Balas Dendam Azella

Balas Dendam Azella
Pura-pura lupa


Siang itu azella mendapatkan apresiasi dari dosennya, karena penampilannya berhasil membuat para tamu undangan terpesona,petikan jemari lentik azella kembali mencuri produser musik yang datang bersama nathan.


" Kami akan menawarkan kontrak dengan nona azella dan juga nona reina " kata pria berwajah bule itu sembari menghampiri azella dan reina yang baru saja turun dari panggung.


" Maksudnya ... Saya harus berkolaborasi dengan azella?" wajah reina seperti ingin menolak.


" Benar sekali" jawab pria bule itu, kemudian menanyakan pendapat nathan.


" Boleh juga ... Kita akan membayar berapapun yang kalian minta" sahut nathan.


" saya rasa ... Saya tidak bisa " reina menolak


" kalau saya tidak keberatan, saya rasa ... Nona reina takut bersaing dengan saya" azella memancing emosi teman kuliahnya.


" hello ... Azella ... Yang sok cantik, dari dulu semua orang tahu, kalau saya ini anak orang terpandang, bukan gadis murahan seperti kamu" caci reina membuat azella tersenyum.


" lihat leher kamu, hanya pria buta yang mau mencumbu kamu " kata reina membuat nathan seakan terkejut dan sedikit gelisah.


Akan tetapi tidak dengan azella, ia merangkul bahu reina dan tersenyum sembari menatap kearah nathan.


" Seharusnya ... nona reina yang terhormat, sesekali anda harus belajar hidup dengan bebas, karena ... Jika selamanya terkurung didalam sangkar ... Maka sekalinya tahu bagaimana dunia saya, anda akan sulit untuk mengendalikannya" kata azella pelan ,membuat pria bule yang akrab disapa tuan victo itu tertawa.


" wow ... Nona azella sangat cerdas" sahut victo yang mulai memandang azella dengan nakalnya.


Tak lama kemudian, anggara menghampiri azella dan membawa setangkai bunga mawar merah.


" Selamat sayang" kehadiran anggara membuat suasana yang sedikit tegang menjadi tenang.


Reina melirik kearah anggara yang sedang memakai baju dinasnya, dan hal itu membuatnya terkejut.


" kok bisa ... Gadis murahan macam dia, bisa punya pacar perwira" batin reina jengkel.


" Reinaaaaaaaa" teriak seseorang dari kejauhan, dan saat azella dan reina menoleh kebelakang.


Tiba-tiba saja azella terkejut,dan hampir saja gitar mahal ditangannya akan jatuh.


Akan tetapi ia berhasil mengendalikan dirinya.


" Papiiiii ... Mamiiiii" sapa reina manja dan azella bisa melihat dengan jelas siapa wanita yang ada dihadapannya itu.


" Hai ... nyonya sofia ... Dan tuan Ariel " sapa nathan dan juga tuan vito


" wow ... Senang bertemu kedua tuan muda yang sangat hebat disini" sahut pria paruh baya yang terlihat mulai melirik kearah azella.


" Jadi ini ... Azella , model cantik itu " sahut tuan Ariel ( ayah reina)


" Hallo om " azella menyapa tuan Ariel, sambil sedikit tersenyum.


Entah apa yang ada didalam pikiran tuan Ariel, hingga ia tidak bisa berhenti menatap azella.


" Sayang ... mami ada sesuatu untuk reina" kata wanita yang akrab disapa sofia itu.


Dihadapan azella , reina menerima sebuah kalung berlian dari wanita yang tak lain adalah sofia, ibu kandung azella yang meninggalkan azella sewaktu masih kecil.


" Jadi ... Demi uang ... Dan demi ketenaran ini ... Kamu meninggalkan saya " batin azella sambil mengatur nafasnya.


" Oh ... Iya, bagaimana jika kita lanjut ngobrolnya di rumah saya " sahut tuan Ariel.


" Nona azella juga boleh ikut" imbuh tuan Ariel.


" Maaf om ... Sepertinya azella tidak bisa ikut, karena pacar azella sudah ada disini" kata azella pelan karena takut netra dan para wartawan akan mengetahui statusnya.


" Wah ... Tidak seru kalau begitu, tapi ... Om akan pastikan kamu dan reina akan bisa berkolaborasi" tuan Ariel tampak sudah membulatkan tekat , untuk menjadikan tubuh azella sebagai target berikutnya.


***


Beberapa hari kemudian, saat azella sedang tidur siang, tuan Ariel mendatangi rumah azella dengan asisten pribadinya.


Ditangannya membawa buah-buahan dan bunga untuk azella.


" Azella sedang tidur tuan Ariel" kata netra yang sedang membahas kontrak bersama wella.


" kebetulan kamu disini netra ! Saya mau bicara dengan kamu " bisik tuan Ariel yang seakan ingin segera bersenang-senang dengan azella.


" apa tuan?"tanya netra pelan.


Baru saja beberapa bulan yang lalu, hatinya dilukai karena azella dekat dengan anggara dan nathan, kini datang pria lagi yang menawar azella untuk menjadi pemuas birahi mereka.


" tapiiiii tuaaaan " netra menolak


" saya tahu ... Dia sudah punya pacar, tapi ... Saya yakin azella bisa mengaturnya" bisik tuan Ariel membuat netra menelan ludah kasarnya.


" Masalahnya ... azella telah menjadi wanitanya tuan nathan" bisik netra membuat tuan Ariel terkejut.


Dan disisi lain, nathan berhasil memata-matai rumah azella dengan teropong miliknya.


" jadi sekarang tuan Ariel juga mau menginginkan azella" gumam nathan seraya mengarahkan teropongnya dari jendela kamarnya.


" lantas ... Apa rencana tuanku? Bukankah sebenarnya, anda harus menggunakan kesempatan ini untuk menghancurkan gadis itu" kata jodi membuat nathan tersenyum.


Selang beberapa menit kemudian azella turun dari lantai atas, tuan Ariel melihat azella yang sedang memakai baju olahraganya.


" hai ... Cantik mau kemana?"tanya tuan Ariel sembari menghampiri azella.


" biasa om ... Azella mau nge gym" jawab azella santun.


" bagaimana kalau saya temani kamu?" tanya tuan Ariel.


" tidak tuan Ariel, azella akan pergi bersama asistennya, dan juga saya" sahut netra.


Akan tetapi azella justru terlihat menerima ajakan tuan Ariel, sepertinya azella sudah merencanakan sesuatu.


Tuan Ariel merasa puas dengan jawaban azella, ia sengaja membawa mobilnya tanpa asistennya, sedangkan netra merasa bahwa azella sudah tidak lagi bisa dikendalikan.


Selepas kepergian azella dan tuan Ariel, nathan juga pergi mengikuti azella tanpa mengajak jodi.


***


35 menit kemudian mereka berdua sampai di " Body fit " tempat gym langganan azella, dimana azella juga bertemu dengan nyonya sofia yang datang bersama reina.


Beruntung tadi azella masuk bergantian dengan tuan Ariel, jika tidak mungkin reina akan murka terhadapnya.


Rencana tuan Ariel untuk menggoda azella hancur berantakan, karena anak dan istrinya juga sedang berada ditempat yang sama.


Bahkan tiba waktu pulang ,tuan Ariel terpaksa meninggalkan Azella sendiri.


Akan tetapi azella memilih untuk berjalan menuju taman dulu sebelum ia memutuskan untuk memesan taxi online.


" Tolong ..." keluh seorang pria paruh tua yang sedang di pukuli beberapa preman.


" Stooooop" teriak azella kemudian memukul satu diantara tiga preman yang berbadan besar dengan tasnya.


" hey ... Siapa kamu kenapa kamu ikut campur" teriak pria berambut gimbal.


" Kenapa kalian mengeroyok orang buta itu" bentak azella ,sambil membantu pria malang yang sedang terjatuh dilantai.


Dan saat ketiga preman itu hendak memukul azella, sebuah tangan legam langsung menangkis pukulan itu.


Dan berbalik menghajar ketiga preman itu dengan sangat handal.


" Mas ... Nathan " azella langsung mengenali pria muda itu.


" cepat pergi dari sini ! Untuk apa menolong kalau kamu juga butuh pertolongan " kata nathan dengan wajah juteknya.


" Lihatlah ... Bapak ini terjatuh dan buta, apa mas tidak kasihan " azella tampak lupa sedang memanggil nathan dengan panggilan " Mas " bukan tuan ataupun om lagi.


" Biar saya bantu " kata nathan kemudian membantu azella memapah pria buta itu ke kursi.


" Terimakasih nak ... Sebentar lagi istri saya akan sampai disini, maaf sudah merepotkan " kata pria tua itu.


Dan benar saja , azella dan nathan melihat sosok wanita tua, yang berjalan membungkuk sambil membawa sebungkus nasi.


" Masyaallah pak ... Kenapa ?" teriak wanita tua itu kemudian berlari menghampiri suaminya, hingga menyebabkan sebungkus nasi beserta lauknya jatuh ketanah.


" tadi ada preman ... Buk, untungnya ada anak-anak yang baik ini" jawab pria tua itu sambil memegang perutnya.


" maaf pak, nasinya jatuh ... Ibu kaget melihat kondisi bapak" isak wanita tua itu.