Gadis Dingin Itu Istriku

Gadis Dingin Itu Istriku
Rumah sakit


..._____♤♤♤♤♤_____...


...Happy reading....


.


.


Alea dan Dhawan sudah berada di rumah sakit Internasional, ia langsung membuka pintu dan melihat lihat Bastian sedang duduk sambil memegang tangan putrinya.


Bastian menoleh dan kaget mendapati Alea ada di depannya bersama suami barunya.


'' Kau disini.? tanya Bastian


'' Kenapa kau tidak mengabariku.? tanya balik Alea, Bastian mengalihkan pandangannya dan melihat putri kecilnya yang masih tertidur. '' Aku tidak mau mengganggu kalian '' jawabnya sambil menghela nafas..


'' Bagaimana keadaannya.? tanya Dhawan


'' Dia baik² saja dia anak yang kuat. '' Bastian menjawab tanpa melihat, ia nggan melihat saingannya ia masih tak terima bahwa ia bisa di gantikan begitu cepat.


'' Baiklah aku akan menemui Dokter, apa kau mau ikut.? tanya Alea sambil melihat Dhawan.


'' Tidak sayang aku disini saja. ''


Alea pun pergi dan meninggalkan dua pria yang berbeda sifat itu.


.


.


'' Bagaimana keadaan anakku Dok.?


Dokter tersenyum. '' Putri anda baik² saja nyonya, kita lihat keadaan nya jika sudah sadar nanti. namun saya menyimpulkan bahwa daya tahan tubuhnya sangat lemah jadi dia harus di rawat inap. '' Ucap sang Dokter.


'' Berapa hari dia di rawat inap dok,?


'' Sekitar empat sampai lima hari nyonya, jawab sang Dokter tanpa menimbulkan kecurigaan.


Dokter yang melihat kepergian Alea langsung tersenyum kelicikan.


.


Sedangkan di dalam ruangan Dhawan merasa canggung untuk mengajak bastian mengobrol, ia pun memainkan ponselnya agar tak merasa canggung.


'' Jaga dia baik² jika benar kau mencintainya. '' Ucap Bastian tanpa melihat lawan bicaranya.


Dhawan melihat kanan kiri, merasa heran dengan perkataan Bastian yang tak tau di tunjukkan pada siapa. '' Kau berbicara kepadaku.? tunjuk Dhawan kepada dirinya sendiri.


Bastian berdecih '' Kau pikir disini ada orang selain dirimu.? tanya Bastian, yang di jawab Oh ria oleh Dhawan. ia diam sejenak dan melihat Bastian. '' Aku pasti menjaganya dan tak akan menyia²kan dirinya, perbaikilah hidupmu dan carilah kebahagian mu sendiri. Jangan pernah menunggunya karna itu hal yang sangat mustahil untuk kau gapai, karna sampai kapan pun aku tidak akan melepaskannya.'' Ucap Dhawan menatap Bastian dan Bastian pun menatapnya dengan sengit.


.


.


Sedang Alea setelah keluar dari ruangan Dokter ia berjalan² di sekitar rumah sakit, ia mendengar teriakan pilu dari seorang ibu dan sang suami yang tengah menggendong anaknya yang sudah terbujur kaku. '' Apakah tidak ada yang mau menolong kami, Ya allah lihat lah semua hamba hamba mu yang tak perduli dengan sesama nya seakan mereka buta.. '' teriak Bapak itu yang marah kepada setiap orang yang lewat, Namun tak ada yang mempedulikan mereka.


'' Tolonglah kami yang meminta keadilan ini, kenapa kalian seakan tutup mata dengan kejadian ini. kami memang hanya orang miskin tapi tolong siapapun tolong anak kami, '' ucap histeris sang Ibu.


Alea hanya diam seakan dirinya sendiri pun tak perduli dengan keadaan yang memilukan di depan nya, Alea melewati mereka namun langkahnya terhenti seketika karna ia merasa kakinya ada yang memegangnya.


'' Tolong keluarga kami nona, saya butuh keadilan untuk anak kami yang baru saja meninggal. Kami sudah menyerahkan uang kami untuk pengobatan anak kami, Namun ketika dia meninggal tak ada satu orang pun dari pihak rumah sakit yang mengabari kami bahwa dia sudah meninggal. ketika kami akan membawa jenazah anak kami, kami di larang dan harus membayar sisa administrasi yang belum lunas dan lain sebagainya. '' Wanita itu menangis di kaki Alea


Namun bukan Alea namanya jika ia perduli dengan keadaan sekitar, Alea memejamkan matanya, '' Aku tidak perduli, '' ucap Alea yang menarik kakinya, Namun genggaman itu semakin erat dan tak mau melepaskan.


'' Kami akan mengabdikan seruruh sisa hidup kami kepada anda nona, tapi berikan kami keadilan terlebih dahulu. Kami sudah tak mempunyai apapun bahkan rumah dan seluruh harta kami sudah kami jual untuk pengobatan di rumah sakit ini. '' Ucap sang suami


Alea tersenyum inilah yang Alea suka, membawa orang untuk menjadikannya pelayan setia. Karna bagi Alea orang yang tersakiti dan tertindas tidak akan menghianatinya.


'' Baiklah, ikut aku dan bawa dia ke mobilku. '' ucap Alea


.


.