
Sekarang Ella sedang dituntun ke toko pakaian. Devan masih setia memegang tangan Ella. Memilih-milih pakaian yang cocok untuk Ella kali ini. Ella hanya bisa diam dan menunduk tersipu.
"Hm, ini mungkin cocok."
Devan mengambil sepasang pakaian lalu menempelkan ke tubuh Ella. Menyentuh dagunya lalu melihat dari atas ke bawah. Senyuman kecil terlihat di bibir Devan. Devan segera mendorong Ella ke arah karyawan toko. Ella hanya bisa diam, dirinya yang polos cuma bisa menuruti Devan.
"Ada apa ya, Pak?" tanya karyawan melihat Devan merangkul pinggang Ella. Devan mendorong Ella maju sedikit.
"Tolong, bantu dia pakai ini dan make up-in dia secantik mungkin," jawab Devan membuat Ella berbalik melihatnya.
"Tidak usah, Tuan. Aku bisa pakai sendiri." Tolak Ella, merasa ini terlalu berlebihan.
"Auw-" Ella meringis, keningnya dicentil oleh Devan.
"Kau ini istriku, jadi kau berhak dilayani dengan baik di mall ini. Jadi, menurutlah dan patuh pada suamimu." Bisikan Devan membuat Ella menunduk, bukan karena takut tapi tersipu merasa Devan perhatian padanya. Ella senyum-senyum sambil mengangguk.
"Mari, Nona." Karyawa wanita mempersilahkan Ella mengikutinya. Kini, Devan duduk menunggu Ella sambil menghubungi seseorang.
"Aku ingin kau ke panti asuhan, dan sediakan apa yang sudah aku beritahukan padamu nanti malam. Ingat, jangan melakukan kesalahan. Aku ingin membuat kejutan untuknya," ucap Devan pada panggilannya.
"Baik, Tuan muda."
Panggilan dimatikan bersamaan dengan Ella yang sudah selesai. Devan berdiri dan tertegun melihat penampilan Ella yang membuat kedua matanya hanya tertuju padanya. Devan tersenyum segera mendekatinya.
"Tu-tuan, bagaimana?" tanya Ella sedikit gugup disertai senyumnya yang manis.
Devan tak menjawab, melainkan memeluk Ella. Ella tentu terkejut dipeluk terang-terangan di depan karyawan toko.
"Tu-tuan," ucap Ella mendorong sedikit Devan.
"Kau cantik, Ella." Ungkap Devan mencubit kedua pipi Ella. Ella hanya bisa diam, lalu mencubit pinggang Devan.
"Tuan, ini kita dilihat sama karyawan. Apa anda tak malu memelukku di depan mereka?" tanya Ella lalu menunduk malu.
"Ella, sekarang aku akan membawamu hari ini kemana pun kau mau. Jadi, kemana lagi yang ingin kau datangi?" tanya Devan langsung membuat Ella terdiam.
"Ella, apa kau baik-baik saja?" Devan mulai cemas.
"Itu, kenapa Tuan melakukan ini padaku? Apakah Tuan ingin-"
"Menghiburmu." Kata Devan memutuskan ucapan Ella. Ella segera melihat Devan, tak sangka semua ini hanya untuk menghiburnya.
"Ella," ucap Devan meraih kedua tangan Ella lalu melihatnya serius.
"Aku minta maaf, Ella. Aku lakukan ini agar aku bisa melihatmu ceria lagi, aku tidak mau kau mendiamiku. Aku merasa sakit melihatmu sedih, meski rasa sakit itu tak seberapa rasa sakit yang kau alami kemarin dan sekarang. Aku mencoba lakukan ini agar kau terhibur. Maafkan, aku." Devan menunduk. Suaranya begitu kecil. Bahkan kedua tangannya bergetar. Ella segera memeluknya lalu mengelus punggung Devan.
"Terima kasih, Tuan. Aku senang hari ini bisa jalan-jalan bersamamu," ucap Ella tersenyum.
"Benarkah?" tanya Devan langsung melihatnya.
"Hm, benar," jawab Ella mengangguk.
"Jadi, kau terhibur hari ini?" tanya Devan lagi.
"Em, itu. Lumayan terhibur, ehehe." Ella cengengesan sambil menunduk. Devan menyentuh wajah Ella lalu perlahan begitu dekat. Ella mundur sedikit mulai dag-dig-dug mengira Devan akan menciumnya. Tapi, pikirannya salah. Devan malah memasangkan sabuk pengaman untuknya.
"Hm, apa kau mau dicium?" tanya Devan menebak. Kedua mata Ella sedikit melebar lalu menunduk sambil menggelengkan kepala. Sungguh malunya, Devan tahu isi kepalanya. Devan tertawa kecil lalu dengan cepat meraih kepala Ella dan memberinya kecupan. Ella terkejut, ternyata Devan mencium pipinya.
"Apa kau senang?" tanya Devan lagi. Ella tersipu lalu menunduk lagi tak menjawabnya. Ella merasa Devan benar-benar mulai lembut padanya.
"Pftt, dia mulai lagi malu-malu kucing."
Devan menahan tawa, seketika itupun ia menerima notif dari ponselnya. Devan tersenyum lalu mulai menyalahkan mesin ingin membawa Ella ke panti asuhan. Memberinya kejutan nanti malam. Berharap kejutan ini bisa membuat Ella sepenuhnya kembali ceria seperti dulu.