Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Dihotel.


Annisa dan Mark kini sudah selesai di dandani oleh MUA untuk acara resepsi yang akan dilaksanakan di panti Cahaya Bunda.


Mobil yang di tumpangi oleh Mark dan rombongan sudah sampai didepan panti.


Mark turun menuntun Annisa untuk masuk kedalam.


Didalam sudah ada dekorasi sederhana yang menghiasi panti tersebut.


Tentu sederhana, karena itu memang keinginan Annisa.


Berbagai doa dan ucapan selamat Annisa dapat dari anak-anak panti tersebut,


Bunda Asih juga merasa bersyukur dan bahagia karena Annisa dan Mark akhirnya menikah.


"Apa kau tidak ingin memeluk kakak sayang." Ucap Annisa pada Cerry.


Ia berjongkok untuk mensejajarkan tubuhnya dengan gadis kecil tersebut yang selalu ia rindukan.


Bocah kecil tersebut hanya diam menatap Annisa tak ada pergerakan apapun.


"Ini benelan kak Annisa?" Ucap Cerry terbata dan bertanya pada Annisa.


Annisa hanya membalas dengan anggukan dan kemudian Cerry langsung memeluk Annisa.


Annisa dan Cerry berpelukan melepas rindu mereka berdua.


"Kakak Annisa cantik banget." Ucap Cerry melepas pelukan itu dan menatap wajah Annisa.


Annisa hanya tersenyum pada Cerry.


"Tentu." Ucap Mark tiba-tiba pada Cerry.


Mark mensejajarkan tubuhnya di hadapan kedua wanita yang sangat ia cintai tersebut dan tersenyum pada Cerry.


"Hanya kak Annisa yang mendapat pelukan? Ayah Cerry yang ganteng ini tidak?" Ucap Mark merentangkan kedua tangan nya agar Cerry mau berjalan dan memeluknya.


Cerry melihat kearah Annisa untuk memastikan lagi, terlihat dari sorot matanya dan Annisa hanya menganggukan.


"Ayah.. " Ucap Cerry terbata lalu ia memeluk Mark dengan penuh haru.


💙


Acara pun berlangsung dengan sempurna. semua orang menikmati hidangan yang tersaji dengan begitu lahap.


Karena menu yang di sajikan adalah menu makanan terbaik yang dipesan oleh Mark dari salah satu restoran ternama


Tak lupa Mark juga memberikan donasi yang cukup banyak untuk panti asuhan tersebut.


Dan memberikan beberapa perlengkapan sekolah, sedikit makanan dan uang yang dikemas cantik dalam paper bag untuk dibagikan kepada Anak-anak.


"Terimakasih." Ucap Annisa lirih pada Mark.


"Kau tak perlu berterimakasih, apapun akan aku berikan untuk kebahagiaanmu sayang." Ucap Mark lembut pada Annisa.


"Maaf telah membohongimu." Ucap Annisa pada Mark dengan menundukan kepalanya.


"Bohong?" Ucap Mark lagi, ia tak yakin jika Annisa membohonginya.


"Kejadian tadi sore, sebenernya aku tidak sedang datang bulan. aku tak enak hati, dibawah sudah ada yang menunggu kita." Ucap Annisa menjelaskan.


Seketika senyum di bibir Mark terbit dan ia berbisik lembut di telinga Annisa.


"Istriku yang cantik sudah pandai berbohong ternyata. " Ucap Mark lembut dan begitu lirih.


Seketika Annisa merasakan suhu tubuhnya menentang mendengar ucapan Mark.


"Berdoa ronde?" Ucap Mark lagi.


"Akhirnya burung ini tidak akan kedinginan.


" Kau harus berhati-hati sayang. kau membangunkan nya hari ini sayang." Ucap Mark dengan nada sensual dan sedikit meniup telinga Annisa.


"jangan terus menggodaku Mark!" Ucap Annisa kesal.


Acara itu telah usai, kini Annisa dan sekeluarga menginap di hotel terdekat yang berjarak tak jauh dari Lokasi panti tersebut.


Hari ini semua kamar tersebut sengaja khusus di pesan oleh Mark, untuk dirinya dan seluruh keluarga Annisa.


Hanya malam ini Mark tidak ingin diganggu dengan siapapun!! Dan Mark menempatkan pengamanan yang tinggi untuk malam ini disekitar hotel.


Annisa dan Mark memasuki kamar hotel tersebut, dan kini mereka berdua telah ada didalam nya.


Annisa dibuat takjub dengan interior yang menghiasi kamar tersebut.


Sungguh indah, desain sederhana namun terlihat elegan.Pilihan warna yang digunakan pun sangat pas dan cocok.


"Kau mandi lah terlebih dahulu sayang, Bajumu ada di paper bagi ini." Ucap Mark pada Annisa dengan senyum licik yang terpancar.


Annisa hanya menurutinya, sungguh Annisa mudah sekali masuk dalam perangkap Mark.


"Aku tidak sabar melihat mu memakainya." Gumam Mark yang menatap punggung Annisa yang telah hilang, masuk kedalam kamar mandi.


Cukup lama Annisa berendam dan menyelesaikan mandinya, dibukanya paper bag tersebut.


"ini baju apa? tipis sekali! dan ini sama sekali bukan di sebut baju." Ucap Annisa bergumam membolak balikan baju tersebut.


Tok


Tok


Tok


"Sayang.... cepat keluar! kau sudah terlalu lama berada didalam." Ucap Mark pada Annisa.


"Kau tidak apa-apa kan? apa terjadi sesuatu." Ucap Mark lagi diluar sana.


"Sebentar." Ucap Annisa pada Mark.


Namun baru beberapa detik saja.


Mark sudah mengeluarkan suaranya.


"Sayang aku hitung sampai 3 kalau kamu tidak keluar aku kan mendobrak pintu ini." Ucap Mark pada Annisa.


"Ini pasti rencananya. Huh lebih baik aku pakai saja." Ucap Annisa langsung memakai baju tersebut.


"Satu."


"Dua."


"Ti.... "


Clek!!!!


Pintu kamar mandi terbuka, dengan Annisa yang sudah memakai baju lingerie tersebut.


Sungguh Mark menelan ludah nya saat melihat bentuk lekuk tubuh Annisa yang tersaji didepan nya.


"Apa kau ingin menggodaku dengan pakaian tersebut?" Ucap Mark pada Annisa.


"Kau tahu, aku tidak akan memiliki niat seperti itu, dan untuk baju ini kau pasti tau betul." Ucap Annisa kesal menyibikkan bibirnya.


Cup


Mark mengecup sekilas bibir Annisa dan berucap.


"Aku mandi terlebih dahulu." Ucap Mark masuk kedalam kamar mandi tersebut.


Mark menutup pintu kamar mandi tersebut dan bergegas untuk mandi.


🌈🌈🌈🌈


Happy Reading ya guys 💙💙


Jangan lupa like, Komen dan Vote. 🤗🌈