Gadis Dingin Itu Istriku

Gadis Dingin Itu Istriku
Terlanjur cinta


..._____♤♤♤♤♤______...


...Happy reading....


.


.


Bastian masuk keruangan di mana sang putri kecilnya sedang terbaring lemah, langkahnya kakinya secara perlahan menghampiri tanpa membuat suara karna takut putrinya terbangun.


Seira terbangun dari tidurnya dan melihat Bastian sudah berada di sisi ranjang, mengelus lembut kepala Megan dengan penuh kasih sayang..


'' Badan nya panas sekali. '' Lirih Bastian


'' Tadi malam tidak terjadi apa², namun menjelang subuh ia menagis kencang dan tak sadarkan diri. Aku belum mengabari Alea tentang keadaan Mega karna aku tak mau menggagu dirinya'' kata Seira


Bastian mengaguk dan tersenyum '' Pulanglah, aku akan menjaganya jangan mengabari Alea tentang ini. '' ucap Bastian


Seira mengaguk dan mengambil tasnya lalu keluar...


Bastian memandangi wajah mungil sang putri yang sudah genap satu tahun, ia begitu mirip dengan Alea tak ada dari wajah Bastian yang menempel di wajah sang putri. '' Belahan jiwa Papah harus kuat, kuat seperti Ibumu jangan lemah seperti Papah, bangun dan buktikan bahwa kau kuat seperti wanita yang Papah cintai. '' Ucap Bastian mengecup kening Megan


Dalam hati Bastian, ia takut jika sang putri mempunyai daya tahan tubuh yang lemah seperti dirinya. Untuk itu orangtuanya tak memperbolehkan Bastian bekerja berat apalagi berlatih beladiri, Sandra selalu menentang dirinya dan menjauhkan Bastian dari hal yang berbau beladiri..


Untuk itu Bastian melampiaskan nya bermain dengan banyak wanita untuk sekedar ber'olahraga..


Mungkin itu juga yang membuat Wiratmaja menjadikan Alea temeng untuk keluarganya, dan mengasuh Alea dengan keras dan menjadikan dirinya berdarah dingin. Sebab Bastian mempunyai daya tahan tubuh yang lemah.


.


.


.


Disisi lain Alea baru bangun dari tidurnya, Ia melihat sekeliling namun tak melihat sang suami. '' Dimana dia.? Dhawan .. '' Alea memangil namun tak ada sahutan.


Alea Bangun dan mengambil Air, tak berapa lama Dhawan datang dengan nampan di tangannya. '' Kau sudah bangun sayang..


Aku baru selesai membuatkan istri tercinta makan siang. Jawabnya dengan senyuman. '' Kau bisa memasak.? tanya Alea tak percaya dan mencicipi nasi goreng tersebut


'' Tentu saja aku bisa, apa yang aku tak bisa untuk orang yang aku sayangi. Aku hanya keluar membeli bahan² yang di perlukan dan memasak untuk mu.


Alea menaruh sendok yang akan masuk ke dalam mulutnya, '' Maaf..


Dhawan mengerutkan keningnya, '' Kenapa kau meminta maaf sayang.? Tanya Dhawan


'' Maaf karna aku tidak bisa memasak untukmu, Aku di besarkan dengan cara yang tak biasa. '' Ucap Alea yang memalingkan wajahnya. Dhawan yang peka langsung duduk di sisi Alea dan memeluknya dari samping..


'' Bukankah sudah aku bilang bahwa jika kau memiliki kekurangan, aku yang akan melengkapinya. Jangan berkecil hati karna tidak bisa memasak, aku menyayangi dan mencintaimu apa adaanya dirimu jangan pernah berubah. look at me, ucap Dhawan mengelus pipi Alea.


Mata mereka saling bertemu dan saling pandang dalam kesunyian. '' Be my soulmate stay by my side when I'm sad and happy, because once love i will always love... ( Jadilah belahan jiwaku tetaplah di sisiku senang maupun susah, Karna sekali cinta aku tetap cinta.)


Alea tersenyum dan memeluknya, '' I will be with you under any circumstances. (Aku akan bersamamu dalam keadaan apapun) itu janjiku..


di saat mereka sedang mengucapkan kata² janji, dering ponsel Alea mengganggu adegan uwow mereka. Alea mengambilnya dan tertera pengawal pribadi yang ia utus untuk menjada sang buah hatinya.


'' Ada apa.? Tanya Alea dingin


Dhawan hanya terkekeh dengan sikap Alea yang dari luar begitu keras, Namun di dalam begitu rapuh.


'' Baiklah Aku akan ke rumah sakit sekarang. '' Jawab Alea yang langsung mematikan sambungannya.


'' Siapa yang sakit sayang.? tanya Dhawan


'' Megan sakit dan tadi pagi di bawa ke rumah sakit. '' ucap Alea yang bergegas berganti pakaian.


'' Baik cepat kita akan segera ke sana.'' Dhawan mengambil kunci mobilnya dan memakai jaket.


.


.