MAAF AKU MENYERAH

MAAF AKU MENYERAH
Jatuh


Langit menghela nafas nya saat melihat belahan jiwa nya sedang hormat pada tiang bendera berjejer dengan ke tiga sahabat nya.


"Ck kata lo kita aman hari ini nggak akan kena hukum, nyata nya apa!" Gerutu Faisal pada Bintang.


"Ck gue kan nggak janji, tapi nyata nya tuhan berkehendak lain kan." Jawaban macam apa itu membuat TAMARA mendengus.


"Ck gue bilang juga kalau beruntung, sedang kalau kita selalu dekat dengan Biang kerok kita selalu si al." Decak Marvel.


Plak


"Sakit Bin." Keluh Marvel saat mendapat kepretan di tangan dari Bintang.


"Gue pembawa hoki, kalau kalian si al arti nya kalian yang apek bukan gue." Sahut Bintang santai.


"Kalian bertiga yang bergosip gue juga ikut kena hukuman." Mendengar cletukan Tata membuat MARABIN melotot apa kata nya tidak ikut ikutan.


"Hei, kalau bukan karna cletukan lo, biang kerok nggak akan ketawa serenyah itu pea." Sembur Faisal membuat Tata cekikikan.


"Eh tapi serius nih nyokap bokap kalian bikin bocil, Jadi mereka bikin bocil belum nikah dong." Seru Bintang penasaran.


"Ck asal lo tahu Bin, mereka ternyata sudah menikah secara diam diam tanpa sepengetahuan kita, dan ternyata itu sudah berlangsung sejak kita smp." Ujar Marvel emosi di angguki Faisal yang sama emosi nya.


"What!" Pekik Bintang.


"Kaget kan lo? Sama gue aja waktu tahu pertama kali kaget bukan main," Seru Faisal.


"Kalau mereka sudah pacaran sejak lama, dan ternyata mereka sudah menikah mungkin sudah lama, gue yakin mereka sudah meminta izin sama lo pada kan?" Selidik Bintang membuat Mar dan Fais terdiam.


"Ck mereka sebenar nya sudah di kasih tahu yah walapun secara kode kode gitu, tapi pas di tanya minta restu mereka berdua nolak mentah mentah buat jadi kakak adik." Seru Tata sebab rumah mereka bertiga saling berjejer.


"Buaahhaahahhaha." Tawa Bintang pecah kembali, saking bahagia nya ia tertawa meledek nasib ke dua sahabat nya, Bintang tak sadar dengan getara ringan di tangan nya.


Ekhem.


"Eh." Nah kan Bintang kicep kalau denger suara tunangan nya.


Langit berdiri tepat di hadapan Bintang, menutupi Bintang dari terik nya matahari.


"Minum lah." Langit memberikan empat botol untuk masing masing sahabat Bintang.


Bintang tersenyum saat diri nya menerima botol yang sudah di buka segel tutup nya sampai bunyi krek.


"Makasih sayang, cup." TAMARA memutar mata nya malas melihat kecentilan si Biang kerok.


"Inget ada orang selain lo berdua." Decak Faisal membuat Bintang terkekeh.


"Makanya cari jodoh lo." Seru Bintang pada Faisal dan Marvel.


"Jodoh gue belum dateng." Jawab Marvel pasti.


"Jodoh gue masih sd." Seru Faisal membuat semua tergelak terlebih Bintang.


"Kalian sedang di hukum bukan sedang di suruh bergosip." Nada dingin Langit mampun mempuat TAMARABIN kicep seketika.


"Sayang jangan marah marah, nanti ayang lekas tua, aku setia orang nya tak kan pernah mendua." Langit memaling kan wajah nya saat mendapat rayuan berupa lagu dari kekasih nya lengkap dengan kedipan serta elusan di dada.


Seeerrr.


"Jangan bercanda, kalian harus jaga jarak, Marvel Kesana, Tata geser lagi, Faisal ke kiri jauh jangan dekat dekat dengan Bintang." Sentak Langit membuat mereka semua menghela nafas jengah.


Mode cemburu on.


"Kamu tetap di sini, jangan keman mana." Bintang mesem mesem saat nada bicara Langit memang dingin namun kedipan satu mata nya membuat Binteng melelel.


"Ah rasa nya aku ingin jatuh." Keluh Bintang membuat semua sahabat nya mendekat khawatir, terlebih Langit yang sudah memeluk nya erat.


"Kenapa."


"Ada apa Bin?"


"Lo mau pingsan."


"Kamu kenapa sayang?"


Bintang menunduk di dalam gendongan Langit.


"Aku ingin seperti ini, jatuh dalam dekapan mu." Lirih Bintang namun bisa di dengar semua.


"Semprul."


"Gemblung."


"Edan."


Terdengar umpatan dari para sahabata nya namun tidak dengan Langit yang tersenyum tertahan.


Cup.


Eeemmm.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


TAMARABIN


TATA MARVEL FAISAL DAN BINTANG


MARABIN


MARVEL FAISAL BINTANG.