Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Rindu


๐ŸŒˆ Roman Corporate ๐ŸŒˆ


Pukul 12 siang Mark masih berkutat dengan serangkaian banyaknya berkas yang harus di tanda tangani nya.


Mark pun lupa, jika hari ini ada janji untuk makan siang bersama setelah Annisa selesai pulang kuliah.


Setelah itu berkunjung ke panti asuhan Cahaya Bunda milik Bunda asih untuk menemui Cerry dan mengajaknya jalan-jalan.


Disisi lain Annisa sudah menunggu Mark lebih dari setengah jam, Namun belum ada tabda-tanda Mark muncul.


Annisa menghela nafasnya, ia berusaha menghubungi Mark, namun tidak ada jawaban dari pria tersebut.


Mungkin ia sedang sibuk, sehingga tidak sempat memberitahuku. Gumam Annisa dalam hatinya.


Annisa pun sudah mengirimkan pesan pada Mark yang berisi.


"Jangan terlalu lelah bekerja mas, dan jangan lupa makan. aku pergi dahulu." Begitulah kira-kira sms yang dikirim kan Annisa untuk Mark.


Annisa pun langsung menuju ke arah panti Cahaya Ibu, butuh waktu setengah jam lebih agar taksi yang ditumpangi nya sampai di panti tersebut.


karena jalanan siang ini cukup padat, dan itu membuat nya lebih lama sampai ke area panti.


๐ŸŒˆ Panti Asuhan ๐ŸŒˆ


"Assalamu'alaikum Bunda." Ucap Annisa sambil mengetuk pintu.


Bunda asih yang mendengar ketukan pintu itu segera berjalan menghampiri dan membukakan pintu untuk tamunya.


"Eh nak Annisa. Waalaikumsalam silahkan masuk." Ucap Bunda Asih ramah pada Annisa.


"Kak Annisa." Teriak Cerry yeng berlari menghampiri Annisa yang ingin duduk di ruang tamu tersebut.


Annisa yang melihat Cerry berlari kearahnya, langsung berjongkok dan merentangkan kedua tangan nya.


Hap


Kini tubuh Cerry berada di pelukan Annisa, Bahkan Cerry mendusel ke Annisa dan sedikit terisak.


"Celly lindu sama kak Annisa." Ucap Cerry dengan nada sedihnya.


"Cerry sayang gak boleh sedih ya. kan kak Annisa sudah disini sama Cerry." Ucap Annisa menghapus air mata yang sempat membasahi pipi bocah menggemaskan itu.


Lalu, Annisa menoel hidung Cerry dan berkata. "Kalau Celly masih menangis, cantiknya hilang loh." Ucap Annisa menirukan nada bicara Cerry.


"No kakak, Celly tidak akan menangis lagi. Celly ini cantik sama sepelti kak Annisa." Ucap Cerry menyombongkan dirinya di depan Annisa.


"Om ganteng mana?" Ucap Cerry bertanya pada Annisa.


"Om ganteng ada pekerjaan sayang. jadi tidak bisa kesini bermain dengan Cerry." Ucap Annisa menjelaskan.


"Huft..." Terdengar nada kecewa yang keluar dari mulut Cerry.


Dan Annisa pun berkata, "Apa Cerry tidak senang jika hanya dengan kak Annisa saja." Ucap nya dengan nada sedih yang dibuat-buat.


"Tidak-tidak bukan begitu maksud Celly. Ah... Celly bahagia ada kak Annisa." Ucap Cerry sambil memeluk Annisa.


"Oke princess, apa Cerry sudah makan?" Ucap Annisa pada Cerry yang langsung dibalas dengan gelengan kepalanya


"Pergilah Nak, tapi kau harus hati-hati." Ucap Bunda Asih pada Annisa.


"Baik Bunda." Ucap Annisa mencium telapak tangan Bunda Asih dan berpamitan untuk mengajak Cerry bermain dan jalan-jalan.


Yah, Bunda Asih lah yang menelfon Annisa untuk datang ke pastinya. Karena Cerry terus saja merengek ingin jalan-jalan dengan Annisa.


"Apa Cerry sudah siap." Ucap Annisa pada Cerry.


"Ya kakak, Celly sudah siap. Let's Go." Ucap Cerry penuh semangat menggandeng tangan Annisa.


Mereka berdua pun melangkahkan kakinya keluar area panti dan berjalan-jalan disekitar Panti tersebut.


๐ŸŒˆ


Happy Reading ya teman-teman.


Terimakasih banyak buat yang like, comment dan vote...


Terimakasih juga sama pembaca Novel setia Author ini๐Ÿค—


Oh ya, Author juga ngerekomendasiin 2 Novel yang Author rilis sekaligus.


Masih anget-angetnya๐Ÿ˜‚


Boleh lihat-lihat dulu mampir" dulu, siapa tau juga suka๐Ÿค—


Yuk Intip๐Ÿ˜‚๐Ÿค—