
Alea sudah menyelesaikan semuanya sekarang ia sedang menunggu bersama pak Mali dan kedua anaknya. '' Apa kita tidak akan ketahuan Nona.? tanya pak Mali.
Alea menoleh dan terkekeh, '' Kau meragukan ku.? tanya balik Alea dan di jawab gelengan oleh pak Mali.
''Kita akan lihat sampai mana mereka akan mempermainkan kita. '' Ucap Alea dengan seringai di bibirnya.
.
Di dalam ruangan IGD sang suster dan dokter tengah memeriksa pasien, Dok dia sudah meninggal. '' ucap sang suster
Dokter itu hanya terdiam, '' Dia masih hidup sampai keluarganya mempunyai uang, cepat kau pergi dan kabari keluarganya untuk menebus obat. '' ucap dokter dan suster pun mengangguk..
'' Permisi Nona. '' panggil sang suster
Alea yang di panggil langsung berdiri dan bermuka khawatir. '' Bagaimana dengan keadaan bibi saya sus. '' tanya Alea.
'' Keadaannya parah Nona, anda harus menebus obat ini di apotek dan segera kembali. '' kata suster yang langsung memberikan resep.
Alea mengangguk dan pergi ke apotek..
'' Berikan aku ini, dan buatan aku notanya.
''Tunggu sebentar Nona..
.
.
Tak berapa lama alea kembali membawa obat²tan yang di perlukan sang doktor karna di rumah sakit ini mereka harus menebus obat sendiri..
'' Ini suster.. '' Alea memberikan kantong plastik yang isinya obat
'' Kenapa kau lama sekali, keadaan pasien sedang kritis.'' sentak sang suster berlagak marah, Namun Alea tak mempedulikan nya. sang suster pun masuk dan menyuruh temannya untuk mengembalikan obat²tan itu ke Apotek..
Jam terus saja perputar tak terasa dua jam lamanya sudah terlewati, sang Dokter keluar dengan raut muka sedih. '' keluarga pasien...
'' Ya kami dok. '' jawab Alea..
Tanpa berpikir panjang Alea menyutujui hal tersebut, tak butuh waktu lama Dokter Aditya sudah berada di rumah sakit.
'' Dokter selamatkan bibi saya dok. '' Ucap Alea mengiba
Namun sang dokter sangat angkuh, ia mengangkat tangannya berisyarat bahwa Alea harus diam sang dokter pun masuk ke ruangan IGD..
Alea duduk di sebelah pak Mali yang sedang terdiam dengan tatapan kosong, '' Manusia macam apa mereka, hingga yang sudah mati pun tak di kecualikan. '' ucap pak Mali meneteskan airmatanya dan memeluk kedua anaknya.
Apa kau tau, sebentar lagi kedua dokter itu akan keluar dan mengatakan maaf pasien tidak bisa di selamatkan. '' Alea terkekeh dan melihat anak pak Mali. '' Apa kau bisa merekam video.? tanya Alea dan di angguki oleh bocah itu. '' Ini, rekam video fokus kan ke wajah dokter itu ok. ? titah Alea dan dia pun mengaguk.
Dan benar saja, Kedua dokter itu keluar dengan raut muka di buat sedih. '' Maaf pasien tidak bisa di selamatkan.
Alea berdiri dan menarik kerah jas yang di pakai sang Dokter, '' Apa yang kau bilang dok, itu tidak mungkin. bukan kah rumah sakit ini bisa mengobati orang meninggal. ? Tanya Alea.
'' Dasar gila dimana ada rumah sakit yang bisa mengobati orang yang sudah meninggal. ? ucap dokter yang di sebelahnya..
Alea melirik dan melepaskan cengkramannya'' Ada, tentu saja ada, Ini, di rumah sakit ini bisa mengobati orang yang sudah meninggal. '' sentak Alea sambil memperlihatkan surat kematian Ayuningsih. '' Lihat ini, bukan kah ini tertulis bahwa Ayuningsih meninggal tangal sekian dan sekian.. lalu apa yang kalian lakukan selama berjam² lamanya di dalam sana. Hah.!!
Dokter itu merebut dan membacanya, mereka tercenga'ang dan langsung merobek surat tersebut. Alea yang melihatnya terkekeh dan mengeleng kan kepala nya.. '' Oy oy oy, Lihat lah dirimu yang terlalu banyak menipu pasien, aku sudah mengcopy surat kematian itu, '' ucap Alea yang mengeluarkan surat yang lainnya
'' Hay Boy apa kau sudah merekam semuanya.? tanya Alea yang di angguki sang bocah.
'' Panggilkam bos kalian cepat, atau aku akan sebarkan video ini sampai seluruh negara ini tau dan menutup rumah sakit tempat kalian bekerja. '' bentak Alea
Kedua dokter itu lari terbit² dan mengabari pemilik rumah sakit dan menceritakan semuanya, sedangkan Alea meliat hasil rekaman video dengan senyum kepuasan.
.
.
..._____♤♤♤♤♤_____...
...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK INI MASIH BERLANJUT .....
...LIKE , KOMEN , AND VOTE.....