IDAMAN HATI

IDAMAN HATI
Kapsul Waktu dan Pusaka Nusantara


Sambil menggigit bibir saking penasaran, kini Giza menyerang terus dengan sabuk suteranya, mengambil keputusan untuk nekat mengadu nyawa.


Di lain pihak, Ratu Balqis kingdom menjadi gemas karena bekas calon menantunya ini tidak mengeluarkan Ajimat dan menyerahkan Ajimat atau pusaka yang dia inginkan, maka dia lalu berteriak keras dan mulailah tubuhnya bergerak-gerak aneh pada waktu membalas dengan serangan-serangan hebat, dengan totokan-totokan jari tangannya, dengan cengkeraman-cengkeraman.


Ratu Baqis kingdom terus melakukan serangan yang sangat berbahaya, seperti tak ingin memberi kesempatan bagi Giza untuk membalas serangan.


Giza semakin didesak oleh cengkeraman-cengkeraman tangan kiri Ratu Balqis sedangkan sabuk suteranya selalu ditahan oleh pedang hitam, mendengar pula ucapan Ratu Balqis Kingdom yang sedang marah bentakannya melenking memecah kesunyian malam di tengah padang pasir.


Dengan mata bersinar-sinar Giza meloncat mundur menjauhi Menjauhi Ratu Balqis Kingdiom lantas membalikkan tubuh menghadapi Ratu Balqis sambil bertanya,


"Ratu Balqis Kingdom! Kalau begitu beritahu aku kenapa sih ajimat Fhadlan begitu berharga."


"Hmmmm baik supaya kamu tidak mati penasaran, ketahuilah kalau Ajimat Fhadlan itu merupakan Kapsul Waktu yang menunjukkan tempat, dan siapa pemegang pusaka dan harta peninggalan Raja Nusantara" teriak Ratu Balqis Kingdom terus mburu Giza.


Detik berikutnya Ratu Balqis sudah menerjang Giza, menghujaninya dengan serangan seragan ganas.


"Seer seer seer" pedang ratu balqis menyambar bagian bagian tubuh mematikan.


Hebat bukan main serangan Ratu Balqis sekalipun Giza luput dari pukulannya, namun pukulan yang berisi tenaga dalam menimbulkan hebembusan angin yang sangat kuat, meberbangkan kerikil dan debu menimbulkan suara gemuruh laksana badai gurun pasir sedang melanda.


"Braaaak" pukulan ratu balqis mengenai sebongkah batu di belakang Giza.


Batu terbanting lalu menabrak dinding batu perbukitan dengan keras, batu sebesar tubuh manusia hancur berkeping keping. sementara itu Giza terbanting dengan keras dengan darah segar mengalir dari sudut bibirnya.


Menyadari keadaan kalau dirinya sedang berhadapan dengan musuh yang lebih tangguh jauh di atasnya, Giza bertempur hati berusaha menjaga jarak.


Ratu Balqis diam diam terkejut dengan permainan sabuk Giza, terlihat lebih ganas dan berbahaya di banding saat mereka bertemu terakhir kalinya. Sekalipun dia telah menyalurkan hawa murni dan peringan tubuh sepenuhnya tetap saja Giza bisa menyelamatkan diri dari kurungsn angin pukulan yang bergelombang datangnya.


"Hebat sungguh permainan sabuk sutra kamu maju pesat Giza" puji Ratu Balqis.


"Ratu Balqis.. lihat serangan" Saat kritis bagi Giza tiba tiba Fhadlan muncul dari kegelapan, sekali tangan fhadlan bergerak, tampaklah cahaya merah berkelebat kemudian bergulung-gulung dan ujung sabuk mengancam leher Ratu Balqis


"Giza ayo, kita singkirkan jahat ini, sebelum menjadi bencana dalam kehidupan dan kedamaian di masa yang akan datang" Fhadlan telah maju membantu.


Menghadapi Giza dengan senjata sabuk sutranya sangat merepotkan Ratu Balqis apalgi sekarang di tambah dengan pengeroyokan ratu Fhadlan.


"Bagus kalian maju bersama tanpa repot repot lagi membasmi kalian" ucap Ratu Balqis,


Kedua belah pihak mulai hati hati, menghadapi dua orang yang memiliki kesakitan tak berbeda jauh dengan dirinya, kalau saja Ratu Balqis tidak memiliki peringan tubuh dan tenaga murni yang tinggi maka dalam belasan jurus dia harus mengakui keunggulan lawan.


"Awas serangan" Fhadlan mengingat kan Giza saat ratu Balqis menerjang maju.


Memanfaatkan kelemahan Giza yang sedang kesakitan, Ratu Balqis membuat gerakan melambung membuat serangan ganda, pedang hitam di tangan kanan menebas leher, di susul tendangan kaki menyerang lambung kiri Giza.


"Seer..." serangan pedang dapat di elakkan.


"Tap" tendangan kaki kiri Ratu Balqis terpaksa ditepis dengan tangan kiri Giza.


"Seeet" bagian ujung sepatu Ratu Balqis sempat mengores kulit lengan gizi.


"Auu... " Giza meloncat mundur memeriksa tangannya yang terasa panas seperti terbakar.


"Ingat luka gores di lengan Mu, sudah terkena racun ganas mematikan hanya dalam hitungan jam, aku akan memberikan obat penawarnya jika kalian memberikan kapsul waktu yang ada pada kalian" ucap ratu balqis menggunakan krcerdikannya.


"Aku tidak ada urusan dengan kapsul waktu" ucap Giza masih meringis kesakitan.


"Kalau begitu kau akan mati terbakar ha ha ha" tawa Ratu Balqis puas.


"Ini yang kau mau" Fhadlan mengeluarkan kalung berupa kapsul waktu yang di terimanya dari Giza.


"Jangan berikan kak" ucap Giza mencegah Fhadlan.


Fhadlan tak perduli dengan kalung pusaka yang selama ini dia jaga bagai nyawanya sendiri, saat melihat nyawa Giza terancam dia lebih baik kehilangan kalung kapsul waktunya dari pada kehilangan Giza.


"Serahkan dulu obat penawar nya" ucap Fhadlan.


"Tidak serahkan kalungnya dulu, kalau asli baru saya kasi penawar nya"


"Ini ambil" tanpa pikir lagi Fhadlan melontarkan kalung kapsul waktu.


"Ini sepertinya yang asli" Ratu Balqis menerima kalung dang memeriksa isinya.


"Mana obat penawar racunnya" pinta Fhadlan.


"Sebentar" Ratu balqis memeriksa tulisan kuno di sutra merah berkilau seperti cacing yang mengeluarkan cahaya di malam Hari.


"Bacakan arti tulisan ini, baru kalian bisa menerima anti racunnya" Ratu Balqis mengeluarkan pel anti racun.


Fhadlan menerima isi kalung kapsul waktu berupa sutra merah yang di tulis dalam hurup kuno, dengan teknik tertentu hingga bisa terbaca jelas di dalam gelap.


"Ok Dengar kan, Fhadlan hanya akan mengulang satu kali, setelah itu harap berikan obat penawar racunnya" Fhadlan yang mengerti tulisan kuno mulai membaca.


Alinia pertama berbunyi "AKAN TERJADI KEKACAWAN DI AKHIR ZAMAN, DI MANA SAAT ITU AKAN KEKUAR PUSAKA KUNO BERUPA CINCIN PERBENDAHARAN RAJA NUSANTARA DAN KALUNG PERIUK API, YANG AKAN MENYELAMATKAN KAN DUNIA DARI PERANG NUKLIR"


Alinia kedua berbunyi "KALUNG PERIUK API HANYA BISA DI AKTIFKAN OLEH RATU DUNIA YANG MEWARISI TRAH RAJA NUSANTARA DI BUKIT PADAK"


"Sekarang serahkan obat penawarnya" pinta Fhadlan.


"Ha ha ha ha, akulah yang akan menjadi ratu dunia, pewaris trah raja Nusantara" tawa ratu Balqis meledak.


"Tidak ada yang boleh Selamat bagi siapa saja yang mengetahui kapsul waktu Raja Kediri, Selain Aku... ha ha ha ha" tawa Ratu Balqis semakin jadi lalu menyimpan kembali obat penawar racunnya.


"Keparat manusia licik aku akan mengadu nyawa dengan mu" bentak bentak giza marah.


"Dasar curang" Fhadlan juga marah.


"Aiiiiiih hiiiiiik hiiiiik" pekik Ratu Balqis tubuhnya bagai terbang menyerbu kearah Fhadlan.


Pekikan yang lebih mirip tangisan menyeramkan terdengar bersamaan dengan tubuh Ratu Balqis yang melayang menukik dengan pedang terhunus. Gerakan yang amat cepat sehingga tak terlihat jelas bagi mereka yang tidak miliki ilmu tinggi.


"Iiihhh manusiakah dia" guman Fhadlan mendengar gema pekikan Ratu Balqis yang sangat seram.