalam.


Sebagai laki-laki yang baik kau juga harus bertanggung jawab dengan bayi yang di kandung olehnya, jangan biarkan anak itu lahir tanpa adanya sosok Papa. meskipun cara hadir nya salah, tapi Allah telah menitipkan dirinya pada mu melalui rahim wanita itu. Jaga kandungan dan ibunya dengan baik seperti kau menjaga ku dan calon buah hati kita.


Maaf aku harus pergi! Ku mohon ikhlaskan aku untuk menenangkan diriku. Ikhlaskan aku untuk menyembuhkan segala rasa kecewa dan luka karena mu.


Suatu saat, Hah entahlah aku tak tau kapan. kelak pasti Allah akan mempertemukan kita kembali dengan kebahagiaan masing-masing.


Menikahlah dengan nya, biarkan aku yang mengalah! aku mencintaimu, Terimakasih telah menjaga ku selama ini, mungkin Allah mentakdirkan pernikahan kita hanya sampai disini, jaga diri baik-baik.


Terimakasih, dan maaf!


-Kirana-)


Air matanya luruh kala bait terakhir dalam surat begitu menyayat hatinya, banyak pertanyaan? kenapa kau mengambil keputusan sebesar ini! Kenapa kau pergi meninggalkan aku! kenapa kau berucap bahwa hanya sampai disini pernikahan kita.


Apa karena rasa kecewa itu lebih besar dari cinta kita?


...****...


"Kau lelah kan? Masuk lah dan istirahat lah!" Ucap Rafa dengan lembut.


"Kau berhak mendapatkan ini semua, akan ada wanita yang nanti akan menjagamu! Ku yakin abang ku tak akan tau kau ada disini!"


"Terimakasih Rafa! Kau sangat baik padaku!"


"Sudah tugas ku menolong mu! kau adalah keluarga ku!" Ucapnya dengan tersenyum. "Aku pergi, jaga dirimu baik-baik Kirana!" Ucapnya berlalu pergi.


"Aku percayakan dia padamu! Jaga dia!" Ucap Rafa tersenyum pada wanita yang di tugaskan menjaga istri kakaknya itu.


"Kau bisa percaya padaku!"


...****...


Beberapa gelas alkohol di tengguk olehnya, meluapkan segala beban dan keluhan kesah.


Chris tak ada bedanya dengan Rama ternyata, dua sahabat itu sama saja, jika ada masalah dalam kehidupan mereka atau ada seseorang yang mengecewakan mereka hanya alkohol yang bisa menenangkan dan tempat pelarian!


Apa memang laki-laki selalu seperti itu?


Kakinya berjalan sempoyongan di tengah malam, tak memperdulikan apapun, entahlah dia juga bingung harus kemana.


Shit!


Rem dadakan terpaksa ia injak dengan sangat keras kala mobilnya yang tengah melaju harus terhenti dan dengan sialnya Chris langsung memotong dan menyebrang di depan mobilnya.


"Hey! Apa kau tak bisa minggir!" Ucapnya dengan keras. Ah ayolah dia sudah lelah dengan kesibukan dokter nya, kenapa harus di hadapan dengan pria mabuk di tengah jalan.


"Apa! Nadia... " Lirihnya dengan sedih dan Bugh! Chris pingsan tepat di samping mobil itu.


"Yaelah! Pake acara pingsan segala ini orang, tapi di lihat-lihat dia pria yang baik, dia mabuk karena banyak masalah bukan ingin? Ah tadi nadia? Pasti dia patah hati!" Ujarnya menerka.


Kala pagi menjelang, Chris mulai membuka penglihatan nya, masih ada rasa pusing yang mendera.


"Nih minum!" Ucap Tasya ketus pada Chris, Ya! Gadis semalam yang menolong Chris dan membawanya ke apartemen miliknya adalah tasya! Tak mungkin dia membawa pemuda ini pulang kerumahnya bukan? Bisa-bisa sang ayah langsung membuat dirinya menjadi daging cincang.


"Terimakasih!"


"Ya! Dan jika kau putus cinta atau ingin mabuk ku sarankan kau tetap tinggal di rumah mu jangan berkeliaran di jalanan itu sangat menyusahkan orang lain!" Sindirnya dengan ketus.


"Jika kau tak ikhlas menolong ku? Jika kau tak ikhlas kau tak perlu membawaku kemari."


"Hanya tak tega melihat mu seperti gelandangan di jalan!"


"Kau.... "


"Apa???"


"Cih semua wanita sama!" Gumam Chris.


"Hey! jika kau sedang sakit hati dengan satu wanita, jangan kau anggap semua wanita sama. jauhkan pikiran jelek itu dari otakmu!" Umpatnya dengan nada kesal.


"Aku tak tau apa masalah mu, tapi alkohol bukan jalan keluar terbaik untuk menyelesaikan nya bukan? Jika kau memiliki masalah selesaikan lah dengan baik-baik, dan jika hasilnya tak sesuai dengan apa yang kamu harapkan ya ikhlas, Yakin dan percaya pada Tuhan pasti ia akan memberikan rencana yang terbaik untukmu sampai suatu saat kau akan bilang menyesal telah menaruh harapan yang besar pada ingin mu yang sekarang yang hanya membawa luka!" Ucap Tasya panjang lebar,


"Aku harus berangkat bekerja, banyak pasien yang menunggu ku! Makanan nya sudah aku siapkan di atas meja, Semoga lekas membaik! Jika sudah kau bisa pergi meninggalkan apartemen ku!" Ucapnya memberitahu.


"Kau mengusirku!"


"Kurang lebih seperti itu, sudah aku tak mau berdebat dengan mu, pekerjaan ku sudah menumpuk!" Ucap Tasya berlalu pergi.


Gadis yang baik, Jarang-jarang ada seorang gadis mau menolong pria mabuk di tengah jalan dan merawat ku dengan baik. Dia benar! Tak seharusnya aku meminum alkohol sebagai pelarian! toh nadia juga tak akan mau lagi dengan ku! Dan aku harus mengikhlaskan nya. Monolog Chris!


🎶


Happy Reading.