Gadis Dingin Itu Istriku

Gadis Dingin Itu Istriku
Perpisahan


..._____♤♤♤♤♤_____...


...Happy reading....


Kita hanyalah manusia biasa, yang mana garis hidup kita hanya tuhan yang menentukan.. kita sebagai manusia hanya bisa berdoa kepada Tuhan, supaya jalan hidup kita akan senantiasa di ridhoinya.. Jika saja kita bisa meminta kepada Tuhan untuk bisa memutar waktu Apakah yang akan kalian lakukan..??


.


.


Disinilah Bastian berada ia tak henti'hentinya meneteskan airmata sejak duduk di kursi persidangan.. Airmata nya semakin deras kala Ia baru saja mendengar ketukkan Palu hakim menggema di telinganya. Yang mana ketukan itu memisahkan ia dengan Alea,


Dengan hati bergetar ia menguatkan hatinya agar bisa ikhlas melepaskan orang yang sangat ia cintai. Walau itu sangat sulit untuk dirinya, Namun apa yang ia bisa lakukan. Andai saja jika waktu bisa berputar, Mungkin saja Bastian tidak akan melakukan hal bodoh dengan percaya kepada kakeknya begitu saja tanpa menyelidikinya secara langsung..


Namun tidak dengan Alea, Hatinya seakan sudah keras dan kebal rasa kasihan. Ia tak perduli jika Bastian sedari tadi memohon untuk terakhir kalinya agar Alea membatalkan perceraian mereka.


beberapa waktu lalu, Bastian setuju untuk menceraikan Alea dengan syarat ia bisa kapan saja menemui anaknya. Ia juga meminta agar tidak ada jarak jika Bastian ingin bertemu kapan pun.


Mau tak mau Alea harus menyutujuinya, Setelah hakim mengetuk palu dan mengumumkan bahwa mereka resmi bercerai satu persatu mereka keluar dari ruang persidangan. Hanya ada Alea dan Bastian


Bastian Melihat Alea untuk terakhir kalinya,


'' Bolehkah aku memeluk mu untuk terakhir kalinya..? Tanya Bastian


Alea hanya diam dan melihat Bastian dengan pandangan yang sulit di artikan, Alea secara perlahan menghampiri Bastian dan memeluknya.. Tangisan Bastian pun pecah saat ia memeluk orang yang sangat ia cintai..


'' Menangislah untuk yang terakhir kalinya, Aku ingin besok kau jangan lagi menangisi ku lagi.. '' Ucap Alea yang mengelus punggung Bastian yang sedang bergetar..


'' Maafkan aku.. Maafkan aku..'' Bastian dengan Lirih mengucapkan kata maaf..


Alea tersenyum dan mengeratkan pelukannya.. '' Kau tidak harus meminta maaf ikhlas kan semuanya, Kita masih bisa menjadi Orang tua untuk anak kita bukan..


Bastian melepaskan pelukannya dan tersenyum.'' Yaa kita bisa menjadi orang tua terbaik untuk anak kita..


'' Apa kau ingin bertemu dengannya. ? Tanya Alea yang di angguki Bastian.


'' Kau itu cengeng sekali, '' Ejek Alea yang mana membuat Bastian mendelik tak suka..


Ia sangat yakin jika anaknya bisa menyatukan mereka kembali, Mungkin tidak untuk hari ini. Ia yakin suatu saat keluarga kecilnya akan berkumpul kembali, Bastian sangat yakin itu semua hanya butuh untuk menunggu sampai badai ini selesai. Bastian teringat dengan Jolie ia harus menyingkirkan perempuan tak tau diri itu, Ia pun beranjak pergi menuju mobilnya..


.


.


..._____♤♤♤♤♤_____...


...In other countries....


.


Di ruangan yang megah dan elegant, Ada sosok pria tampan yang tengah sibuk dengan berkas²nya. Ia adalah Dhawan


Semenjak kepergian Alea dari hidupnya ia menjadi pribadi yang sangat tertutup, Ia juga pindah dari India ke Los Angeles beberapa waktu lalu. Dan merintis usaha dari nol


Ia tak pernah sekalipun mencari keberadaan Alea, Ia yakin jika Alea jodohnya Tuhan akan mempertemukan mereka kembali. Namun yang selalu mengganggu pikirannya, Apakah kandungan nya baik² saja. Apakah Alea sudah melahirkan..


Lamunan Dhawan terganggu ketika mendengar ketukan pintu..


'' Masuk..'' Ucap Dhawan


'' Maaf Tuan menganggu, Ini berkas yang harus anda tanda tangani.. dan juga sebentar lagi ada meeting dengan pemilik perusahaan


R.A Company


'' Baiklah kau boleh pergi..


.


.


...TINGGALKAN JEJAK KALEN YAA.....