
Rana dan teman-temannya pergi ke pusat kota untuk berjalan-jalan. Mereka menonton film, makan di kafe dan berbincang kecil beberapa hal. Ia juga bertemu dengan teman SMP nya yang dulu dekat dengan dia.
"Go publish nih hubungannya" celetuk salah seorang teman Rana.
"Udah dari lama kali, cuma ya gimana dong kayaknya Dean gak mau ceweknya ditaksir cowok lain. Makanya disembunyikan mulu" sahut Bela menggoda Rana yang sudah tersipu malu. Mudah sekali menggoda Rana hingga wajahnya merah padam.
Mereka kembali mengobrol membahas tentang liburan. Belum saja liburan ini usai, mereka sudah ingin membahas liburan selanjutnya. Mereka begitu asik menentukan tempat selanjutnya untuk berlibur bersama kali ini.
"Undang dong cowok loe yang ganteng itu"
"Iya bener tuh, dia kan model"
"Eh, tapi kemarin gue lihat postingan nya sama cewek tuh. Waktu gue stalk sosmednya ada banyak foto mereka yang diupload si cewek"
"Aah, cuma temannya aja, ya cewek itu memang suka sama Dean" ucap salah seorang dari mereka.
Mendengar nama Dean disebut, tentu saja Rana dan teman-temannya refleks menoleh. Wajah yang tak asing itu, sepertinya Artha mulai berulah lagi. Rana menghela napasnya, Dean sudah memintanya untuk tidak mempedulikan Artha. Toh yang sebenarnya adalah Dean pacar Rana kan, dan ada banyak orang yang tau itu termasuk teman-teman Dean.
Merasa diperhatikan, Artha dan teman-temannya pun ikut menoleh menatap gerombolan Rana. Mereka saling melempar pandangan sengit dan berpaling lalu mulai membicarakan masing-masing. Rana yang memang tak peduli dengan gosip jelek tentangnya berusaha tak peduli.
Rana dan teman-temannya kembali berbincang tentang sekolah masing-masing. Mereka menceritakan betapa lelahnya duduk dibangku SMA.
"Oeeyy Nona Rana, pacarnya Kakak Dean" teriak Gerald yang baru saja masuk kafe. Ia celingak-celinguk mencari seseorang yang sedang menunggunya.
Di meja yang lumayan jauh dari Rana, terlihat gerombolan teman Gerald yang sudah menunggu pemuda itu. Mereka melambaikan tangan kepada Gerald dan memanggil pemuda itu mendekat.
"Oy, pacarnya Kakak Dean nih, kalian belum pernah ketemu kan? Buruan sini gue kenalin" teriak Gerald heboh.
Beberapa teman-teman Rana melirik ke arah meja Artha. Wajah teman-teman Artha tampak terkejut dan kebingungan. Sedangkan Gerald dan teman-temannya sibuk berkenalan dengan Rana. Mereka tampak senang dan malu-malu karena bisa bertemu pacar Dean. Usai bercakap-cakap, Gerald pun pergi kembali ke tempat duduknya.
Baru juga beberapa menit Gerald pergi, seseorang kembali memanggil nama Rana. Kali ini adalah seorang gadis cantik yang langsung menjadi pusat perhatian. Benar, gadis itu bernama Viola. Rana sudah memutuskan mengajak Viola berbicara saat awal liburan hari itu, mereka menghabiskan waktu bersama sambil berbincang banyak hal. Andai hari itu Rana menolak, ia tak akan tau ada kesalahpahaman sebesar ini diantara dirinya dan Viola.
Numun mereka sudah menyelesaikan kesalahpahaman selama bertahun-tahun itu hanya dengan berbincang menghabiskan waktu seharian.
"Kak Violaaa, haiii, kok ada disini?" Cecar Rana kala Viola berjalan mendekat.
"Iya lagi jalan sama teman-teman. Aku tadi beliin kamu macaron, eh taunya kamu ada disini juga. Jadi aku datang kemari, nih" jelas Viola seraya memberikan bungkusan besar untuk Rana.
"Aaahh, kan aku lagi diet" rengek Rana dengan wajah manyun.
Viola membelalakkan matanya dan langsung mengusir Ratu dari samping Rana. Ia memandangi gadis tersayangnya itu dan mencubit-cubit pipi Rana.
"Siapa yang suruh diet? Dean cowok brengsek itu? Kamu gak gendutan kok, meski chubby tetap cantik kok. Ah, jangan percaya cowok itu" kesal Viola. Ia benar-benar murka jika menyangkut tentang Rana.
"Hei, katanya mau belajar di perpus. Malah ngapelin Rana, nih anak ya" gerutu salah satu teman Viola.
"Berisik" jawab Viola ketus. Ia mencubit pipi Rana dan berpamitan pergi.
"Kita juga dipamitin kali Kak, Rana Mulu" celetuk Ratu.
"Diam" sahut Viola ketus. Ia memang tak bisa bersikap lembut dan penuh kasih sayang selain kepada Rana tentunya.
Rana dan teman-temannya juga pergi menuju bioskop karena film yang akan mereka tonton sudah akan dimulai. Rupanya gerombolan Artha dan gerombolan Gerald juga hendak menonton film yang sama. Mereka pergi secara bersamaan dalam waktu yang berdekatan.
"Anjir si Gerald, nontonnya sama cowok-cowok juga" celetuk Bella.
"Yaudah sih, kan kita cowok romantis" sahut Gerald percaya diri. Ia bersama temannya berjalan mendahului Rana dan yang lainnya.
\==================
Selesai menonton film, Rana dan teman-temannya berpisah karena akan langsung pulang. Rana bersama dengan Alin, Bella dan juga Ratu hendak mampir ke rumah Rana untuk berbincang. Mereka awalnya tidak sadar jika Gerald rupanya mengikuti mereka di belakang. Namun semakin lama, pemuda itu terlihat jelas tengah menguntit para perempuan ini.
"Ceritanya sedih banget sih, kenapa bisa mereka gak bersatu aja? Kalau gue yang ada diposisi ceweknya, gue pasti menyesal ngajak cowok itu kencan" lirih Rana dalam tangisnya. Ia masih tak bisa melupakan kejadian di film tersebut, film yang sangat menyedihkan.
"Oe oe, kalian lanjut kemana nih? Gue ikut ya, bosen nih" sela Gerald yang tiba-tiba menunjukkan eksistensinya setelah sekian lama.
"Loe dari tadi ngikutin kami kan? Udah sana main sama cowok-cowok romantis loe itu, jangan ganggu waktu kami" sentak Alin.
Sayangnya itu semua tak membuat Gerald berhenti mengikuti mereka. Karena sebenarnya, ia mendapatkan pesan dari Dean untuk menahan Rana disana. Sebab pemuda itu dalam perjalanan menghampiri Rana. Sedangkan Gerald yang tak pandai mengambil perhatian para wanita itu tak bisa berbuat apa-apa untuk menahan mereka.
"Hei hei hei, cewek yang rambut panjang tadi namanya siapa? Kenalin gue dong" celetuk Gerald tiba-tiba. Kali ini usahanya membuahkan hasil, para gadis itu berhenti dan menatap Gerald penuh selidik. Mereka mulai memikirkan satu persatu teman wanita yang berambut panjang. Mencari sosok yang Gerald maksudkan.
"Cewek, boleh kenalan?" Tanya seseorang yang memegang pundak Rana.
Semua orang langsung menoleh dan Rana juga bergegas menghindar. Mereka terdiam memandangi pemuda tampan yang tak asing itu.
"Sayaaaanggg" ujar Rana langsung memeluk erat Dean. Ia kembali terisak sebab menceritakan film yang ditontonnya pada sang kekasih.
"Filmnya sedih banget?"
"Iya sedih banget sayang, aku gak mau kehilangan sayang, huaaanggg"
"Sudah jangan menangis, kita pulang yuk tapi makan dulu, aku lapar banget"
Rana mengangguk dan berpamitan pada teman-temannya, ia harus pulang bersama kekasihnya tercinta. Karena malam ini pun Dean akan menginap dirumahnya.