
Saat Fhadlan terancam serangan ganas Ratu Balqis, sebuah serangan Giza tak terpikirkan oleh ratu balqis datang membantu pertempuran.
"Wuuuuut" cambuk Giza mengeincar ubun ubun Ratu Balqis.
Merasa terancam Fhadlan melakukan gerakan memutar sekaligus melakukan tendangangan.
"Uuuuugggh" tubuh ratu Balqis terpental kembali ke udara.
Bersamaan dengan melayangnya tubuh ratu Balqis, dia juga berhasil mrncengkram tengkuk Giza, lalu diangkat di susul pukulan lurus menghantam dadanya. adu pukulan jarak dekat pun tak bisa di hindarkan.
"Duaarrr..." ledakan dahsyat terdengar saat dua kekuatan saling bentur.
Giza terbanting hingga lima meter tubuhnya berhenti tepat saat membentur sebongkah batu besar di samping Fhadlan, sementara ratu Balqis sempoyongan mundur tiga langkah lalu jatuh terduduk dengan kedua sisi bibirnya mengalir darah segar.
"Suuuuttttt...." tubuh ratu balqis melesat dalam kegelapan malam.
Memanfaatkan kesibukan Fhadlan terhadap Giza. tubuh ratu balqis melesat dalam kegelapan malam, ratu Balqis segera melarikan diri, setelah menyadari dirinya terluka dalam hebat tak mungkin melanjutkan pertempuran ratu Balqis segera melarikan diri.
"Unghk... Houk" Giza terbatuk lalu memuntahkan darah segar, tubuhnya diam tak bergerak lagi.
"Giza....." jerit Fhadlan Memeriksa napas dan nadi Giza namun semua diam, tak ada lagi tanda tanda kehidupan.
"Hik hik hik hik.... terima kasih Fhadlan." dari kejauhan sayup terdengar ketawa ratu Balqis, yang melarikan diri.
"Ratu Balqis, kau berhutang nyawa pada ku, hutang nyawa harus di balas nyawa" teriak Fhadlan.
Fhadlan memeluk mayat Giza hingga fajar menyingsing di upuk timur, dan menguburkan nya di tempat di mana dia tewas.
****
Warung bakso di pinggir kota Ry, selalu ramai diserbu wanita muda. Bakso Fhadlan ini bukan bakso biasa, rasanya gurih lezat. Hal ini bisa dilihat dari jumlah pengunjung yang datang setiap harinya. Warung ini tak pernah sepi pembeli, kebanyakan pembelinya kaum hawa yang datang mengenakan pakaian syari lengkap.
Pengunjung bukan hanya dari Indonesia yang merindukan makanan Indonesia bahkan kebanyakan Wanita muda Arab Saudi, yang tujuan utamanya bukan ingin makan bakso, tapi kedatangan mereka hanya ingin melihat pemilik warung bakso yang konon kabarnya sangat tampan.
Disela lantunan music padang pasir bertema ya Asmara hingga ya habibi, terdengar pelanggan bergosip tentang pemilik warung bakso.
"Meskipun jauh dari Indonesia, tapi kalau mau makan bakso di Arab ternyata juga bisa lho" seorang wanita muda terdengar puas dengan menu restoran.
"Apalagi abang penjual baksonya tampan bangat, sudah bikin perut kenyang mandangnya" puji yang lain.
"Jika kalian ingin panjang umur, sering deh kesini pandang aja wajah abang tukang bakso, jamin deh kamu bakal panjang umur" ucap pelanggan berikutnya.
Setelah kematian Giza kekasih nya, Fhadlan meninggalkan resimen Hamdani, menuju arab saudi. Keadaan ekonomi orang tua yang sulit memaksa Fhadlan ikut bekerja cari nafkah. Untuk membantu perekonomian keluarga, Fhadlan nembuka warung bakso di pinggir kota Ry.
Abang Fhadlan, pria yang meracik bakso ini pun tidak menyangka kalau kedai baksonya akan selalu ramai. Seporsi bakso sengaja dibuat mirip dengan bakso yang ada di Indonesia. Isiannya ada mie kuning, bihun, daun seledri, bawang goreng dan tentu saja bakso serta guyuran kuah kaldunya yang hangat gurih. Setiap mangkuk berisi 5 butir bakso ukuran sedang.
Kesuksesan Fhadlan tidak bertahan lama karena adanya kebijakan wilayah setempat kalau pemuda tampan tidak boleh tinggal di wilayah tersebut. Setelah enam bulan melakukan analisa, polisi menyatakan kalau Fhadlan sebagai pria yang terlalu tampan. Fhadlan pun di tangkap dan di usir dari wilayah tersebut.
Di depan warung yang terlihat tutup terlihat bayak pengunjung yang datang semua kecewa, saat mereka menemukan warung di jaga oleh polisi setempat.
Polisi syariah di kota itu atau Mutaween, beralasan bahwa "pemilik warung tersebut dikhawatirkan bisa mengganggu kaum wanita setempat".
Masih menurut Mutaween, "dikhawatirkan para wanita setempat tidak akan mampu menahan diri dan tergoda dengan pria tampan pemilik warung tersebut. Hal tersebut jelas-jelas melanggar hukum syariat agama yang berlaku di wilayah itu.
"Fhadlan dibawa pergi dari lokasi kedai baksonya dan di usir dari kora Ry karena terlalu tampan. Ditakutkan para pengunjung wanita akan jatuh cinta pada nya," demikian laporan surat kabar setempat.
Lantas kemana Fhadlan? Pemerintah kota Ry hanya menyarankan dirinya kembali ke Indonesia "'berhati-hati dan menjauhi tempat-tempat konflik di mana pergolakan pokitik atau unjuk rasa digelar".
Sepertinya apa yang tertulis dalam kapsul waktu adalah benar, hampir semua negara sudah ada konflik dari konflik lokal hingga komplik antar negara seakan akan perang dunia ketiga akan segera di mulai, Negara negara super power sudah saling ancam dengan senjata nuklir.
Fhadlan tak mungkin kembali Indonesia karena Indonesia tidak ada lagi tempat dia mengadu, satu satunya tempat yang dia rasa aman adalah kembali bersama paman Hamdani.
Fhadlan berkunjung ke Kita A di Yaman mengunjungi Hamdani pamannya, namun alangkah kecewanya Fadlan saat tak menemukan petunjuk di mana Hamdani berada.
"Setelah di buru kelompok penguasa 2 tahun yang lewat pamanmu melarikan diri ke Paris" ucap tetangga Hamdani pada Fhadlan.
"Lan... paman pernah dengar kalau pamanmu mu Hamdani semenjak 2 tahun lalu mulai membangun Hamdani group, yang bergerak di bidang bisnis namun keberadaannya sulit di ketahui" lanjut tetangga paman Hamdani di kota A.
"Ada yang bilang paman mu sering berkunjung ke sebuah pulau buatan yang nama pulaunya sama seperti namamu" jelas tetangga Hamdani.
Dalam keadaan bingung Fhadlan melarikan diri melalui perjalanan darat yang melelahkan menuju ke kota Dubai. Fhadlsn tiba saat suang berganti malam dengan tas di sandang Fhadlan berjalan menelusuri pabtai kota berharap menenukan jalan menuju sebuah pulau yang menurut informasi pulau tersebut tidak jauh dari tempat di mana Fhadlan berada saat ini.
Cuaca yang cerah bintang bintang kelap kelip, cahaya lampu terlihat gemerlapan memancarkan cahaya yang indah dari bangunan bangunan tinggi di tengah lautan. Seperti sebuah kota kecil yang terpisah dari daratan. Terlihat juga sebuah merek besar bertuliskan Fhadlan Island terbaca dengan jelas dari pantai Dubai.
"Abi bagaimana caranya bisa ke Fhadlan Island?" tanya Fhadlan pada pria setengah baya yang di temuinya.
"La... La.... La...." jawab pria setengah baya lalu pergi seperti sangat takut, mendapat pertanyaan Fhadlan.
Hampir semua orang yang di temui Fhadlan lari ketakutan saat di tanya jalan menuju ke Fhadlan Island.
"Pak tua... berapa biaya yang harus saya bayar untuk sampai ke Fhadlan Island" tanya Fhadlan pada pemilik speed boot.