Balas Dendam Azella

Balas Dendam Azella
Antara cinta dan nafsu


2 minggu kemudian setelah pesta pertunangan nathan dan amanda diresmikan, kini giliran tuan antoni dan nyonya rima yang ingin meresmikan hubungan anggara dan azella ,meski di lakukan secata sederhana karena untuk menghindari wartawan.


" Tapi mam ... Ini mendadak " anggara terlihat tidak sependapat dengan keputusan ibunya yang medadak.


" Tidak papa kok ngga, jika itu bisa membuat ibu kamu senang dan tenang , saya siap kok bertunangan sekarang " azella mencoba memainkan perannya sebagai gadis yang baik.


" Maaf ... Saya tidak bisa ,ini terlalu mendadak" anggara menolak , ia sengaja menolak permintaan ibunya , karena ia ingin membebaskan azella dari hubungan palsunya.


Disaat yang sama nathan datang bersama amanda dan mely.


'' wah ... Ada kak azella " seru mely kemudian menghampiri azella dan anggara.


" Kalian mau bertunangan ya ?"tanya mely menyelidik.


" gawat ... Jika sampai anggara dan azella bertunangan, saya akan susah menyelidiki azella" batin nathan kemudian mencari akal.


Sampai akhirnya ia menemukan solusi atas masalahnya, dengan meminta mami liza membawa nindi untuk bekerja di griyanya sebagai kurir barang-barang gelapnya.


Anggarapun terpaksa menerima cincin tunangan yang dibelikan ibunya, ia melihat azella mulai memakaikan cincin tunangan di jari tangannya.


Akan tetapi saat anggara memakaikan cincin tunangan dijari manis azella, tiba-tiba ponsel azella berdering, dan azella mendapat kiriman foto dari nathan , dimana ia melihat nindi dan nadia tengah berada di griya mami liza.


Saking paniknya azella sampai tidak sengaja menarik tangannga,sehingga cincin pertunangan yang diberikan anggara tidak masuk kejari manis azella secara sempurna.


***


Setelah bertunangan secara sederhana, azella segera melajukan mobilnya menuju griya mami liza, dimana disana sedang dilakukan transaksi jual beli senjata tajam yang dilakukan oleh nathan dengan menjadikan nindi dan nadia sebagai kurirnya.


" Tuaaaan ... Saya mohon lepaskan kedua anak gadis itu " pinta azella seraya memohon.


" Saya tidak hanya ingin kamu memohon " nathan menolak permintaan azella.


" bagaimana saya bisa membuat kamu jatuh cinta pada saya, kalau kita tidak saling berdekatan" kata nathan membuat azella panik.


" Tuan ... Nathan, saya mohon " nindi dan nadia melihat kakak asuhnya yang sedang bersimpuh dikaki nathan untuk melindungi kedua adiknya.


" Lakukan ... Seperti yang kamu lakukan saat kita pertama bertemu" kata nathan membuat azella malu, apalagi didepannya ada nindi dan nadia.


Azella berdiri dan mulai memeluk nathan, ia menghela nafas sangat dalam.


" Bawa mereka kembali kerumah mereka, dan jangan lupa kunci pintu kamar saya " kata nathan yang menyadari bahwa kedua gadis itu masih sangat polos untuk menyaksikan adegan dewasanya.


" bisakah ... Saya mendapatkan cinta kamu ... Bukan sekedar nafsu " bisik nathan seraya memeluk azella dari belakang.


" kenapa tuan nathan membawa nindi dan nadia kemari tuan " azella menjawab dengan jawaban yang lain.


"jangan mengalihkan pembicaraan" bisik nathan seraya mencengkeram jari-jari azella.


" Bagaimana membuat kamu jatuh cinta pada saya ... Ehm ..." bisik nathan lagi sembari mulai menyibak rambut azella kedepan, dan ia mulai membuat azella seakan tidak berdaya.


" Kenapa ... Tuan harus membawa kedua gadis kecil itu kembali kemari ?" kata azella terdengar lirih


" Kamu tahukan, uang yang dipinjam ayah nindi itu tidak sedikit, dan bahkan kamu juga belum tentu ada jika saya memintanya sekarang, maka dari itu untuk membuat kamh tetap berada dekat dengan saya, adalah dengan melibatkan nindi dalam usaha saya " kata nathan kemudian ia melepas cincin pertunangan yang melingkar dijari manis azella.


" Saat bersama saya ... Lepaskan cincin ini " kata nathan kemudian keluar dari kamar pribadinya.


Saat azella keluar dari kamar nathan, nindi dan nadia memeluk azella dan mereka sangat ketakutan, nadia tidak tahan untuk menahan rasa rindunya kepada kakak asuhnya.


" nadia ... Sudah yakin ... Kalau kak azella ,adalah kak maura ... Tapi nadia yakin kakak pasti punya alasan untuk melakukan ini" isak nadia membuat azella menangis.


Azella segera membawa kedua adik asuhnya keluar dari griya mami liza, dan mengantarnya kepanti.


" Apapun yang terjadi, jangan datang kesana lagi ... " kata azella menasehati nindi


" tapi kak ... Tadi tuan nathan memberikan ini di tas nindi " nindi mengeluarkan sebuah pistol dari tasnya.


" Astaga ... Cepat masukan ke dalam tas kamu ,dan biar saya yang membawanya " kata azella kemudian mengambil senjata tajam itu.


Akhirnya setelah mengantar kedua adik asuhnya kembali kepanti, azella yang saat itu tinggal di bandung untuk urusan kerjanya, kembali keapartemennya.


Akan tetapi ia terkejut saat melihat anggara ada dipintu depan kamarnya.


Azella dengan secepat mungkin menyembunyikan senjata tajam milik nathan di kopernya.


" Angga ... Kamu disini?"tanya azella terkejut.


" Maaf ... jika kedatangan daya membuat kamu kurang nyaman, tapi ada yang ingin saya sampaikan " jawab anggara sembari melirik kekoper azella yang terlihat mencurigakan.


" Boleh ... Tapi saya akan memasukkan koper saya dulu" kata azella kemudian membuka apartemennya, dan meletakkan kopernya dilemari bajunya.


***


" Astaga ... Saya sampai lupa, tadi pas di lokasi pemotretan, wella meminta saya untuk melepasnya sebentar " azella tampak terlihat gelisah.


" Apa kamu serius ingin menjadi tunangan saya ?"tanya anggara membuat azella merasa tertekan.


" Saya seorang polisi, dan saya akan menumpas segala kejahatan ... Tidak peduli dia wanita, atau pria, bahkan keluarga ... Jika mereka melakukan tindak pidana, maka saya harus tegas " kata anggara membuat azella sedikit cemas.


" Saya tidak peduli dengan status kamu, bahkan saya tidak akam mempermasalahkan kebebasan kamu, saya hanya meminta kepada kamu ... Jika kamu memang siap untuk bertunangan dengan saya, kamu perlu sedikit merubah cara berpakaian kamu " anggara membuat azella tersenyum.


" Kamu ... Sangat lucu, jika pria lain mereka ingin pasangan mereka terbuka, dan malah senang dengan baju-baju terbuka, sedangkan kamu " azella mulai tertawa sembari mengambilkan nasi untuk anggara.


" karena saya lebih memilih cinta, dari pada nafsu " kata anggara membuat azella menatap anggara yang membuatnya ingin tertawa.


" Pak polisi ... Dunia ini sudah berubah, cinta itu hanya ada pada drama percintaan,tidak pada dunia nyata "kata azella sembari mengedipkan sebelah matanya.


" Dan tidak ada cinta tanpa nafsu ... " kata azella membuat anggara tersenyum


" jadi ... Jika saya menjadi tunangan kamu, saya juga harus mengikuti gaya pacaran kamu begitu ?"tanya anggara membuat azella tersenyum.


" Kenapa ? Apa kamu takut sama wanita ...? Atau kamu takut saya hamil ?"tanya azella sedikit menantang


Anggara tidak menjawab, ia hanya menggelengkan kepalanya.


" Bukan seperti itu, saya hanya takut dosa " kata-kata anggara mrmbuat azella tersenyum


" Tapi kamu harus tahu ... " saat azella ingin melanjutkan bicaranya, anggara memberikan azella selembar cek.


" Gaji saya memang tidak banyak, tapi ... Saya rasa uang tabungan saya bisa cukup untuk membeli hantaran untuk pernikahan kita, tulis berapapun yang kamu mau " anggara membuat azella terkejut.


Ia tidak berani bercanda lagi, dan sepertinya azella mulai luluh dengan perlakuan anggara yang sangat berbeda kepadanya.


Malam itu azella tidur dipangkuan wella dan menyatakan semua tentang isi hatinya.


" Jadi apa menurut kamu, saya harus percaya sama anggara ?"tanya azella membuat wella tersenyum.


" tapi kenapa saya justru melihat, sebenarnya yang tulus kepada kamu itu tuan nathan ya " jawab wella memberikan opsi lain.


" Wella ... Dia itu kejam, saya tidak akan tahu, apa yang akan nathan lakukan pada saya,jika suatu hari nanti ia tahu saya akan memabalas dendam pada dia " kata azella sembari memanyunkan bibirnya.


Disisi lain anggara berhasil mengumpulkan informasi tentang azella yang ternyata sering bertemu dengan pamannya, bahkan azella kini menjadi tersangka sebagai kurir pamannya.


" Biarkan saya dengan cara saya menyelidiki azella " kata anggara meminta kesempatan pada para anggota timnya sebelum menangkap azella.


" Baik ... Tapi ingat, jangan sampai terbawa perasaan " kata edo menasehati temannya.


***


2 bulan sudah anggara menjalin kedekatan dengan azella, akan tetapi ia tidak bisa membuktikan bahwa azella terlibat dengan bisnis kotor pamannya.


" Saya sudh menyelidiki ... Azella tidak terlibat dalam kasus paman saya " kata anggara pada edo yang sedang bersiap melakukan penggrebekan diapartemen azella, akan tetapi anggara berhasil menahan edo dan teman-temannya.


" Saya sudah berpura-pura menjadi pacar yang baik untuk azella, demi penyelidikan ini ... Tapi semuanya nihil " kata anggara membuat azella yang sudah mempercayai anggara sebagai pria baik dalam hidupnya hancur seketika.


" Jadi ... Sebenarnya ini adalah rekyasa ?" azella menghampiri anggara dengan penuh kemarahan.


" Azella ... Ini tidak seperti yang kamu lihat " anggara mencoba menghampiri azella yang terlihat menatap tajam kearahnya.


" saya kira ... Kamu benar tulus pada saya" azella mulai menyeka air matanya, anggara mendadak merasa bersalah ia mendekati azella akan tetapi azella menolaknya.


" Silahkan geledah kamar saya, jika saya terbukti bersalah, saya siap dipenjara " kata azella seraya mempersilhakan edo dan kedua polisi lainnya menggeledah kamarnya.


Tak lama kemudian netra datang bersama wella didampingi beberapa bodyguardnya.


Ia takut jika akan ada wartawan yang melihatnya, wella memeluk azella yang terlihat sangat pucat.


" Peluk saya ... " netra meminta azella memeluknya, dan seperti biasa azella sangat penurut, ia memeluk netra dan menangis dalam dekapan netra, azella telah menganggap netra seperti ayahnya ,meski netra kejam dan memperlakukan azella tidak baik.


" Ada apa ini ?" tanya nathan yang tiba-tiba juga datang ketempat azella untuk yang pertama kalinya.


" paman ?" anggara terkejut.


" hebat kamu ... Angga ... Sampai tunangan kamu sendiri kamu curigai, jika kamu ingin menangkap saya ... Lakukan ,tapi jangan melibatkan orang lain " kata nathan seraya melihat azella yang berada didalam pelukan netra.


" Jika saya dekat dengan azella , itu karena dia menjadi model dari berlian yang diproduksi oleh perusahaan keluarga kita, kamu bisa tanyakan pada mami dan papi kamu ... Jangan langsung menyimpulkan bahwa setiap orang yang dekat dengan saya itu terlibat dengan saya " nathan mengamuk, bahkan ia sampai mendorong keponakannya hingga tubuhnya membentur kedinding.


Beberapa saat kemudian edo kemuar bersama timnya, dan tidak menemukan apapun, bahkan ia membawa koper milik azella yang hanya berisi baju -baju sexy.


" kenapa bisa seperti ini ?"batin azella dan sedikit merasa lega.


" Wella ... Saya mau masuk " azella terlihat mengajak wella masuk kedalam kamarnya.