
Tasya, hari ini begitu cantik dengan gaun gamis yang membelit tubuh cantiknya.
Cantik, bagi Chris karena istrinya tengah mengandung 7 bulan.
Baby Kembar yang berada di perut sang istri adalah ujian terbesar baginya, ah bagi Chris istrinya tak terlihat gemuk. Sangat berisi dan itu membuat Chris harus menelan ludah nya dengan kasar.
"Augghhhh!!!!!" keluh Tasya kala baby kembar nya melakukan pergerakan di perut.
"Sayang kenapa?" Tasya Chris khawatir.
"Ini!" Ujar Tasya menempelkan telapak tangan sang suami di atas perut nya.
Duk.... Duk.....
"Ini.... " Ujar Chris, ah dia pertama kali merasakan tendangan dari kedua jagoan nya.
"Ya? Di aktif sekali di dalam sana, nampaknya dia akan merepotkan mu Daddy!"
"Ah terimakasih!" Ujar nya menciumi wajah sang istri, kaki panjang di tekuk dan menyetarakan tinggi badan nya agar sama dengan perut sang istri.
"Baby jangan membuat Mommy mu kesakitan ya! Jangan banyak bergerak oke! Nanti setelah kau lahir Daddy akan mengajak mu bermain sepuas mu!" Ujar Chris mengelus perut sang istri.
"Sayang! Peluk!" Lirih Tasya mendekap suaminya dengan erat, "Terimakasih ya sudah menjadikan ku ibu dari anak-anakmu!" Lirih nya.
"Terimakasih juga sudah memilih ku menjadi ayah dari anak mu! Aku mencintaimu sayang!"
"Aku juga!"
"Turun yuk semua orang sudah siap di bawah gak enak di tungguin."
"Ah ya tentu!" Ujarnya tersenyum, lengan kekar pria keturunan Amerika itu di gandeng mesra oleh Tasya.
Ah perpaduan yang sangat indah, Papa berasal dari Amerika, Mama berasal dari indonesia, aku tak sabar menantikan bayi perpaduan dua manusia itu. Pasti akan sangat menggemaskan sekali.
Di dampingi oleh sang Bunda, Ira. semua acara itu berjalan dengan sangat hikmat, Chris kurang faham dengan semua rangkaian acara yang di lakukan, hingga ia berakhir di taman mengobrol dengan kakaknya.
"Thanks! Lu udah buktiin ke gue kalau lu bener-bener jaga adek gue!" Ujar Kak Angga,
"Gak perlu berterimakasih, gue bersyukur lu udah mau restuin gue nikah sama adik lu!" Ujar Chris.
"Awas kalau lu tinggalin adek gue, sekarang kan lagi zaman nya perselingkuhan!"
"Emang alasan apa? Kenapa gue harus tinggalin dia yang udah sempurna bagi gue!"
"Ya nanti, mungkin setelah melahirkan terus badan dia gak sebagus dulu gitu!" Ujar nya, benar bukan? terkadang sang suami akan merasa istrinya begitu jelek kalau sudah melahirkan. Karena fokus itu tertuju pada sang buah hati tak lagi pada dirinya sendiri.
"Bhahahaha.... Dia gemuk gitu kan akibat ulah gue! lagian ya kak asal lo tau, tubuh adik lo begitu nguji iman gue kalau hamil gini! Pengen nya di enggak-enggak mulu!" Jujurnya.
"Sialan lu! Gue serius!"
"Ya gue juga serius, gak mungkin gue ngelakuin sekejam itu. Bagi gue Tasya adalah hal yang paling berharga dan gak akan pernah gue sia-sia in!"
"Kata-kata lu, kek anak SMA lagi bucin sama pacarnya! Bhahhaah!"
"Biarin, kapan lu nikah dan nyusul gue!"
"Bentar deh! Jodoh gue belum sampai? apa baru lahir ya?"
"Kak ih! Ntar kalau jodoh lu baru lahir? Pas nikah sama dia lu bakal di kira Sugar Daddy nya!"
"Ya gakpapa, yang penting bini gue cantik!"
"Cantik doang percuma, kalau gak baik hatinya kak!"
"Iya sih.... Yaudah cariin deh! Hehehehe!" Goda Kak Angga, Ah keduanya sudah membaik. Sudah saling melempar candaan dan berbagi.
"Om Nggaa...." Celotehnya, kaki kecil Baby Reyhan melangkah mendekati Angga.
"Dih! Kebiasaan ini! Rama mesti bau-bau bakal nitipin cebong nya ke gue!" Dengus Angga dengan kesal.
"Papa mu kemana sayang!"
"Sama mam!" Celetok Baby Reyhan yang ada dipangkuan Angga.
"Tuhkan apa yang gue bilang! Kebiasaan ini Rama, mentang-mentang disini gue yang belum nikah!"
"Udah kak, Terima nasib aja!"
"Nah bener apa kata Chris, terima nasib aja!" Celetuk Rama yang datang, nyatanya putranya tak di biarkan pergi dan berjalan sendirian.
"Huh... Lu mah... "
"Titip ya kak! Katanya mau main sama lu! Kangen katanya!" Ujar Rama yang nampak tak berdosa.
"Udah tau nih? Cuman akal-akalan lu aja kan? Biar bisa berduaan sama bini lu?" Sebal Angga.
"Hehehe... Tolongin ngapa? Gak mau gue di salip sama tu bule KW. Masak dia anaknya udah mau dua! Lha kan disini yang nikah lebih dulu gue!"
"Eh! Lu kok bawa-bawa gue sih! Dan gue itu bule asli! No KW!" Ucap Chris melayangkan protes.
"Eleh.... Udah lah, jagain dulu ya! Ntar kasih Oma nya aja kalau dia rewel! Gue pergi bye!" Ujar Rama berlalu pergi.
"Emang kagak punya akhlak itu anak!!!"
Rama bukan menelantarkan, hanya sesekali ia melakukan seperti itu. Tau sendiri sang istri Kirana sangat menjaga buah hatinya terkadang pusat perhatian itu sepenuhnya milik Baby Reyhan. Hingga membuat sang pembuat bayi cemburu akan hal itu.
Biarlah dia menyelam sambil meminum air bukan? Toh masih ada Kak Angga yang bisa di mintai tolong untuk menjaga cebong tampan kesayangan nya.
...***********...
"Sayang!" Ujar Mark pada istrinya.
"Kenapa hem?"
"Terimakasih!" Ujar Mark lagi, tangan nya memeluk sang istri mencium wanita yang sudah lebih dari 25 tahun mendampingi nya menjalani biduk rumah tangga.
Asam, pahit, manis semuanya telah mereka rasakan. Sosok istri yang tak pernah mengeluh dan selalu taat pada suaminya.
"Aku masih tak menyangka kita sudah menjadi oma dan opah sekarang!" Kekeh Annisa, sambil memandang Baby Reyhan yang tengah damai terlelap.
"Hahahaha. Tapi bagiku kau masih terlihat cantik, bahkan sangat cantik!"
"Jangan berlebihan memuji ku!"
"Aku serius! Aku juga masih tak menyangka, Rama dan Rafa yang dulu ku gendong dalam dekapan ku! Mereka sangat kecil tapi sekarang mereka sudah bisa menghasilkan Baby Kecil seimut itu!" Jelasnya.
Mark telah berubah, tak ada lagi Mark yang dingin dengan tampang tak bersahabat.
Jika sudah dengan Annisa, ia akan menjadi sosok yang sangat hangat pada istri kesayangan nya.
"Dan kau sekarang sudah semakin tua!" Ejek Annisa pada suaminya.
"Hem? Bagaimana kalau kita membuat adik untuk Rama dan Rafa, biar aku kelihatan lebih muda karena memiliki bayi!" Ujar nya.
Bugh!
Pukulan penuh cinta di layangkan Annisa pada suaminya, "Jangan berfikir seperti itu! Kita jaga saja cucu kita!" Ujarnya menasehati sang suami.
"Aku mencintaimu! Makasih Annisa ku!"
"Aku juga mencintaimu Mr. Mafia insaf ku!" balas Annisa.
🍒🍒🍒🍒🍒
Happy Reading