
Anggi melihat ponselnya beberapa kali, namun ia tak melihat balasan dari orang yang ia cintai.. ''Ish,, kemana dia.?!
''Kau sedang apa.? tanya pengasuh Alex yang bernama Nitia..
''Aku sedang menunggu balasan pesan dari pacarku, heh tidak maksudku calon suamiku.!! jawab Anggi pede..
''Siapa.? tanya Nitia.
Anggi diam sejenak dan melambaikan tanganya supaya Anggi menghampirinya.. Nitia melangkah dan menyodorkan telinganya..
''Calon suamiku adalah, Tuan Bastian..'' Bisik Anggi
Nitia menatap Anggi dengan bingung, '' Apa kau sedang sakit atau salah minum Obat.? ucap Nitia yang memeriksa kening Anggi.
Anggi menepis tangan Nitia,'' Ish,, aku tidak sakit yang aku katakan itu benar..
Nitia menatap Anggi lalu tertawa kencang..
Bbbhahahahahaah___
''Oh ya ampun Anggi Anggi, kau itu jika bermimpi jangan terlalu tinggi. berkaca lah terlebih dahulu mana mungkin Tuan Bastian suka terhadap mu..
''Kau tidak percaya ya sudah.!! Sebal Anggi
''Kau tak tau diri,'' cibir Nitia sambil menggidikkan bahunya tanda tak perduli, ia pun mengambil barang yang tertinggal dan pergi menghampiri Alex kecil yang sedang bermain di ruang tv..
.
.
.
Sementara Bastian sudah memblokir nomer Anggi karna ia merasa terganggu dengan ulah Anggi yang terlalu agresif kepadanya.. Bastian melangkah menaiki mobil menuju tempat yang biasa ia kunjungi ketika ia sendirian dan tak mau di ganggu..
Di dalam mobil Bastian memutar lagu kesayangannya, mengendarai mobil dengan perlahan..
Satu jam akhirnya Bastian sampai di pantai, ia turun dari mobil dan bersender di pintu.. ia melihat matahari yang akan tenggelam dan melihat ombak dengan tenang, ia masih saja tenggelam di masalalunya dan bayangan bayangan ia bersama sang adik dan kedua orang tuanya bermunculan di benaknya..
''Kenapa kalian meninggalkan ku sendirian..'' gumam Bastian dengan tatapan kosong.
Seorang perempuan berlari dari arah samping dan menubruk Bastian yang sedang melamun..
Bugh...
''Tuan tolong aku, ada segerombolan pemuda yang sedang mengejarku..'' ucapnya sambil memegang tangan Bastian..
Bastian yang masih tidak faham, ia malah memandangi wanita itu dengan pandangan yang sulit di artikan.. Perempuan itu berdecak sebal melihat pria di hadapannya ini malah melamun, ia pun berlari masuk ke dalam mobil dan bersembunyi..
Para segerombolan pemuda yang tak lama melintas sambil menggerutu menyumpah serapahi wanita tadi. Bastian tak perduli dan masuk ke dalam mobil dan melihat wanita itu tengah bersembunyi di kursi belakang..
''Keluarlah dari mobilku.!!
Hehehe___
Bastian tak banyak bicara, ia menyalakan mobilnya,'' Kemana alamat yang kau tuju.? tanya Bastian.
''Rt5/Rw3 10Nomer rumahku, Jalannya jalan cinta.'' ucapnya sambil menahan tawa supaya tidak keluar..
''Baiklah.'' ucap Bastian percaya begitu saja.
.
Di dalam mobil tangan perempuan itu takmau diam, ia memegang apapun yang ia lihat dan bertanya apapun yang ingin ia tau..
''Apa kau tidak bisa diam.?! sentak Bastian
Tidak..
''Mobil mu sangat bagus tuan, pasti kau orang kaya.?! ucapnya
''Siapa nama mu.? tanya Bastian
''Aku,, aku Ruby.'' Jawabnya
kenapa kau di kejar mereka, apa kau mencopet.?
Deg..
''Ti__Tidak tuan,, aku bukan copet. Mereka memgejarku karna Mmm salah satu dari mereka ingin menikahiku.!! jawab Ruby dengan gugup..
Bastian tak bertanya lagi dan fokus menyetir..
.
Sementara Anggi ia sedang uring uringan karna nomernya di blok oleh Bastian..
''Kenapa dia memblokir nomerku, aaaaaaaahhhh___
Megan kecil yang melihat pengasuhnya bertingkah aneh seperti itu merasa heran..
''Gia kau kenapa.? tanya Megan kecil..
Anggi yang sadar akan situasi, ia berdehem dan menetralkan tinglahnya,'' Tidak ada apa² nona muda..''
Walaupun Anggi sering di tolak oleh Bastian secara terang terangan, ia tak pantang menyerah untuk meluluhkan hati majikanya..
.
.
.
...SEE YOU IN THE NEXT CHAPTER ...