
Cahaya matahari tampak meredup di ujung senja hari ini. Rhea, Gavin, Rafka dan juga Shasa terlihat sangat puas menikmati semua wahana yang tersedia di taman hiburan itu. Mulai dari kora-kora, roller coaster, hingga yang paling ekstrim seperti wahana Hysteria tidak ketinggalan untuk mereka coba naiki. Walaupun sudah merasa lelah, tapi perasaan senang tidak bisa mereka abaikan begitu saja. Mereka tetap bersemangat untuk menaiki wahana selanjutnya sampai tempat hiburan itu akan di tutup.
Tapi saat beberapa wahana sudah di naiki lagi, Gavin dan Rafka sepertinya sudah menyerah. Mereka terlihat tidak punya tenaga lagi untuk berjalan dan memutuskan untuk duduk di bangku yang sudah di sediakan di tempat itu.
" Kita udahan ya Yang! Aku capek ni. Bentar lagi Dufan nya mau tutup juga. Kita pergi cari makan aja ya!" Ucap Gavin memelas pada Rhea yang sedang berdiri di hadapannya. Gavin sepertinya sudah mulai lelah mengikuti Rhea yang masih bersemangat untuk mencoba wahana yang lainnya.
" Iya Rhee, Abang juga capek. Kita cari makan yuk! Terserah kamu mau makan apa. Ntar Abang traktir deh." Rafka juga terlihat sama lelahnya dengan Gavin. Jadi Rafka juga ikut membujuk Rhea agar segera pergi dari tempat itu.
Setelah Rhea mendengar keluhan Gavin dan juga Rafka, Rhea kemudian melemparkan tatapan mengejek pada mereka berdua. "Gitu aja udah capek. Payah!" Rhea lalu segera menggandeng lengan Shasa yang berada di sampingnya. Mereka berdua kompak mentertawakan Gavin dan juga Rafka lalu segera berjalan menuju pintu keluar dari tempat hiburan itu tanpa menghiraukan kedua cowok tadi.
Gavin dan Rafka yang dikatai 'payah', memilih diam sambil memasang wajah cemberut. Mereka berdua kemudian berjalan mengikuti kedua gadis itu dari belakang.
Saat mereka semua berjalan menuju mobil Gavin, Rhea tiba-tiba merasakan ponselnya bergetar dari dalam Sling bag mini yang dia pakai. Karena penasaran, Rhea kemudian menghentikan langkahnya bersama Shasa dan segera mengambil ponsel itu. Shasa yang sedang berdiri di samping Rhea, ikut penasaran dan kemudian juga melihat layar ponsel sahabatnya itu.
Ketika ponsel itu berhasil di buka, muncullah sebuah notifikasi pesan gambar di layar ponsel. Rhea segera mengklik pesan itu dan akhirnya memunculkan beberapa foto Gavin bersama seorang gadis yang sangat dia kenal. Saat Rhea melihat semua foto-foto itu, Rhea terlihat sangat terkejut. Tangannya sampai bergetar hingga Rhea menjatuhkan ponsel itu dari tangannya. Shasa yang masih setia berdiri di samping Rhea, dengan sigap menangkap ponsel itu sebelum terjatuh ke aspal.
" Lo nggak apa-apa kan Rhee?" Tanya Shasa sambil menatap kasihan sahabatnya itu. Di tangan Shasa masih tersimpan ponsel Rhea yang masih menampilkan beberapa foto Gavin bersama dengan Tasya. Di dalam foto itu terlihat Gavin sedang merangkul Tasya dan ada pula Tasya yang sedang memeluk Gavin dari belakang.
Rhea yang mendengar pertanyaan dari Shasa memilih untuk tetap diam sambil mengepalkan kedua tangannya. Air mata kesedihan serta kekecewaan akhirnya luruh juga dari mata indah gadis itu. Rhea tidak menyangka Gavin akan menyakitinya untuk kedua kalinya dengan gadis yang sama. Apakah cinta dan kasih sayang yang ditunjukkan Gavin selama ini hanya pura-pura? Apa salah Rhea pada Gavin sehingga cowok itu berani mempermainkan perasaannya? Kedua pertanyaan itu terus berputar tiada henti di otak Rhea. Membuat Rhea menundukkan kepalanya sehingga air mata itu semakin deras meluncur di pipi gadis itu.
" Ngapain kalian pada berhenti di sini?" Tanya Rafka penasaran saat berdiri di belakang Rhea dan juga Shasa. Gavin yang berdiri di samping Rafka ikut menautkan alis saat melihat kedua gadis itu berhenti secara tiba-tiba dihadapan mereka.
Saat Rhea mendengar suara Rafka dari arah belakang, dia segera mengangkat kepalanya dan mengusap air matanya dengan kasar. Setelah mengatur nafas secara perlahan, Rhea kemudian berbalik dan menatap keduanya dengan mata yang masih memerah.
Gavin yang menyadari hal itu, membuat dia langsung bertanya pada Rhea.
" Kamu kenapa....."
Plak....
Sebuah tamparan yang cukup keras dari Rhea, menghentikan ucapan Gavin saat itu juga. Rhea ternyata segera menghampiri Gavin untuk melepaskan sakit hati yang dia rasakan.
Gavin seketika terperangah dan kemudian memegangi sebelah pipinya yang terasa perih. Rafka yang berdiri di samping Gavin juga sangat terkejut dengan apa yang dia saksikan. Rafka menyakini pasti terjadi sesuatu hal yang buruk, sehingga adiknya berani menampar Gavin dihadapannya.
Saat Gavin ingin bertanya apa kesalahannya, Rhea segera berlari pergi meninggalkan gavin sambil mengusap air matanya. Tidak ingin terjadi apa-apa dengan Rhea, Gavin juga ikut berlari mengejar gadis itu. Tapi sebelum itu terjadi, Shasa sudah lebih dulu menghentikan langkah Gavin.
" Minggir!" Ucap Gavin dengan tegas. Sorot matanya yang tajam, membuat Shasa sedikit takut dengan cowok itu.
" Gue nggak bakalan minggir sebelum Lo jelasin ini!" Shasa menyodorkan ponsel Rhea kehadapan Gavin dengan berani. Saat Gavin melihat sebuah foto di layar ponsel itu, Gavin langsung terkejut dan mengumpat kesal.
" ****!!" Gavin mengambil ponsel itu dengan kasar lalu segera melihat siapa yang mengirimkan foto-foto itu pada Rhea. Nomor tidak di kenal terpampang jelas di layar ponsel membuat Gavin seketika menggeram sambil meremas ponsel Rhea.
Rafka yang penasaran segera berdiri di samping Gavin dan merebut ponsel Rhea. Rafka ingin memastikan sendiri apa yang membuat Rhea begitu marah dengan Gavin. Ketika Rafka melihat semua foto-foto yang ada di layar ponsel Rhea, sorot mata Rafka berubah menjadi dingin dan rahangnya mengeras seketika. Rafka lalu menatap Gavin dengan amarah yang menyala di matanya sambil mengepalkan tinjunya.
Bukk....
" Brengsek! Berani-beraninya Lo mainin adek gue! Mau cari mati Lo ha..!!" Hardik Rafka dengan keras sambil menunjuk-nunjuk wajah Gavin. Wajah tampan Rafka memerah menahan kesal saat menatap Gavin.
" Gue bisa jelasin Bang! Itu nggak seperti yang Lo liat. Lo salah paham Bang!" Jelas Gavin sambil berjalan mendekati Rafka. Tatapan memohon juga Gavin arahkan pada Rafka agar dia mau mendengarkan penjelasan Gavin terlebih dahulu.
" Diam Lo Brengsek! Gue nggak butuh penjelasan Lo!" Saat Rafka ingin menghajar Gavin lagi, Shasa segera menahan lengan Rafka dengan kuat.
" Udah Bang! Mendingan kita cari Rhea sekarang. Gue takut dia kenapa-kenapa." Ucapan Shasa yang tegas, membuat Rafka tersadar dan mengurungkan niatnya untuk mendekati Gavin lagi.
" Kalau sampe terjadi apa-apa sama Rhea, Lo bakalan mati di tangan gue!" Rafka dan Shasa kemudian segera berbalik dan pergi meninggalkan Gavin seorang diri. Mereka harus segera menemukan Rhea dan memastikan kalau keadaan gadis itu baik-baik saja saat ini.
Selepas kepergian Rafka dan Shasa, Gavin masih berdiri mematung di tempat tadi sambil memikirkan semua hal yang terjadi. Gavin tidak menyangka kalau niatnya untuk membantu Tasya malah menjadi bumerang dan membuat hubungannya dengan Rhea menjadi hancur berantakan.
Tapi sebelum Gavin meninggalkan tempat itu, Gavin ingin memastikan dulu bagaimana kondisi Rhea saat ini. Jadi Gavin segera mengikuti Rafka dan juga Shasa dari belakang tanpa di ketahui oleh kedua orang itu.
****
" Rhea pergi kemana Bang?" Shasa berjalan di samping Rafka sambil mengedarkan pandangan ke segala arah. Shasa dan Rafka terlihat sangat khawatir karena belum menemukan keberadaan Rhea saat ini.
" Abang juga nggak tau Sha." Jawab Rafka cemas. Kalau Rafka tidak mengkhawatirkan keselamatan Rhea tadi, mungkin saat ini Rafka masih sibuk menghajar Gavin sampai babak belur.
Saat mereka berdua masih terus berjalan mencari Rhea, tiba-tiba terdengar suara Isak tangis seorang gadis di balik mobil yang terparkir berjejer di samping mereka. Seakan mengenali suara itu, Rafka dan Shasa segera menghampiri asal suara itu.
Ketika Rafka dan Shasa menemukan Rhea sedang berjongkok sambil membenamkan kepala di atas lututnya, mereka berdua akhirnya bisa bernafas lega. Rhea sepertinya sedang melampiaskan rasa sakit hatinya dengan cara menangis seorang diri di tempat yang sepi. Jadi Rafka dan juga Shasa memilih untuk mendekati Rhea dan ikut berjongkok bersama gadis itu.
" Rhee, gue disini. Lo punya gue dan bang Rafka. Lo nggak sendirian." Ucap Shasa dengan lembut sambil mengusap bahu Rhea perlahan. Shasa juga mengerti kesedihan yang Rhea rasakan saat ini. Tapi Shasa tidak bisa berbuat apa-apa selain memberikan dukungan untuk sahabatnya itu.
Setelah beberapa saat akhirnya tangisan Rhea mulai mereda dan gadis itu perlahan mulai mengangkat kepalanya. Rhea menatap Shasa sendu sambil berbicara dengan suara yang sedikit serak.
" Salah gue apa Sha? Kenapa dia tega lakuin itu sama gue?" Air mata kembali mengalir di pipi Rhea saat Rhea berhasil mengeluarkan isi hatinya pada Shasa.
" Lo nggak salah apa-apa Rhee. Dia cuma cowok bego yang nggak perlu Lo tangisin. Lo pasti bisa dapetin cowok yang lebih segala-galanya dari dia." Ucap Shasa meyakinkan Rhea. Shasa tidak ingin sahabatnya itu semakin terpuruk dengan kesedihannya. Jadi Shasa harus bisa memberikan semangat pada Rhea agar sahabatnya itu segera move on dari Gavin.
" Yang di bilang Shasa bener Rhee. Kamu adek Abang yang paling cantik dan baik. Dia nggak pantes buat kamu." Rafka mulai mendekati Rhea dan mengusap sisa air mata yang tertinggal di pipi adiknya itu dengan lembut.
Rhea akhirnya hanya bisa menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan Shasa dan juga Rafka. Rhea sepertinya tidak punya tenaga lagi untuk berbicara dan memilih untuk segera berdiri dengan dibantu oleh mereka berdua.
Penampilan Rhea yang sangat menyedihkan, membuat Rafka mengepalkan kedua tinjunya. Rafka berjanji akan kembali memberikan pelajaran pada Gavin jika pemuda itu muncul lagi di ,hadapannya.
Di tempat yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri, Gavin ternyata menyaksikan semua kejadian yang terjadi dengan Rhea tadi. Gavin terlihat sangat sedih saat menyaksikan gadis yang begitu dia sayangi menangis karena patah hati. Gavin bertekad akan menyelesaikan kesalahpahaman ini secepatnya agar dia bisa memperbaiki hubungannya dengan Rhea. Gavin tidak ingin kehilangan Rhea lagi untuk kedua kalinya.
Setelah memastikan Rhea baik-baik saja bersama Rafka dan juga Shasa, Gavin segera meninggalkan tempat itu untuk mencari keberadaan Tasya. Gavin tidak akan memaafkan gadis itu, kalau ternyata dia yang mengirimkan foto-foto itu pada Rhea. Gavin akan menyeret Tasya bila perlu agar gadis itu menjelaskan apa yang terjadi saat itu pada Rhea.
Sementara itu, Rhea, Rafka dan juga Shasa masih berdiri di tempat parkiran untuk menunggu taksi yang di pesan Shasa. Setelah beberapa saat, taksi yang di pesan itu akhirnya datang dan mereka bertiga langsung menaiki taksi itu. Rhea dan Shasa memilih duduk di bangku belakang. Sedangkan Rafka duduk di bangku depan bersama sopir. Mereka bertiga sama-sama terdiam hingga taksi yang mereka tumpangi pergi meninggalkan tempat itu saat langit sudah mulai gelap.