Balas Dendam Azella

Balas Dendam Azella
Terbongkarnya identitas Azella


Satu bulan kemudian seperti biasanya, azella mengadakan agenda rutinan untuk berbagi di Panti Asuhan " Permata Jingga", azella sangat bahagia bisa mengunjungi ibu asuhnya, meski ia harus datang sebagai orang lain ,bahkan ibu widya sama sekali tidak mengenali azella.


Hari ini azella juga melihat sosok nindi yang dulu tinggal bersamanya dipanti, kini telah menjadi gadis yang sangat cantik dan anggun, akan tetapi ada sesuatu yang mengganjal ddalam benak azella.


Ia mendapati hari ini, nindi terlihat sangat murung ,bahkan nadiapun tak bisa menghibur nindi.


" Kenapa ?"tanya nadia pada kakak angkatnya.


" Nadia ... Andai kak maura tahu ... Dan ada disini, pasti kakak akan membantu saya" jawab nindi seraya menunjukkan sebuah luka di punggungnya.


" Astaga ... Kakak terluka" pekik nadia seraya melihat luka bekas sayatan dipunggung kakak amgkatnya itu.


" Papa dan mama saya bangkrut, dan mereka punya hutang ... Kesalah satu rentenir ... Karena tidak bisa membayar, maka saya dijadikan jaminan untuk menjadi wanita malam nadia " nindi mulai mengungkapkan kesedihan hatinya, ia tidak rela masa mudanya hancur begitu saja.


***


Ketika melihat azella akan pulang, nadia menghentikan kepergian azella ,dengan menunjukkan sebuah foto rumah besar ,dimana nindi akan bersiap menjadi sosok wanita malam.


" Setidaknya ... Jika kakak tidak mau identitas kakak terbongkar, saya mohon ... Bantulah adik kakak dengan kemewahan yang kakak miliki sekarang" kata-kata nadia seakan penuh penekanan.


" Kak nindi ... Sebentar lagi akan menjadi seorang wanita panggilan, dan hanya nyonya azella harapan kami saat ini" tambah nadia kemudian masuk kedalam rumah meninggalkan azella yang mulai berfikir panjang.


Azella melihat jam bermerk ternama ditangannya, ia mulai mencari tahu tentang


" Griya mami liza " di situs internet, sebenarnya kalau dari informasi yang ia dapat disana merupakan sebuah beauty spa, tempat gym, dan studio tato.


Akan tetapi kenapa nadia, mengatakan bahwa nindi akan menjadi wanita panggilan.


Karena saking penasaran, azella segera melajukan mobil sedannya untuk menggapai tempat itu.


Dipertengahan jalan azella tidak sengaja melihat sosok pria yang tidak asing baginya.


Dan tak lama kemudian ia sampai di tempat yang membuatnya penasaran, setelah memarkir mobilnya akan tetapi tiba-tiba wella menelfonnya, dan meminta azella untuk segera kembali.


" Sebentar ... aku ada keperluan well, setelah selesai ... Saya akan kabari kamu " kata azella sembari mengunci mobilnya.


Dan ia sangat beruntung sekali, karena bertemu dengan nindi yang saat itu memakai baju staf yang bekerja di griya itu.


" Lhooo ... Bukannya anda kakak yang tadi dipanti'' nindi menyapa azella dengan ramah.


" Iya ... Bisa kita bicara sebentar " ajak azella membuat nindi sedikit ketakutan.


Apalagi saaf seorang wanita berpenampilan sexy dengan lipstik merah merekah menghampiri nindi.


" Bukannya kamu azella model cantik itu ?"tanya wanita itu seakan langsung mengenali azella.


" untuk apa kamu bicara sembunyi-sembunyi dengan anak buah saya ?"tanya wanita itu lagi seraya menatap nindi dengan tajam.


" Saya ... Mau ... " azella sedikit gugup.


" Wow ... Mami liza ... Jadi malam ini ... Ada tamu istimewa ya ..." tiba-tiba nathan datang bersama beberapa rekan kerjanya.


" Nathan " batin azella terkejut.


" Ini gadis yang saya ceritakan tuan muda, namanya nindi " kata wanita itu kemudian mengajak nindi masuk kedalam griyanya dan meninggalkan azella yang masih terpaku.


" Apa yang akan kamu lakukan ada gadis itu?"tanya azella.


" Biasa ... Saya selalu memakai jasa mereka, karena orang tua mereka berhutang pada tempat saya " jawab nathan sembati tersenyum.


" apa ... Berhutang ditempat kamu ?"tanya azella.


" kenapa ... ini bisnis saya ... Dan milik saya " jawab nathan kemudian berjalan masuk kedalam griya itu.


Azella merasa dilema, disisi lain ia tidak ingin terlalu melibatkan diri dengan nathan, akan tetapi disisi utamanya, adik angkatnya juga berada di dalam tempat yang sebenarnya tidak layak bagi seorang gadis baik-baik.


Azella tidak bisa membiarkan ketidak adilan juga menimpa nindi, ia menerobos masuk kedalam griya itu,hingga membuat para staf keamanan mengejarnya.


" Nindi .... Nindi ..." teriak azella mencari nindi disetiap sudut room service yang ada didalam griya itu.


( Plaaaaaas ) sebuah tamparan keras membuat azella berhenti, dan melihat kalau nindi tengah dipukulo oleh mami liza, wanita sexsy nan kejam itu.


" Cepat pakai baju itu ... Atau sekarang kamu kembalikang uang saya yang dipinjam orang tua kamu " bentak wanita itu.


" 3 miliyar " jawab wanita itu


" whaaaat " azella merasa semua itu tidak masuk akal, akan tetapi setelah menunjukkan salinan surat simpan pinjam yang diajukan oleh orang tua asuh nindi, azella merasa nindi tengah di jadikan alat oleh orang tua asuhnya.


" cepat bawa dia keluar ..." kata mami liza kemudian meminta pengawal pribadinya menyeret azella keluar dari room itu.


" saya akan menggantikan nindi " pernyataan azella sungguh membuat nindi tidak percaya, bahkan mami liza juga tidak menyangka bahwa model ternama seperti azella mau berkorban untuk gadis sesederhana nindi.


***


Tanpa banyak kata, mami liza mengantar azella dan nindi keroom meeting majikannya.


Dapat dilihat disana nathan tengah duduk bersama para pria hidung belang, yang juga sedang didampingi wanita muda dan cantik.


" Tuan ... Saya mau bicara " bisik mami liza sembari mengajak nathan bergeser dari tempat duduknya.


Ponsel azella berdering, rupanya panggilan dari netra, dan wella.


Akan tetapi ia tidak bisa menerima panggilan itu, karena ia melihat nindi yang sedang memohon agar tidak melibatkan azella kedalam masalahnya.


" Nindi ... Saya tulus melakukan ini semua ... Karena saya ...adalah ..." azella terlihat ragu-ragu.


" Kamu siapa ?" tanya mami liza menekan azella untuk jujur.


Azella memeluk nindi yang sedang bersimpuh dikaki nathan, ia memeluk nindi dengan sangat erat.


" Saya kakak kamu ... Maura ..." kata azella lirih , membuat nathan terkejut saat mendengar nama itu.


" mauraaaaa ..." nathan menatap kearah azella.


" Tuan ... Saya mohon lepaskan adik saya ... " azella kini yang berbalik memohon pengampunan dari nathan.


Nathan mulai membangunkan azella dan membawanya pergi kekamar pribadinya.


" Jelaskan ... Siapa kamu sebenarnya ? Tanya nathan menyelidik.


" Saaaaya ..." azella nampak ragu-ragu, ia menggenggam tangannya erat-erat, ia takut untuk mengungkap idrntitasnya sebelum rencana balas dendamnya terwujud.


Azella mulai memeluk nathan, dan seperti yang ia lakukan, ia mencumbu setiap inchi wajah nathan tanpa jeda.


Bahkan kini nathan mulai terpancing untuk membalas memagut ciuman bibir tipis itu, nathan segera mengunci pintu kamarnya.


" Sepertinya ... si azella ini , sangat pintar merayu bos saya ..., kamu berdo'a saja ... Semoga dia bisa meluluhkan bos saya " kata mami liza kemudian meninggalkan nindi didepan kamar pribadi nathan.


Azella sidah tidak bisa menghentikan nathan yang mulai menciumi pundaknya, bahkan nathan terlihat sangat bersemangat untuk membuka satu persatu kancing bajunya.


" Saya ...adalah maura ...,gadis yang dulu hampir kamu lecehkan " teriak azella dalam hati, ia ingin sekali menghentikan nathan dengan kalimat itu, akan tetapi ia takut nathan akan melakukan hal yang buruk terhadapnya.


" Saya ... Akan memberikan semuanya untuk tuan, tapi saya mohon lepaskan nindi " azella mencoba mengutarakan keinginannya.


" Bisakah ... Tidak mengatakan itu sekarang?" bisik nathan yang sudah tidak bisa membendung hasratnya.


" Dia ... Sebenarnya adik teman saya " kata azella lagi mencoba mencari alasan.


" bukankah ... kamu juga punya anak perempuan tuan ..." azella tidak bisa bicara dengan benar ,karena kini nathan tengah menguncinya di sudut dinding kamarnya, azella hanya merasakan detak jantunh nathan yang berdetak tanpa mengenal aturan.


"saya akan memberi kamu solusi, setelah kamu membuat saya puas " bisik nathan.


" Saya bukan mainan ... Dan bukankah saya sudah bilang, kalau kamu bisa membeli tubuh saya ,tapi tidak dengan hati saya " kata-kata azella membuat nathan tersenyum kemudian melempar azella keranjangnya.


" Apa yang kamu tawarkan ... Bukankah sebentar lagi ... Kamu akan menjadi istri keponakan saya ?"pertanyaan nathan membuat azell tersenyum.


" jika kamu bisa menyentuh hati saya ... Sudah pasti, tidak ada artinya bagi kamu untuk mendapatkan tubuh saya " kata azella membuat nathan tersenyum, dan melepaskan azella.


Nathan merasa kepalanya sangat pening karena ia belum bisa mencapai kenikmatan yang diinginkannya, akan tetapi ia memberikan kesempatan azella untuk berbicara.


" Jadi kamu mau menjadi kekasih gelap saya ? Meski kamu adalah tunangan keponakan saya ?"tanya nathan


" saya akan kasih kamu waktu 3 bulan, jika dalam waktu itu kamu tidak bisa meluluhkan hati saya, dan tidak bisa membuat saya jatuh cinta sama kamu ... Maka perjanjian ini hangus " jawab azella.


" Kamu benar-benar mahal, tapi bagi saya tidak masalah ... jangankan 3 miliyar, berapapun akan saya tukar untuk bisa mengetahui siapa kamu sebenarnya " batin nathan yang juga sudah mencurigai azella.