IDAMAN HATI

IDAMAN HATI
Di Nilai Keluarga Andrik.


"Bunda ratu... ada tamu namanya Zeno, katanya ponaan Pangeran" ucap Bik Ijah tergopoh gopoh.


"Mereka sudah datang" Guman Timah sambil menyimpan handphone nya


"Bik Ijah kalau tamunya ponaan Pangeran, termasuk jenis tamu keluarga Dekat, ya" Tanya Timah.


"Benar Bunda Ratu" jawab Bik Ijah.


"Ok Saya turun, Bik Ijah siapkan Gahwa dan pisang nya ya" pinta Timah.


"ha Hahaha ... Baik Bunda Ratu" Bik Ijah tertawa.


"Lho Bik Ijah, kok malah ketawain Bunda Ratu sih" protes Timah.


"Kalau keluarga dekat, tidak cuma pisang kita suguhkan Bun, tapi semua yang ada kita keluarin" jelas Bik Ijah.


"ya udah, keluarkan semua deh" Titah Timah sambil melangkah keruang Tamu.


Seorang Remaja berpakaian dekil terkesan kampungan berdiri di ruang tamu, Timah hampir tak percaya kalau ini ponaan pangeran Andrik, sebelum dia memperkenalkan diri.


"Selamat sore tante, kenalkan saya Zeno ponaan Pangeran Andrik"


"Oooo ini yang namanya Zeno ya?" Tanya Timah belum yakin.


"Ya.. tante" jawab Zeno lalu duduk di ruang Tamu.


"Eee Zeno jangan di situ duduknya, ayo ikut tante ke atas" ajak Timah melangkah ke ruang keluarga di lantai dua.


Zeno berdiri lalu melangkah di belakang Timah.


"Kapan datang Zeno, kok tante baru liat?" tanya Timah.


"Baru nyampe tan, habis om Andrik baru telpon tadi pagi" jelas Zeno.


"Ayo duduk, Zen" titah Timah setelah sampai di ruang keluarga.


"Ok tante" Zeno ambil tempat duduk di depan Timah.


"Zeno pasti haus, Zeno mau minum dingin atau panas" Timah berbasa basi.


"Gahwa dingin juga boleh, tan" ucap Zeno.


"Bik Ijah" panggil Timah.


"Ya Buda Ratu" balas Bik Ijah mendekat.


"Buatin Gahwa yang dingin buat Zeno, sekalian snack apa yang ada keluarin ya Bik" kembali Timah memberi titah.


"Baik Bunda Ratu" ucap Bik Ijah menuju Bar di samping meja ruang keluarga, lalu membawa pesanan Timah.


"Gahwa nya tuan... Bunda Ratu" ucap Bik Ijah meletakkan, minuman Gahwa dingin di depan Ziko dan Timah, Bik Ijah juga meletakkan snack pesanan Timah.


"Diminum Gahwa nya Zen, nanti keburu dingin" basa basi Timah.


"Emang dingin kok tan he he he..." tawa Zeno terkesan kampungan.


"Ohhh ya!... tante lupa"


"Ini ada snacknya juga Zen"


"Pisang ada, duku ada, rambutan ada, apel ada, salak ada, mangga ada, pir juga ada ayo di makan Zen" kembali Timah berbasa basi.


"Terima kasih tante" Zeno menyesap kopi di depannya.


"Kamu kok still nya beda bagat sama Pangeran, kalian itu keluarga miliuner, coba kamu pakai singlet, pakian tu yang rapi, Zen" Saran Timah saat melihat Zeno tidak pake singlet.


"ya tan, yang kaya itu kan paman Andrik bukan orang tua Zeno" kilah Zeno.


"Apa bedanya Zen, orang tua kamu kan juga ahli waris kekayaan Andrik group" ucap Timah.


"Omong omong orang tua kamu tinggal di mana Zen?" tanya Timah.


"Di Rusia" jawab Zeno singkat.


"Orang tua saya miskin Tan, mereka peternak sapi, ya cukup untuk keperluan sehari hari, taun baru ini Zeno mau daftar kuliah makanya papa menghubungi paman Andrik minta membiayai kuliah Zeno" cerita Zeno.


"Terus pangeran mau kuliahin Zeno kemana?" tanya Timah.


"Terserah Zeno sih, yang penting di Fakultas Hukum karena nanti Zeno akan di rekrut jadi karyawan Andrik group" jawab Zeno.


"Bagus di Moskow aja Zen, tante kan tinggal di Moskow" saran Timah.


"Tidak tan... Zeno sudah terdaftar di salah satu Universitas di Dubai, dan ini Tan beberapa keperluan Zeno yang perlu di adakan dalam waktu dekat" Zeno menyerahkan selembar kertas dengan sederet catatan barang barang yang harus di beli untuk keperluan kuliah Zeno.


"Kamu kan tinggal buat jumlah harga barang kebutuhan kamu lalu ajukan ke Pangeran" Timah bingung melihat sederet catatan barang kebutuhan Zeno.


"Itu masalahnya tan, paman suruh lapor ke tante dulu" jelas Zeno.


Timah makin bingung dia harus bayar pake apa?, "Iya udah kamu lapor balik pangeran, bilang tante setuju"


"Terimakasih Bunda Ratu, saya hubungin pangeran dulu" ucap Zeno girang.


Zeno berdiri nenjauh dari Timah, lantas mengambil handphone nya seraya nelpon seseorang.


"Selamat sore Zeno" ucap seseorang di telepon.


"Sore paman, ini Zeno sudah sampai di villa Bunda Ratu" ucap Zeno.


"Hmmm bagaimana penilaian kamu Zein?" tanya Pangeran di telepon.


"Alhamdulillah ya Bunda Ratu cantik, Alhamdulillah ya Bunda Ratu tidak sombong" jawab Zeno.


"Ok salam om untuk Ratu" ucap Pangeran menutup telepon.


"Tante Ratu, Pangeran titip salam dan minta tante siap siap, nanti malam kita kepasar cari kebutuhan Zeno" lapor Zeno.


"Sama tante Zen?" tanya Timah bingung dia merasa tidak paham harus cari kebutuhan Zeno di mana.


"Iya Tan, sama Zeno dan Pangeran juga" jelas Zeno.


"Ok Zein, tante siapkan sesuatu yang kita perlukan, kamu pasti lelah ayo istirahat dulu biar nanti malam makin segar" Timah bahagia saat dapat kabar kalau pangeran mau ajak Timah shooping, suatu momen yang sangat dia tunggu untuk bisa bersama Pangeran.


***


Jam 8.00 malam waktu Dubai Timah, Ramzan pengawal pribadi Timah dan Zeno ponaan pangeran yang baru saja datang dari kampung, sampai di Global Village, sebuah pasar malam di Dubai Uni Emirat Arab.


"Hal pertama yang harus disiapkan jika ke sini adalah kaki yang kuat. Kenakan alas kaki yang nyaman karena kita bakal menyusuri tiap paviliun yang sangat luas dengan berjalan kaki" Ramzan mengingatkan Timah


"It is okay" sahut Timah.


Global Village merupakan destinasi belanja dengan konsep pasar malam. Hampir mirip Pekan Raya Jakarta, namun menawarkan komoditas dari berbagai negara dan budaya.


Pasar malam ini hanya dibuka selama enam bulan setiap tahun yaitu dari Oktober hingga April. Di dalamnya terdapat paviliun berbagai negara yang menawarkan banyak sekali produk baik kerajinan maupun kuliner yang menggiurkan.


"Kita beli tiket dulu Bun" ucap Ramzan saat sampai di depan gerbang masuk.


Memang untuk masuk Global Village, para pengunjung cukup membayar tiket seharga 15 dirham UEA, setara Rp58 ribu. Suasananya sangat megah, ramai dan bikin penasaran.


Mereka melangkah melewati vaviliun Mesir, Musik Mesir terdengar mengalun, mrnyanyikan lagu lagu Asmara. Aroma wewangian khas membuat hidung tersihir. Barang dan produk yang dijual juga berasal dari Mesir, meski ada juga yang berasal dari negara lain.


Setekah bosan ke Mesir? Timah, Rsmzan dan Zeno, menuju paviliun Maroko di sini juga Irama music padang pasir mengalun sahdu.


"Saya Ingin mencari skin care dimana ya" tanya Timah pada penjaga vaviliun Maroko.


"Belok saja ke kiri nanti ada vaviliun Korea" jawab penjaga vaviliun Maroko.