
Bugh...
Bugh..
Pria itu memukul dan menendang namun Alea berhasil menghindar, Alea belum melawan sama sekali ia selalu saja bisa menghindar.. Pria itu muak dengan Alea yang selalu menghindari serangannya seakan sedang mempermainkan dirinya..
'' Ish, jalang sialan ini.. pria itu dan Alea menendang perut secara bersamaan..
Bugh..
Dua²nya sama sama mundur kebelakang, Alea masih senantiasa tersenyum walau senyuman itu mengisyaratkan engejekkan untuk sang pria.
'' Hm, ternyata kau memang lemah sama seperti wanita pada umumnya aku sempat berfikir kau berbeda dari wanita lainnya, namun sama saja kau akan mati di tanganku hari ini. Tap__iii aku punya pilihan kepadamu, merangkaklah kemari dan layani aku, aku akan mengampuni nyawamu. '' ucapnya mencoba memanasi Alea.
Namun Alea begitu tenang, ia tak perduli dengan ocehan yang keluar dari mulut busuk lawannya itu, mata teduh nan cantik itu sedang melihat titik kelemahan lawannya.
Di saat sang pria maju untuk menyerang, Alea berputar dengan satu kaki Alea langsung menggulung leher sang lawan dan satu kaki ia tekuk di lantai yang mana sang pria otomatis terjatuh ke lantai dengan leher tercekik oleh kaki. Jari jemari Alea menotok titik urat syarat yang lemah, dengan sekali gerakan lawan itu tumbang.
Bugh..
Trraakk..
Aahhkk.. Jerit pria itu menggema di dalam toilet.
Tulang punggung pria itu patah, Alea pun melepaskan kaki dari lehernya lalu berdiri.. '' Sialan, kau berani mematahkan tulangku. '' pria itu marah lalu bangun, namuu__n..
Brrugh.. Seluruh badannya tak dapat digerakan
Alea tersenyum. '' Kenapa aku tak berani,? siapa dirimu.? You don't know who I am, Never underestimate a woman.. So siapa yang menyuruhmu.? tanya Alea dengan santai.
Pria itu bukannya menjawab malah tertawa walau keadaannya sangat memprihatinkan. '' Hahaha... Apa kau akan menghampirinya.?dan membunuhnya.? tanya sang pria
'' Hum, jika kau memberitahukan siapa orang yang menyuruhmu, Aku akan melepaskan mu dan memberikan pengampunan untukmu..
'' cih, aku tak butuh pengampunan darimu aku bisa keluar dari sini dengan selamat. '' ucapnya percaya diri.
'' Apa kau yakin.? Alea pun menghampiri dan mengambil ponsel yang berdering, lalu menyuntikkan cairan di lehernnya Alea sangat muak berbasa basi.
Hey, hey, apa yang kau suntikan, jangan macam²,!! teriak pria itu sambil melotot.
Alea mencengkram rahang sang pria, '' Kau terlalu percaya diri bisa keluar dari sini hidup², cobalah merangkak jika kau bisa. '' ucap Alea lalu pergi meninggalkan pria itu yang sedang mengalami kejang².
Alea keluar dari kamar mandi dengan tenang, dan baru saja lima langkah keluar ponsel itu berbunyi lagi.
Drettt..
Drettt.
'' Bagaimana,? kau berhasil membunuhnya, dengar jangan sampai gagal hanya membunuh wanita lemah saja kau tidak bisa. Tuan tidak akan mengampuni mu jika kau gagal membunuhnya.'' bentak pria di ujung telpon sana.
Alea menaikkan sudut bibirnya, '' Dengarr, kau tidak akan bisa membunuh wanita lemah ini apa lagi menyentuhnya. Dengarkan ini baik² dan bilang kepada Bos mu, bahwa nanti malam aku akan datang kerumahnya. '' ucap Alea dengan nada dingin dan membuang ponsel itu ke tong sampah di sebelah kiri.
.
.
.
Di sisi lain, Dhawan tak menyadari berapa lama Alea berada di toilet. ia terlalu asik bermain dengan Megan sampai lupa akan keberadaan sang istri.
Alea melihat kanan kiri mencari keberadaan sang suami, ternyata kedua orang itu menaiki tayo yang sedang maju mundur cantik. Sebelum menghampiri mereka, Alea mengabari tim Skuad untuk mencari tau keberadaan sang musuh.
Dhawan yang melihat sang istri tersenyum dan melambaikan tangan Megan.. '' Hai Mom di sini. '' teriak Dhawan
Alea menghampiri mereka, '' Apa kau sudah puas hmm...? tanya Alea yang mencubit pipi sang anak dengan gemas, yang di cubit malah tersenyum dan merentangkan tangannya meminta di gendong.
Alea yang mengerti lalu menggendong sang anak dan mengajak Dhawan untuk makan. '' Kau mau makan di mana sayang. '' tanya Alea
Dhawan terdiam dan menunjuk salah satu restoran sederhana yang ada di mall tersebut. '' kita makan di sana saja, ayo aku sudah lapar. '' jawab Dhawan
.
.
.
Sedangkan disisi lain, Mr.V yang tak lain adalah tangan kanan Tuan Muhkti masih saja memandangi ponsel dengan kening berkerut. '' Suara siapa itu, kenapa begitu dingin dan menakutkan nyaliku. Hahaha tidak mungkin. '' Mr.V menggelengkan kepala lalu beranjak pergi menemui Tuannya
Tanpa ia sadari bahwa ancaman yang ia abaikan dan meremehkan itu akan menjadi malapetaka untuknya dan untuk sang Bos.
Alea tidak akan main² dengan ucapannya, jika ia katakan nanti malam akan datang, Alea pasti menepati perkataannya.
Karna sekarang Alea sedang tersenyum memandangi ponsel yang ada di genggamannya, tim Skuad sudah memberikan informasi yang begitu detail dan rinci kepada Alea.
'' Tunggu aku nanti malam...
.
.