
Beberapa bab yang sebelumnya terdouble, sudah di perbarui dengan bab yang baru, biar readers terkasih gak bingung, Ayuk di baca ulang ya dari beberapa episode ke belakang sesuai judul . Tapi kalau masih ada yang belum teredit, itu tandanya belum lolos review dari sistem sehingga belum di terbitkan bab yang baru❤️
Tidak puas melakukannya di atas meja, Nio kembali menggendong Rena, lalu membawanya ke sebuah sofa panjang yang ada di salah satu sisi di ruangan itu, dan di sofa itu lah ia menuntaskan segalanya saat sudah mencapai puncak kenikmatan bersama Rena.
"Terima kasih Rena, kamu benar-benar telah menjadi kado terindah dalam hidupku." Ucap Nio pelan, bahkan saat dirinya masih terlihat begitu ngos-ngosan.
Rena hanya tersenyum, lalu perlahan mulai beranjak dari sofa menuju meja kerja Rudy, tempat dimana pakaian mereka berserakan.
"Kamu mau kemana? Kenapa terlihat sangat buru-buru?"
"Ah tidak, aku ingin ke dapur mengambil minum, tenggorokanku terasa seret."
"Hmm ya sudah."
"Kamu segeralah berpakaian, lalu kembali ke kamar, dan beristirahat lah, kamu juga pasti sangat lelah." Ucap Rena yang kemudian langsung beranjak menuju dapur.
Nio pun patuh dan bergegas memakai kembali pakaiannya, namun ada hal yang membuatnya tidak langsung keluar dari ruangan itu, yaitu ketika ia tidak sengaja melirik ke arah cctv ruangan itu.
"Ah iya benar juga, kenapa aku baru kepikiran sekarang? Apa yang aku lakukan bersama Rena sudah pasti terekam oleh camera cctv." Gumam Nio dalam hati.
"Hmm tapi kurasa sejauh ini papa tidak pernah ada waktu untuk mengecek camera cctv, jadi sepertinya masih aman kalau ku hapus rekaman cctv itu sekarang." Tambahnya lagi sembari mulai duduk di kursi kerja milik papanya dan dengan cepat membuka sebuah laptop yang terletak di pinggir meja.
Rena sudah selesai minum dan ingin kembali masuk ke dalam kamarnya dengan membawa segelar air putih, tapi langkahnya kembali terhenti saat melihat pintu ruangan kerja suaminya tidak tertutup rapat.
"Apa Nio masih belum keluar?" Tanya dalam hati sembari mulai kembali melangkah menuju ruangan itu.
Dan benar saja, saat itu ia justru melihat Nio tengah begitu fokus memandangi laptop di meja kerja suaminya.
"Nio, apa yang sedang kamu lakukan? Kenapa tidak langsung kembali ke kamarmu?" Tanya Rena yang kembali masuk ke ruangan itu lalu menutup rapat pintunya.
Nio melirik singkat ke arah Rena, dan memanggilnya.
"Rena, kemarilah!" Ucapnya pelan.
"Ada apa?" Tanya Rena santai sembari mulai melangkah mendekati Nio.
Nio pun kembali menarik tangan Rena, membuatnya jadi duduk berpangku di pangkuan Nio.
"Aku sedang menghapus beberapa rekaman cctv, rekaman dimana kita sedang bersenggama." Bisik Nio sembari tersenyum.
Mendengar hal itu, sontak membuat kedua mata Rena membulat sempurna.
"Rekaman cctv???!!!" Rena pun seketika mulai melirik ke arah sudut langit-langit ruangan itu dan menemukan sebuah camera pengintai yang tertempel di salah satu sudutnya.
"Astaga!! Kenapa selama ini aku tidak pernah memikirkannya?? Dan kamu, kenapa kamu baru menghapusnya sekarang? Bagaimana kalau papamu melihatnya?" Tanya Rena yang nampak panik, sangat jauh berbeda dengan Nio yang justru terlihat tenang,
"Tenang lah Rena, ku jamin hingga saat itu papaku belum punya waktu untuk mengecek rekaman cctv. Dia itu biasanya hanya mengecek rekaman cctv kalau ada sesuatu yang hilang saja, selebihnya dia tidak punya waktu untuk itu!"
"Ka,, kamu yakin?"
"Sangat yakin, sudah 26 tahun aku hidup dengan manusia super sibuk itu, tentu sedikit banyak aku tau."
Rena pun akhirnya terdiam.
"Apa sudah kamu hapus semuanya?"
"Aku masih mengingat-ingat lagi, dimana saja kita pernah melakukannya, dan dimana saja kita pernah bermesraan." Jawab Nio yang masih terlihat begitu santai,
"Apa ada camera cctv di seluruh ruangan di rumah ini?" Tanya Rena yang memang sebelumnya tidak pernah tau tentang cctv di rumah itu.
"Hmm!" Jawab Nio sembari mengangguk singkat.
"Tentu saja!" Tegas Nio.
"Hampir seluruh ruangan ini terdapat cctv, kecuali toilet!" Tambah Nio lagi,
"Itu berarti kamar tamu juga tidak luput dari camera pengintai ini?"
"Ah iya, kamar tamu! Bukankah kita pernah melakukannya di kamar tamu??" Nio akhirnya kembali mengingat moment saat mereka melakukannya di kamar tamu,
"Haaaissh! Jadi kamu belum menghapus semuanya? Ayo segeralah hapus!" Rengek Rena yang panik.
"Itu yang pertama kali bagi kita berdua kan?" Bisik Nio lagi yang kembali tersenyum,
Rena pun sempat tersenyum singkat.
"Iya." Jawabnya dengan sedikit malu-malu.
"Hmm, kira-kira tanggal berapa ya itu? Aku hanya mengingat kejadian itu ada di sekitar jam sepuluhan malam, mungkin."
"Coba lihat antara tanggal 10 dan 11." Ucap Rena.
"Ok, sebentar ya." Dengan cepat Nio kembali mengotak atik laptop itu,
Dan benar saja, kejadian itu ada di tanggal 10 malam,
"Nah benar, ini dia." Celetuk Nio yang kembali membuka rekaman cctv itu di hadapan Rena.
"Ke,, kenapa kamu malah memutarnya disini? Kenapa tidak langsung di hapus saja?" Tanya Rena yang kembali nampak malu saat rekaman mereka tengah bercumbu kembali di putar.
"Ini moment pertama kita, tidakkah kamu ingin melihatnya kembali sebelum rekaman ini benar-benar di hapus?" Bisik Nio yang kemudian kembali mencium pundak Rena.
Rena pun terdiam, meski ragu, namun sorot kedua matanya tetap menyaksikan adegan demi adegan yang di pertontonkan di layar itu meskipun adegan itu terekam dari jarak yang lumayan jauh.
"Lihatlah bagaimana buasnya kamu Rena, kamu benar-benar menguasai permainan saat itu." Bisik Nio lagi yang terus menggoda Rena dan lagi-lagi menciumi pundaknya.
"Tidak benar, kamu juga sama!"
Nio pun semakin tersenyum dan terus ikut menyaksikan rekaman itu. Semakin fokus menyaksikan adegan mereka bersenggama, membuat Rena kembali merasakan hangat yang mulai menjalar di sekujur tubuhnya, hingga berkali-kali ia harus menelan ludahnya sendiri saat melihat bagaimana nikmatnya permainan pertama mereka itu.
"Nio, sebaiknya kamu hapus saja sekarang rekaman ini, tolong jangan di tonton lagi!" Ucap Rena yang mulai sedikit dibuat gelisah.
"Kenapa? Apa kamu kembali bergairah saat menyaksikan moment pertama kita Rena?" Bisik Nio yang perlahan mulai memeluk erat pinggang Rena dari belakang.
"Ti,, tidak! Ak,,, aku hanya..." Jawab Rena yang mulai terbata, dengan nafas yang mulai tak beraturan,
"Ada apa denganmu Rena? Apa kamu gugup? Atau sedang...??"
"Se,,, sedang apa?"
"Apa kamu sedang merasa horny saat ini?" Bisik Nio tepat di telinga Rena, lalu kemudian mulai menciumi daun telinga Rena.
Hal itu membuat Rena semakin tak menentu, karena dugaan Nio memang benar adanya, jika dengan melihat kembali rekaman cctv itu, nyatanya berhasil membangkitkan kembali api gairahnya yang memang sangat besar.
Rena pun kembali menatap Nio dengan tatapan tak biasa.
"Baiklah, aku mengaku! Aku menginginkanmu lagi saat ini!!" Ucap Rena yang kemudian langsung menyambar bibir Nio begitu saja.
...Bersambung......