
Jam menunjukkan pukul 7 pagi, mereka semua berada di ruang makan, untuk menikmati sarapan pagi itu.
Namun Maira masih belum menampakkan dirinya pada pagi hari itu.
Asisten Hito berdiri tak jauh dari tempat Mark duduk.
"Asisten Hito, duduklah ayo kita sarapan bersama." ajak Annisa saat melihat asisten Hito hanya diam seperti patung menunggu suaminya.
"Tapi..... " Ucap Asisten Hito tergagap dengan ekspresi datarnya.
"Hito." Ucap Mark dingin tanpa mengalihkan pandangan ke arah dimana asisten nya berdiri.
"Baik tuan." Ucap Hito kemudian terduduk di salah satu meja makan di sana.
Annisa melayani Mark dengan memberikan beberapa nasi dan lauk pauk yang berada di piring makan milik Mark.
Tap
Tap
Tap
Suara langkah kaki terdengar menandakan bahwa ada seseorang yang sedang menuruni tangga.
Setelah kedua kaki Maira sudah sampai di lantai dasar, ia segera mempercepat langkah nya menuju meja makan tersebut.
"Good Morning kakak." Ucap Maira tersenyum, sambil memeluk Mark dengan melingkarkan kedua tangan nya di leher milik Mark.
"Morning too." Ucap Mark juga tersenyum pada Maira.
Annisa hanya diam membisu melihat keduanya, mimik wajahnya sungguh tak dapat di gambarkan. Namun ia masih tetap melayani Mark.
Mark melihat tampilan Maira, yang sudah sangat rapi dengan setelan kantor.
Setelah melepas pelukan singkat pagi itu, Maira kemudian, duduk di kursi yang seharusnya di duduki oleh Annisa.
"Maira, itu tempat biasa Annisa duduk, kau jangan di situ." Ucap Mark lembut pada Maira.
"Tapi... " Ucap Maira terpotong saat Annisa berucap. "Tak apa bee.. aku bisa duduk disebelah Maira." Ucap Annisa dengan lembut.
"Kakak dengar sendiri kan? Dia tidak keberatan." Ucap Maira,
Mark hanya diam dan ia terus menghabiskan sarapan nya pagi itu.
Beberapa menit kemudian Mark sudah meminum air putih yang tersedia dan mengusap bibirnya dengan sapu tangan yang ada di atas meja makan.
"Kakak, aku ikut ke kantor ya." Ucap Maira manja dan tersenyum pada Mark.
"Untuk apa?" Ucap Mark.
"Baiklah." Ucap Mark.
Annisa mengantar suaminya hingga sampai pintu depan seperti biasanya. Mark kemudian masuk untuk duduk di kursi penumpang, di susul dengan Maira yang duduk di samping nya tanpa pamit terlebih dahulu pada Annisa.
Kenapa aku memiliki firasat buruk ya? semoga tidak terjadi apa-apa. Lindungi suamiku ya Allah. Gumam Annisa dalam hatinya.
Mobil yang di tumpangi Mark, Hito dan Maira melaju menuju Roman Corporate.
Sesampainya di depan kantor, Hito keluar lebih dulu untuk membukakan pintu tuan nya, di susul Maira yang keluar.
Mereka bertiga masuk kedalam kantor, dengan sengaja Maira mengandeng tangan Mark.
Mark sekilas melirik ke arah Maira, namun yang dikirim seolah tak tau apa-apa.
...Itu siapa yang bersama dengan tuan Mark? Cantik sekali....
...Apa itu kekasihnya?...
...Mereka sangat cocok!...
...Sungguh serasi. ...
Begitulah kira-kira gumam-gumaman yang ada didalam pikiran karyawan yang melihat bos nya menggandeng seorang wanita cantik ke kantor pada pagi itu.
Mark berjalan berdampingan dengan Maira yang memegang lengan nya, sementara asisten Hito berdiri di belakang tuan nya.
Hingga mereka sampai di depan ruangan yang bertuliskan Presdir, Hito dengan cekatan membukakan pintu untuk Mark masuk.
Saat sampai didalam, Maira spontan melepas tangan nya yang berada di lengan Mark dan melihat-lihat ruangan Mark.
"Sungguh penataan yang bagus dan elegan." Begitulah kira-kira yang ada di pemikiran Maira.
🌈🌈🌈🌈
Oke, Happy Reading ya guys, maaf kalau kemarin gak up☹️
Jangan lupa komen dan vote,
Like nya juga ya💙💙
Buat yang setia nungguin aku up pokoknya terimakasih banyak banyak ❤❤❤
Author sayang kalian❤❤❤
Tungguin ya, bakal aku up lagi tapi nanti malem ya🤗