Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Lamaran


Sesampainya di rumah Hanafi masuk kedalam, namun dahulu ia mengucapkan salam.


Ibu Hanafi menyabut kedatangan putra tampan nya dan calon menantunya dengan ramah dan penuh senyuman.


“Eh ada nak Ira, ayo masuk.” Ucap Ibu Tati menggandeng tangan calon menantunya untuk masuk kedalam rumah.


Mereka pun berkumpul di ruang keluarga, saat itu Annisa yang baru turun dan melihat ada kak Ira langsung menghampiri dan memeluknya.


“Kangen kak Ira, udah lama gak main kerumah kak.” Ucap Annisa masih memeluk Dr.Ira


“Maaf ya dek, akhir-akhir ini kakak lagi banyak pasien dirumah sakit.” Ucap Ira lembut memberikan pengertian kepada calon adik iparnya itu.


“Tidak apa-apa.” Ucap Annisa sambil melepas pelukan pada Dr. Ira.


Susana pun menjadi hening setelah itu, Lalu Hanafi membuka percakapan untuk memecah keheningan yang ada. “Oh ya ada sesuatu yang hanafi ingin sampaikan kepada kalian semua yang ada disini.” Ucap nya.


“Mau menyampaikan apa nak?” Ucap Ibunya.


“Alhamdulilah berkat doa dari Ibu dan Ayah, mulai bulan depan Hanafi naik jabatan menjadi kepala staf. Hanafi juga mendapatkan fasilitas kendaraan dan gaji Hanafi akan meningkat menjadi dua kali lipat.” Ucap Hanafi menjelaskan.


“Alhamdulilah.” Ucap mereka serentak.


“Makan-makan diluar nih kak harusnya.” Celetuk Annisa.


Diusapnya kepala Annisa dengan lembut oleh Hanafi karena ia gemas dengan Adiknya. “Harusnya gitu dek, tapi kakak mu yang paling cantik itu gak mau. Katanya rindu dengan masakan Ibu dek.” Kekeh Hanafi menjelaskan pada Annisa.


Dr.Ira pun hanya tersenyum menanggapi omongan itu.


“Yasudah ayo ibu masakan. Apa si yang tidak untuk calon mantu Ibu satu ini.” Ucap Ibu Tati menggoda Dr.Ira.


“Saya bantu bu.” Ucap Dr.Ira disusul dengan Annisa yang juga ingin membantunya.


Akhirnya Ibu Tati, Ira , dan Annisa memasak di dapur membantu ibu. Banyak menu yang mereka masak hari ini untuk makan malam.


Hanya butuh waktu 30 menit, semua masakan sudah siap dan tersaji di meja makan.


Mereka pun makan dengan hikmat, dan di selangi canda tawa.


Waktu pun berlalu kian cepat dan semakin malam, Hanafi mengantarkan Ira pulang ke rumahnya.


Seminggu kemudian.


Annisa sudah cantik dengan pakaian yang telah Mark siapkan yang senada dengan apa yang Mark kenakan nanti saat prosesi tunangan dilaksanakan.


Tok


Tok


Tok


Pintu kamar Annisa pun diketuk dan tak lama ada suara yang mengatakan “Kakak masuk ya dek.”Ucapnya lalu Annisa mempersilahkan masuk.


“Gimana deg-degan ya dek?” Goda Ira pada Annisa.


“Iya nih kak, gugup banget.” Ucap Annisa yang terlihat gugup dan sedikit gemetaran.


“Bismillah. Tarik nafas , berdoa ya.” Ucap Dr. Ira menenangkan Annisa.


“Ayo turun.” Ajak Dr. Ira turun pada Annisa untuk turun ke bawah.


Dr. Ira mengandeng Annisa untuk turun dan berjalan beriringan. Dilantai bawah semua sudah menunggu Annisa.


Mark tampak sangat tampan dengan baju yang ia kenakan, dan ia membawa banyak seserahan untuk acara pertunangan itu.


Sesuai permintaan Annisa, Acara pertunangan itu memang sederhana namun Hadiah yang Mark berikan untuk Annisa memiliki jumlah yang sangat fantastis.


Sepeti beberapa perhiasan yang tidak terbuat dari Emas, namun Mark memberikan satu set perhiasaan berlian yang hanya satu model saja si dunia, Mark memesan khusus perhiasan itu dan khusus untuk Annisa.


Acara pertunangan pun berjalan dengan lancar, Mereka sudah menentukan tanggal pernikahan setelah acara pernikahan yang dilakukan oleh Hanafi dan Dr. Ira.


Hanya Hito yang menemani Mark pada acara tersebut karena memang Mark hanya hidup sebatang kara sekarang.


(Semoga ini awal kebahagiaan mu King.) Gumam Hito dalam hatinya.


🌈🌈🌈


Happy Reading💙💙💙


Jangan lupa Like, Komen dan Vote😘