
Gemuruh riuh menggema di ruangan itu, bagaimana tidak? Dua kakak beradik itu menyabet gelar wisudawan terbaik di Universitas itu, dengan Rafa yang telah menamatkan studi S1 nya, dan Rama yang telah menamatkan studi S2 nya dengan jalur percepatan.
Sangat mencolok memang, sang kakak yang tak ingin terkekang dengan peraturan kuliah yang menurutnya terlalu menjengkelkan, dengan secepat mungkin dia menyelesaikan kuliahnya. Sedangkan sang adik? Ia lebih memilih menjadi mahasiswa yang biasa saja, meski bisa di akui Rafa juga memiliki kecerdasan seperti sang kakak, terbukti ia lulus dengan IPK yang nyaris sempurna yakni 3.98
"Selamat ya putra Mama memang yang terbaik." Ucap Mama Annisa memeluk kedua putranya,
"Ma, Rafa kesana dulu ya." Ucap Rafa melepas pelukan sang Mama, netra matanya menangkap Kirana yang tengah berdiri tak jauh dari posisi kedua orang tuanya, kaki Rafa melangkah dengan cepat mendekati sang pujaan hati.
"Kenapa tak kesana hem?"
"Ah aku tak ingin menganggu mu dengan keluargamu."
"Hey! Ayolah kau tak menggangguku sayang."
"Ah, ya. Selamat wisuda. Doa terbaik untukmu." Ucap Kirana memberikan buket bunga dan beberapa hadiah kecil untuk sang kekasih.
"Kau tak perlu seperti ini, dengan mu kesini itu sudah menjadi hadiah terbaik untukku!"
"Kau pandai merayu Rafa!"
"Hanya padamu, tidak dengan wanita lain."
"Hahaha, yaya aku percaya itu." Ucap Kirana tersenyum.
Tangan Rama mengepal kuat di dalam celana kain yang ia kenakan, hatinya begitu terbakar dan tersulut emosi, Rama sudah berusaha dengan cara yang baik untuk mendekati Kirana, tapi apalah daya Kirana hanya menganggap Rama sebagai kakaknya, dan terkadang Kirana menjaga jarak jika Rama berusaha mendekatinya.
🎶
"Mama, Papa." Ucap Rafa saat semua anggota keluarganya tengah berkumpul di ruang keluarga setelah acara makan malam tadi.
"Rafa ingin bertunangan dengan Kirana." Ucap Rafa dengan nada mantap.
"Apa!" Pekik Rama kaget, "Ah maaf!" Ucap Rama menetralkan degub jantungnya.
Apakah benar perasaan cinta begitu egois dengan siapapun! Ayolah Rama sudah berusaha mengikhlaskan Kirana menjadi milik sang adik, setelah usahanya berakhir sia-sia tapi mengapa sangat sulit untuk itu! Apalagi saat mendengar kabar bahwa adiknya akan bertunangan dengan Kirana, semua terasa menyakitkan untuk Rama!
"Apa kau yakin sayang? Kau kan baru lulus beberapa hari?" Ucap Mama Annisa.
"Ya, tapi aku mencintai Kirana ma, setelah Kirana lulus nanti kita baru akan menikah, yang terpenting Rafa ingin bertunangan dengan Kirana sebagai bentuk keseriusan Rafa menjalin hubungan dengannya."
"Bagaimana?" Tanya Mama Annisa pada suaminya.
"Biarkan! Jika itu kebahagiaan nya maka, kita sebagai orang tua harus merestui nya.
"Ya sudah, Mama dan Papa hanya bisa merestui kalian berdua."
"Terimakasih Mama."
🎶
"Semuanya sudah siap Rafa?" Tanya nya pada putra bungsunya yang tampak bolak balik, entah apa yang di risaukan dalam hati.
"Ah ya, Mama apa penampilan ku sudah baik?"
"Putra Mama sangat tampan! Dan selalu tampan." Ucap Mama Annisa tersenyum dan mengacungkan kedua ibu jari tangan kepada putranya.
"Ah Mama, jangan memujiku seperti itu, ayolah! Rafa serius Mama."
"Cih! Kau menjengkelkan Papa seperti tak pernah muda saja."
"Dimana kakakmu Rafa?"
"Aku disini Ma, aku tak bisa ikut badan kurang sehat." Ucap Rama yang baru saja turun dengan pakaian rumahan nya.
"Kau yakin? Apa perlu Mama panggilkan dokter?"
"Tidak Mama, Rama hanya butuh istirahat sebentar." Ucap Rama tersenyum.
"Baiklah hati-hati dirumah! Papa dan Mama akan segera kembali." Ucap Mama Annisa berpamitan pada putranya.
Hari ini, adalah hari dimana keluarga besar Rafa dan Kirana bertemu untuk pertama kalinya tepat pukul 8 malam mobil keluarga Rafa sudah berada di halaman rumah milik Kirana, meski tak luas seperti hunian milik keluarga Mark, namun rumah ini cukup nyaman dan asri.
"Mari masuk." Ucap pelayan menunjukkan dan menuntun ketiganya masuk kedalam. duduk di kursi tamu yang sudah di sediakan dengan berbagai aneka cemilan yang sudah tersaji di atas meja kecil itu, seolah tahu bahwa hari ini akan ada tamu spesial yang berkunjung di rumah mereka.
"Lama tidak berjumpa dengan mu Annisa!" Ucap Faiz yang tak lain adalah Papa Kirana tersenyum kearah tamu yang tengah terduduk nyaman di sana.
"Kak faiz? Jadi... "
"Ya Annisa, apa kabar?" Ucap Faiz lagi dengan tersenyum.
"Sayang." Ucap Mark merapatkan tubuh nya dengan sang istri.
"Hahahha, Ayolah tuan Mark yang terhormat kenapa kau masih cemburu seperti itu? Bukan kah sebentar lagi kita akan menjadi besan?" Tanya Faiz dengan menaik turunkan alisnya, seolah tau bahwa jika menyangkut sang istri Annisa ia akan selalu bersifat posesif terlebih lagi kepada rivalnya dahulu.
"Cih! Jika ku tahu kau ayahnya aku tak........ "
"Bee...!!!" Tegur Annisa berbisik pada telinga suaminya.
"Hah, baiklah."
"Mama ada apa?" Tanya Rafa seolah tak tau dengan perdebatan atau gurauan yang sebenarnya terjadi,
"Tak apa sayang! Mama, Papa serta Papa Kirana dulu berteman baik."
"Benarkah?"
"Ya Rafa, bahkan om adalah sahabat terbaik yang dimiliki oleh Mama mu." Timbal Papa Kirana.
"Faiz!!!" Ucap Mark memanggil dengan nada penuh penekanan.
"Hahahahahaha.... Ya Mark, sudah-sudah maafkan aku! ayolah aku hanya bercanda. Mari kita bicarakan pertunangan anak kita." Ucap Faiz tersenyum.
Hari dan tanggal sudah di sepakati, tepat 3 bulan yang akan datang setelah ujian kedokteran Kirana, ia dan Rafa akan melangsungkan acara pertunangan mereka.
🎶
Happy Reading guys.
terlalu kaget ga sih alurnya? Kayak kecepatan gitu?
Gimana nih?
Maafin ya kalau jarang update wkwkkw☹️☹️☹️☹️