
Jam menunjukkan pukul 21:30 namun Bastian masih saja mencari alamat yang di katakan Ruby, mereka mungkin sudah mengelilingi kota J sedari tadi, Bastian menepikan mobilnya di pinggir jalan dan menatap Ruby dengan intens..
''Yang benar dimana alamat rumah mu.?! apa kau mengerjaiku.!! ucap Bastian.
Heheheh____
"Ini Sudah benar tuan, terimakasih karna mau membawaku jalan jalan ya..'' ucap Ruby yang turun dari mobil mewah milik Bastian.
Braak__
Ruby menutup pintu dan melambaikan tangan lalu berlari pergi, sebelum ia terkena semprot pria yang sudah ia kerjai hari ini sementara Bastian terdiam dangan mulut mengaga.
''haii__ apa kau bilang, aku tidak membawa mu jalan jalan dasar sialan. Aku di kerjai.. '' sebal Bastian.
Ia pun melajukan mobilnya pergi dari situ dengan hati yang dongkol..
Sedangkan di negara yang berbeda Alea tengah makan malam yang sangat romantis bersama Dhawan..
Restoran mewah yang hanya untuk kalangan atas, sengaja Dhawan sewa, hanya untuk menyenangkan hati sang istri tercinta...
''Apa kau senang.? tanya Dhawan.
''Tentu saja sayang..'' Jawab Alea memeluk Dhawan dengan Posesif.
''Bukankah tak terasa waktu sudah berjalan lama, tapi kau masih tak peka dengan sekitar mu. Apa kau tau hari ini hari apa.? tanya Dhawan menatap mata Alea..
Alea yang memang tak tau, ia hanya menggidikkan bahunya, '' Aku tak tau, memangnya ini hari apa.? tanya Alea balik.
''Ck,, sudah aku duga..
''Maafkan aku, aku benar benar tak tau...
''Hari ini adalah hari Anniversary pernikahan kita.!! kau bahkan melupakan hari penting seperti ini..'' Raut muka Dhawan cemberut tanda ia kecewa kepada sang istri..
''Kau tau seperti apa aku, maaf jika aku selalu mengecewakan dirimu. terima kasih karena kau masih bertahan disisiku, aku sangat beruntung mendapatkan dirimu.''
Dhawan memeluk Alea, ''Aku yang seharusnya beruntung mendapatkan istri sepertimu..
Malam ini mereka habiskan waktu cuma berdua, menghabiskan malam panjang dan bergairah..
Keesokan pagi, Bastian bangun dan bersiap ke kantor. Ia sudah berdandan sangat rapih berjalan keluar namun ia mencari sesuatu..
''Dimana dompetku..!!
Bastian mencari kesana kemari, lalu ia turun untuk mengeceknya dimobil.. Bastian berjongkok melihat namun tak menemukannya
Ia melihat ke kok belakang dan menemukan dompetnya tergeletak di bawah kursi...
''Finally found it ''
Bastian memeriksa dompetnya namun alangkah terkejutnya ia, ketika melihat Dolarnya raib hanya tinggal kartu kartunya saja..
Bastian memejamkan matanya, ''Dasar pencopet cilik, awas kau ya jika bertemu kembali..'' geram Bastian yang menyesal telah menolongnya..
Sementara di belahan dunia lain, Ruby memegang 50 lembar uang Dolar bernilai 100 dolar di tangannya.. Hari ini ia akan pergi untuk menukarkan nya dan membayar tagihan rumah sakit yang menunggak karna pengobatan sang adiknya yang tengah terbaring lemah membutuhkan pengobatan..
Ia berjanji akan mengembalikan uang itu, setelah adik kecilnya sembuh..
Ruby melangkah masuk ke dalam bank dan menukarkan uangnya.. Namun alangkah terkejutnya saat ia melihat uang yang ia tukarkan ternyata sangat banyak, Ruby menelan salivanya susah payah ia berfikir bagaimana ia mampu mengembalikan uang sebanyak ini..
Ruby melangkah keluar dan bergegas ke rumah sakit menemui adiknya yang tengah menjalankan operasi ususnya.. Sesampainya di rumah sakit Ruby bergegas membayar hutangnya...
Ceklek..
Ruby masuk dan melihat sang adik tengah terbaring lemah, ia duduk di sampingnya sambil memegang tangan sang adik. "Cepat sembuh agar kau bisa memarahiku lagi Daniel kecilku. " Gumam Ruby meneteskan airmatanya..
Ia tak kuasa kehilangan sang adik, karna hanyalah sang Adik keluarga satu satunya yang ia miliki.. Orang tuanya meninggal akibat kecelakaan Mobil beruntun, sejak itu pula Ruby dan Daniel tak ada yang mau mengurus mereka bahkan bibi mereka acuh dan mengusir mereka hingga mereka terlunta lunta di pinggir jalan...