Metamorphosis Cinta

Metamorphosis Cinta
MC - Kamu Pacarku


Pagi-pagi sekali mereka semua sudah bersiap diri. Usai berpamitan pada Nenek, Kakek mengantarkan mereka menuju stasiun. Karena berangkat pagi, mereka belum sempat sarapan dan memutuskan membeli makanan di kereta.


"Ran, mau makan apa?" Tanya Dean pada kekasihnya yang tengah termenung.


"Aku tidak lapar"


"Eh tumben, mau diet ya? Nanti sakit loh, makan aja ya"


Rana menggelengkan kepalanya, ia berusaha memejamkan mata untuk tidur selama perjalanan pulang. Dean beranjak pergi bersama yang lain untuk membeli sarapan. Tak lupa ia juga membelikan makanan untuk pacarnya itu.


Tiba di stasiun kota mereka, semua orang berpencar pulang ke rumah masing-masing. Dean, Rana dan Ratu yang memang satu tujuan pulang bersama menaiki taksi hingga di depan rumah Ratu.


"Aku mau taruh tas dan ambil baju ganti dulu ya" bisik Dean.


"Iya, daah" jawab Rana seadanya. Ia bergegas masuk untuk membereskan kamarnya.


Tak berselang lama, Dean pun datang kerumah Rana. Gadis itu membukakan pintu dan menyambut kedatangan sang kekasih. Dean mengeluarkan set piyama couple dan diberikannya pada Rana untuk dipakai nanti malam.


"Waaah baju couple, sukaaa" ucap Rana antusias.


"Dapat sponsor, nanti foto bareng ya terus aku upload di sosmed"


"Apa? Upload di sosmed? Foto kita berdua? Seriusan?"


Dean mengangguk dengan sangat yakin, ia tak mengira respon Rana akan seheboh ini. Ia pikir Rana akan keberatan, tapi gadisnya sangat pengertian. Mereka memesan beberapa makanan untuk menonton film menghabiskan waktu berdua. Ditengah kegiatan, Dean mengatakan pada Rana jika dirinya sudah berbaikan dengan Artha. Meski sebenarnya Rana sudah tau, ia membalas perkataan Dean dengan sikap acuh tak acuh.


Suara ponsel Dean terus berbunyi, pemuda itu membagi fokusnya pada film dan ponsel. Rana yang berada dalam pelukan Dean pun ikut terbagi fokus melihat Dean membalas DM yang masuk ke sosmednya.


"Kamu jadi sibuk banget ya"


"Hm... Ah aku hanya membalas untuk memperluas relasi, hanya untuk pekerjaan"


"Banyak cewek minta collab ya, asik ya, pasti ceweknya cantik-cantik, tinggi, putih, langsung"


Dean mematikan layar ponselnya dan menaruh ponsel itu. Ia kembali fokus pada film dan sesekali mengajak Rana berbincang. Tak terasa waktu cepat sekali berlalu, mereka bergantian mandi lalu mengambil beberapa foto bersama. Rana duduk di antara kaki Dean, melihat pemuda itu yang tengah mengunggah foto mereka ke sosmed Dean.


"Ini pertama kalinya kamu upload foto bersamaku, aku senang" celetuk Rana dengan senyuman lebar.


"Kalau begitu, bagaimana dengan ini?" Tanya Dean kala dirinya memperbarui bio di sosmednya dengan mencantumkan sosmed Rana disana.


Rana terkejut dan menatap Dean dengan tak percaya, ia tersipu malu serta bahagia disaat yang bersamaan. Dipeluknya Dean dengan erat dan mengucapkan terimakasih. Meski Dean bukanlah pria romantis dan perhatian, namun sebenarnya Dean selalu bisa membuat Rana bahagia dengan caranya yang berbeda.


"Kalau gini semua orang akan tau kalau aku pacar kamu"


"Tentu mereka harus tau" jawab Dean membalas pelukan Rana.


Sebenarnya malam itu, ia tak sengaja mendengarkan perbincangan antara Rana dan Suho. Dirinya yang hendak masuk kedalam kamar bersama Felix, mendapati Rana dan Suho tengah berbincang serius. Felix menahan Dean dan memintanya untuk menguping pembicaraan mereka. Meski awalnya Dean tak setuju, ia jadi penasaran sebab wajah Rana terlihat gelisah dan khawatir.


Setelah mendengar semuanya, Dean membuka sosmed Artha. Benar saja, Artha mengupload foto mereka berdua. Ada banyak komentar yang mengira jika Dean adalah kekasih Artha, namun Artha tak menyangkal satupun. Setelah itu sepertinya mereka juga mengintip sosmed Dean sebab Artha menandai foto Dean dengan dirinya. Karena Dean tak pernah mengunggah foto bersama Rana, pasti teman-teman Artha berpikir demikian.


Awalnya Dean tak begitu terusik, tapi melihat Rana yang sampai kehilangan nafsu makan membuatnya tak tenang. Ia tak mau Rana kecewa apalagi terluka lagi karena dirinya.


Dean dan Rana saling berpandangan, sesaat kemudian mereka saling berciuman. Kali ini terlihat ada banyak cinta diantara keduanya. Meski tak seberani Rana, namun Dean juga sudah menunjukkan jika dirinya memiliki perasaan yang sama pada kekasihnya itu.


"Aku cinta kamu" ucap Rana lalu mengecup bibir Dean.


"Iiih bukan gitu, harusnya kamu bilang kamu cinta aku"


"Kamu cinta aku"


"Aah nyebelin" kesal Rana dengan bibir manyun.


Pemuda itu menangkup kedua pipi Rana dan mengecup bibir kekasihnya sekali lagi. Keduanya pun tertawa dan kembali fokus menonton tontonan mereka. Begitu malam semakin larut, Dean menata kasur lipat di samping tempat tidur kekasihnya. Ia memainkan game sejenak sebelum berbaring di atas kasurnya.


"Sayaaanggg" teriak Rana dengan nada manjanya.


"Hm..."


"Tidur sini aja berdua, ayo sini" pinta Rana memaksa.


"Iya iya baiklah" ucap Dean lalu beranjak naik ke tempat tidur Rana.


Rana langsung memeluk Dean dan merekapun tidur bersama.


\==========


Keesokan harinya...


Rana terbangun dari tidurnya lebih dulu, ia langsung tersenyum senang mendapati Dean yang masih tidur disampingnya.


"Ganteng banget sayangnya Rana" gumam Rana dengan tawa kecil. Ia langsung memeluk tubuh Dean dan mencium pipinya dengan semangat. Hal itu tentu membuat sang pria terbangun dari tidurnya.


"Hm... Pagi-pagi kamu ngapain sih?" Celetuk Dean yang merubah posisinya menghadap Rana. Ia memeluk kekasihnya erat hingga menghentikan Rana yang tengah menciumi pipinya itu.


Rana terkekeh senang, ia memeluk Dean selama beberapa menit sebelum memutuskan untuk bangun dan membuat sarapan. Hari ini kekasihnya ada pemotretan, tentu Dean tak boleh pergi dengan perut kosong. Selesai mandi, Rana langsung memasak makanan kesukaan kekasihnya itu. Sedangkan Dean masih tertidur pulas diatas tempat tidur.


"Sayang, bangun ayo mandi, sarapan hampir siap" ujar Rana membangunkan kekasihnya itu.


"Hm... Baiklah, aku akan bangun" sahut Dean yang masih memejamkan mata. Ia bisa merasakan kelembutan Rana yang membangunkan dirinya dengan penuh cinta. Mereka sudah seperti suami istri sekarang.


Dean bangun dari tidurnya dan langsung masuk kedalam kamar mandi. Rana melanjutkan memasak lalu menyajikan semua makanan di meja makan. Ia tersenyum bangga melihat masakannya sendiri. Begitu selesai mandi, Dean pun langsung duduk untuk sarapan.


"Hari ini sayang kerja kan, apa aku boleh ikut?"


"Boleh, tapi mungkin kamu akan bosan disana"


"Begitukah? Hm ... Kalau gitu aku main saja dengan teman-teman. Ponsel sayang terus berbunyi sejak semalam, sepertinya ada yang menghubungi"


"Maaf ya tidurmu jadi tak nyenyak. Nanti malam akan aku matikan ponselnya"


Mendengar kata nanti malam membuat mata Rana terbelalak lebar. Ia mencoba mencerna perkataan Dean, mungkinkah pemuda itu akan menginap lagi. Harapan Rana sudah sebesar alam semesta, ia memandangi kekasihnya dengan mata berbinar.


"Kamu kenapa? Bolehkan aku menginap lagi?"


"Boleh dong, tapi jangan bilang kamu menginap karena takut sendirian dirumah"


"Aah ahahaha ap...apa sih gak mungkin lah" jawab Dean dengan sikap canggung.


Apapun alasannya sebenarnya itu tak penting bagi Rana, menghabiskan waktu bersama Dean lah yang paling penting baginya. Ia kembali menyantap sarapannya sambil terus memandangi Dean yang tengah makan.