
Selama di perjalanan Bintang hanya bisa berdoa di dalam hati untuk keselamatan nya.
Langit yang marah akibat rasa cemburu nya menjalan kan motor nya dengan kecepatan tinggi hingga sampai di kediaman Mareeta Langit turun terlebih dahulu meninggal kan Bintang yang sedang menganga.
"Harus nya gue kan yang marah?" Gumam Bintang namun lebih ke bodo amat, dia berbelok menuju ke kediaman Prasetio.
"Lagi pengin di sini aja kak, Bintang naik ke atas dulu ya kak, dadah Baby cantik." Widia mengangguk m...