
"Lama kita tidak bertemu tuan Mark." Ucap Alex sopan dan tersenyum pada Mark.
Mark berdiri di samping Annisa, menariknya kebelakang agar tubuh Annisa berada di belakang dirinya.
Mark seolah tak ingin Alex melihat istri cantiknya itu.
"Apa tujuanmu." Ucap Mark seolah tau maksud dan tujuan dari Alex.
"Aku hanya menemani nyonya Mark yang sendirian menunggu di meja ini. Apa itu salah?" Ucap Alex menaik turun kan alisnya.
"Kau..... Ucap Mark dengan tangan melayang di udara ingin menonjok wajah tampan milik Alex.
"Sudah bee... mari kita pulang saja." Ucap Annisa berbisik pada suaminya, dan mengelus lembut lengan tangan Mark untuk meredam emosi suaminya yang akan meledak.
"Jangan kau membelanya! aku tak suka." Ucap Mark dingin menatap Annisa.
"astaghfirullah bee, aku hanya tak ingin kau lepas kendali. dan itu akan membuat reputasi mu hancur atau bahkan menyusahkan mu dikemudian hari." Gumam Annisa dalam hatinya.
"Bee kau lihat ini." tunjuk Annisa pada jari manis nya yang terdapat cincin pernikahan mereka.
"Aku mencintai mu sejak cincin ini ada di jari manis ku. Selamanya aku akan tetap mencintai mu bee. Menemanimu, suka maupun duka aku akan selalu berada di sampingmu" Ucap Annisa
"Aku tak ingin kau tersulut emosi, disini banyak orang. Aku tak ingin suami ku yang tampan ini akan menjadi bahan cibiran orang." Bisik Annisa pada telinga suaminya.
Perlahan Mark mencerna semua perkataan istrinya itu, ia mulai berfikir jernih dan tak ingin bertindak gegabah.
"Baiklah ayo kita pulang." Ucap Mark menggandeng istrinya.
"Hai bung, kau tak ingin makan disini." Ucap Alex yang melihat pergerakan langkah kaki Mark yang ingin meninggal kan nya.
Sontak kedua mata hitam tajam Mark menatap Alex dengan sorot mata nyalang.
"Ku peringatkan kau!!! Jangan pernah sentuh apapun yang sudah menjadi milikku! Jangan Kau memanggil jiwa iblis ku keluar menghabisi mu." Ucap Mark berbisik di telinga Alex.
"Apa!!!! Kenapa raut wajahnya menjadi seseram ini. Tapi aku tak akan menyerah begitu saja! aku juga mencintainya! dan harus mendapatkan nya." Ucap Alex dalam hatinya.
Mark meninggalkan Alex begitu saja, dan membawa Annisa untuk masuk kedalam mobil.
Mobil itu pun melaju membelah terik panas dan hiruk priuk jalanan ibu kota.
"Sudahlah! Aku tak sengaja bertemu dengan nya." Ucap Annisa menjelaskan dan sesekali ini mengusap lengan dari Mark.
Mark hanya diam tak menanggapi apapun yang di ucapkan istrinya.
Annisa hanya mampu menghela nafas kasarnya.
Hanya keheningan yang menyelimuti keduanya.
Hingga mobil itu pun berhenti di depan gerbang utama rumah milik Mark,
Sesampainya di depan pintu, Mark langsung turun dan mengandeng tangan istrinya untuk masuk kedalam kamar mereka.
Clek!
Pintu kamar tertutup dengan sempurna, hanya ada dua manusia di dalam kamar mewah itu, Dengan dua suasana hati yang sangat berbeda.
Annisa tak tau harus bagaimana membujuk suaminya, Ia kemudian melepaskan jilbab miliknya, dan perlahan duduk di samping suaminya.
Bukan! Annisa duduk di pangkuan Mark dengan mengalungkan kedua tangan nya di leher putih milik suaminya itu.
Mark hanya diam, namun sorot matanya menatap istrinya dengan serius.
Bagaimana ini? kenapa susah sekali membujuknya! Gumam Annisa dalam hatinya.
"Aku mencintai mu, sungguh tak ada pria lain selain dirimu di hatiku." Ucap Annisa penuh kelembutan.
Lagi dan lagi.
Mark hanya diam tak mengeluarkan suaranya.
Hem, baiklah mungkin ini cara terakhir yang bisa membujuknya semoga berhasil. Gumam Annisa dalam hati.
Cup
Annisa mendaratkan ciuman pada bibir Mark dengan penuh kelembutan, namun Mark masih kaget dengan tindakan istrinya, hingga ia masih diam dan tak menggerakkan bibirnya sama sekali.
Annisa pun melepas ciuman tersebut, ia sudah tak tau harus bagaimana membujuk suami posesifnya itu.
Hap
Mark langsung tersadar saat Annisa ingin beranjak dari pangkuan nya, ia kembali menarik istrinya agar duduk kembali.
"Istriku, ternyata sangat pintar menggoda ya?" Ucap Mark,
Kini giliran Annisa yang diam dan tak menanggapi suaminya.
"Hem, kau harus bertanggung jawab nyonya Mark, karena kau telah membangunkan Mark. junior didalam sana." Ucap Mark menunjuk kebawah.
Mark langsung mencium istrinya, namun sepersekian menit kemudian Annisa melepaskan ciuman itu,
Mark seolah tak rela dengan tindakan Annisa, ia mengerucutkan bibirnya.
"Jadi kau memaafkan ku kan?" Ucap Annisa.
"Hem, tapi 5 ronde." Ucap Mark menggoda.
"Apa?" Ucap Annisa kaget,
Namun Mark segera membungkam mulut istrinya dengan bibir milik nya.
Dan terjadilah olah raga di kamar tersebut.
🌈🌈🌈
Happy Reading ya guys.
Udah bayangin sendiri aja olahraganya gimana ya😂
Jangan lupa like komen dan Vote.
Terimakasih banyak-banyak Author sayang kalian yang Vote dan Like,
❤❤❤❤❤
Hari ini aku akan crazy Up ya teman-teman, di tunggu aja🤗