Gadis Dingin Itu Istriku

Gadis Dingin Itu Istriku
Kekacauan di kantor polisi


Alea sudah berada diparkiran belakang, ia melihat sekitar sangat sepi penjaga'an.. Alea tersenyum dan melihat kepala Komisaris Prabu.. '' Kau itu bodoh, '' Ejek Alea lalu ia turun dan membawa kepala Pak Prabu ke dalam dan menaruh kelapa itu di meja tempat Prabu bekerja..


Alea pun kembali ke sel tahanan dan memejamkan matanya sejenak. Sebelum kantor Polisi riuh dengan teriakan orang..


.


KEDIAMAN WIRATMAJA.##


.


Jam menunjukan 3:40 Bastian tak bisa memejamkan matanya, Ia masih menimbang nimbang dan memikirkan jalan solusinya.. Di tangan kanan ia memandang poto pernikahannya dan di tangan satunya lagi poto Keluarganya..


'' Buu, apa yang harus aku lakukan, kenapa harus terjadi seperti ini. '' Bastian meneteskan airmatanya.. di saat ia larut dalam kesedihan nya, Ia merasa ada yang membelai rambutnya Bastian pun melihat ke arah samping dan melihat sang Ibu sedang tersenyum kepadanya..


'' Anakku berhentilah bersedih, dan larut dalam kesedihan. kami semua sudah bahagia.. lanjutkan lah kehidupan mu, dan ambil keputusan sesuai dengan hatimu.. ''


Bastian semakin terisak dalam kesedihannya, lalu Bastian menyenderkan kepalanya di pundak sang Ibu tanpa terasa ia pun tertidur..


.


KANTOR POLISI##


.


Benar saja ke'esokan harinya, kantor polisi itu di gegerkan dengan penemuan kepala tanpa tubuh. dan lebih mengejutkan lagi bahwa kepala itu adalah kepala komisaris Prabu.. Semua orang menjerit histeris melihat keadaan kepala yang sangat menyeramkan, Kepala melot lidahnya keluar Dan keadaan kepala sudah membiru..


Alea yang mendengarkan kericuhan hanya diam tanpa mau ikut campur, Alea bermalas malasan dan berguling guling di lantai. Alea ingin mendapatkan posisi yang enak untuk merebahkan diri...


Alea sangat bingung dengan keadaan badannya yang cepat lelah..


'' Bukankah kau yang membunuh Pak Komisaris '' Ucap wanita satu sel dengan Alea..


Alea yang sedang berguling itu menghentikan pergerakan nya.. Dan melihat kearah lawan bicaranya.. '' Jika memang aku yang membunuhnya kau akan melapor.? Tanya Alea


Wanita itu bingung dan terdiam, Alea melihat lawan bicaranya terdiam, menyungging kan senyum nya. '' Bukan kah bagus ia mati, dia tidak akan lagi melecehkan mu di kamar mandi. '' Ucap Alea terkekeh saat mengingat si buncit Prabu itu mencabuli setiap tahanan wanita yang cantik..


'' Ba_Bagaimana kau tau.?? Ucap nya terbata²..


'' Itu tidak penting.. '' Ujar Alea


.


DISATU SISI.##


.


'' Beres Tuan, kita hanya membutuhkan tanda tangan nona Alea saja.. '' Ucap sang Asisten.


'' Kita berangkat menuju kantor polisi. '' Ucap Wira yang berdiri lalu pergi dari sana, ketika di depan pintu ia berpesan kepada kepala pelayan untuk memberikan Bastian makan..


.


Di perjalanan, Wira sedang mengenang masa lalu ketika ia membesarkan Alea.. Walau ia hanya pura² menyayanginya namun ia menyesal karna kehilangan pilar paling kuat di dalam hidupnya..


Sebenarnya Wiratmaja tidak ingin menyingkirkan Alea, Namun setelah mendapatkan kabar bahwa Alea adalah pemegang saham terbesar di perusahaan nya Wiratmaja menjadi Geram, Ia takut bahwa harta kekayaan yang ia miliki di ambil alih oleh Alea..


Dan ia semakin geram ketika ia mendengar bahwa Alea.. Mempunyai perusahaan Kapal Pesiar, Perhotelan dan lain sebagainya. Bahkan Alea mempunyai koneksi kuat di bidang bisnis bahkan kekayaan Alea jauh di atasnya.. Karna keserakahan nya, Ia sampai menutup mata dan ingin menguasai harta cucu angkatnya dengan memfitnah Alea sebagai pembunuh Anak dan Cucunya.. Wira merencanakan semuanya bahkan jika harus mengorbankan Keluarga sekali pun Wira tak begitu perduli..


'' Tuan besar kita sudah sampai.. ''


Wira pun keluar dan menemui Alea, ia menunggu di ruang tunggu.. Wiratmaja mendengar bisik²..


'' Fikri cari tau.. '' Perintah Wira. Dan sang bawahan hanya meng'angguk.


.


.


'' Silahkan Pak, tahanan sudah menunggu. '' Ucap penjaga


Ketika Wira masuk Alea sudah menunggu duduk dengan tenang tanpa ekspresi, Wira menghampirinya dan melemparkan berkas ke depan Alea.


Wiratmaja duduk.


'' Tanda tangan berkas ini dan aku akan melepaskan mu dari sini.. '' Ucap Wiratmaja yang acuh.. Alea yang heran dengan sikap Kakek nya ia pun membuka berkas dan membacanya..


Ia menoleh ke arah Wira dan Fikri lalu Alea menutup berkasnya dan menyunggingkan senyuman nya..


''Jadi kau ingin aku tanda tangan berkas pengalihan harta Kakek ?


.


..._____♤♤♤♤♤_____...


...JANGAN LUPA LIKE SETELAH MEMBACA...