
Dreet dreet.
Tangan meraba meja di mana terdapat ponsel yang bergetar.
"Hemmm."
"Abaaaaaaaang di mana, semalem tidur di mana, dengan siapa, kenapa nggak pulang?" Mata Farhan terbuka lebar saat mendengar suara Bintang.
Deg.
Rambut siapa yang berada di depan mata nya ini, pelukan yang hangat karna sama sama toples.
Oh tidak! Dia baru ingat soal semalam, kepala nya pening saat mengingat hal semalam, niat hati ingin memberi Kiki pelajaran malah diri nya terjebak bersama.
"Abaaaaaaaang! Kok diam." Farhan menghela nafas nya.
"Abang di rumah teman, nanti abang pulang...